Index ForumPendidikan MahalMemperbaiki PemerintahKBK FORUMFORUM UMUMKegiatan ProyekAnggota AktifLinks ProyekKegiatan Pendidikan

The Voice of Indonesian Educators and Learners
TOPIK
"Mengatasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)"
Halaman: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8


Setiap hari saya menerima banyak permintaan/pertanyaan mengenai KBK di Pendidikan Network. Misalnya, permintaan terbaru saja:
  • Saya: Teacher di SMAN 1 Megamendung Kab. Bogor - Informasi mengenai KBK
  • Saya: Consultant di PT. Saka Buana Yasa Selaras Di Kota: Malang - Informasi mengenai KBK:
  • Di Kota: purwokerto - Informasi mengenai KBK:
  • Saya: Teacher di medan - Informasi mengenai KBK: mohon dikirimkan kurikulum dan syllabus bahasa ingris untuk kelas I SMU
  • Saya: Teacher di Surabaya - Informasi mengenai KBK:, Kurikulum Bahasa Inggris Kelas I SD - Kelas III SMA, Kurikulum Teknologi Informasi (Komputer) Kelas I SD - Kelas III SMA
  • Saya: di IKIP Negeri Singaraja - Informasi mengenai KBK:, 1.Penjelasan Komponen KBK, 2.Penilaian dalam KBK, 3.Motivasi Berprestasi Guru dalam mengajar menggunakan KBK, 4. Pembelajaran Bahasa Inggris dgn KBK

Ingat bahwa saya hanya satu orang yang berjuang sendirian di sini. Apakah, ada yang ingin membantu dengan informasi yang berguna untuk guru-guru di lapangan?

Saya baru pulang dari kegiatan pelatihan "Teacher Trainers" (MBS & PAKEM) di Jawa Timur (Ref: MBEProject.Net). Kami sudah melatih TOT (100 lebih peserta) mengenai artinya dan cara melaksanakan MBS dan PAKEM. Jelas, tujuannya adalah pengajaran yang mencapaikan kompetensi-kompetensi sesuai dengan kurikulum. Tetapi banyak guru dari beberapa sekolah dasar belum pernah melihat kurikulum baru dan tidak pernah ikut latihan KBK.

Pelaksanan KBK termasuk hal yang paling penting dan yang sangat membingungkan lingkungan pendidikan di Indonesia saat ini.

TOPIK
1. BAGAIMANA KEADAANNYA DAPAT JADI BEGINI
2. BAGAIMANA KITA DAPAT MENGATASI HAL KBK


Saran Anda

Nama: NURWAHYUDI
Dari: JAWA BARAT
Saya: Guru CIBINONG- BOGOR
Saran: SISTEM PENDIDIKAN " KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI " SANGAT EFEKTIF DAN MERANGSANG KREATIITAS SISWA DAN GURU , DENGAN CATATAN KEADAAN EKONOMI SISWA DAN WAKTU YANG DIMILIKKI ADALAH OPTIMAL ARTINYA SAAT KREATIFITAS SISWA MUNCUL DAN MEMERLUKAN DANA PENDUKUNG ORANG TUA, MASYARAKAT ATAU SEKOLAH SENDIRI SIAP UNTUK MEWUJUDKAN. DAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH SANGAT MENDUKUNG, MISALNYA RUANG PERPUSTAKAAN LENGKAP, RUANG PRAKTIK LENGKAP DAN GURU TIDAK MENGAJAR DIMANA- MANA. KEADAAN SEPERTI INI BELUM DIMILIKKI OLEH SEBAGIAN BESAR SEKOLAH- SEKOLAH DINEGERI INI DAN LAGI BANYAK SEKOLAH- SEKOLAH YANG TETAP MELAKSANAKAN KBM DISORE HARI. PEMERINTAH MELALUI DEPARTEMEN PENDIDIKAN HARUS MEMPUNYAI PERAN SERTA YANG CUKUP.
E-mail Pengirim: WAHYUDI_NUR@.plasa.com
Tanggal: 1 SEPTEMBER 2004


Nama: Philipus Mat
Dari: Kupang/NTT
Saya: Wartawan Mingguan Berita pendidikan
Saran: KBK merujuk kepada pembelajaran kontekstual. Dengan demikian sangat baik bagi anak didik karena teori dan materi pembelajaran berasal dari kondisi riiel anak. Selama ini yang diterapkan yakni dunia pendidikan sangat jauh dari dunia anak sehingga pengetahuan dianggap abstrak dan jauh dari kenyataan. Terima kasih kalau ada yang ingin membantu saya mengembangkan Mingguan pendidikan di NTT harap surat dialamatkan ke Jalan LEwa II Blok VI nomor 51 Perumnas Alak Kota Kupang.
E-mail Pengirim: Philipusmat@yahoo.com
Tanggal: 2 September 2004


Luar Biasa! - Arancha Shinta

Nama: Arancha Shinta
E-Mail: aranchashinta@yahoo.com
Saya dari PCI Blok C 5 no 3 , Cilegon dan saya 11 [ W ].
Sekolah saya: SMPN 1 Cilegon
Di daerah: Cilegon
Propinsi : Banten
Hobi saya: Makan , baca buku , bikin komik , mengarang (baik novel atau cerpen) , browse Internet dan Main games
Saran: Wuh , kenapa sih ? Kenapa sih mesti ada KBK ?
Sumpah , saya terganggu . Katanya sih , sistem ini membantu anak anak agar lebih aktif dalam belajar.

Tapi buktinya, saya tanyakan ke teman teman baik dari dalam sekolah , maupun luar sekolah , teman teman saya bilang kalau KBK ini bikin anak jadi bodoh .

Kenapa ? Karena kita kita cuma disuruh baca, dan lalu dijelasin seupritnya . Hih , nggak mau deh .

Kalo gitu , ngapain ada guru ?
Kalo gunanya cuma duduk dan menjelaskan seuprit .Huh , bete banget . Nggak mau deh ..

Saya lebih kepingin kalo sistemnya kembali ke jaman daulu , sistem kurikulum 1994 . Lebih enak aja gitu .

Anak jadi lebih ngerti . Jadi lebih mudah menguasai . Tapi kalo KBK , misalnya ada tugas kelompok , pasti ada aja yang enggak kerja . Soalnya belon ngerti dengan bener .

Mending pemerintah ngerubah lagi sistemnya . Atau mungkin , materinya kayak sekarang , tapi guru gurunya bisa menerangkan gitu .

Susah , kalo dari esde saya udah dibiasain diajarin dengan jelas sama guru ampe ngerti . Kalo mau jangan dari esempe dong . Dari pertama masuk SD , harusnya udah KBK . Jadi nggak kagok .

eeh , begitu saya lulus SD , SD saya mulai KBK . Nggak ADILL !!!!

Tapi saya berharapnya , sistem belajarnya diubah gitu loh . Atau bikin yang baru . Coba kalo anaknya males , pasti nggak bakal naek kelas . Hii .. NO WAY ! Kadang saya sebel sama anak anak kelas 2 dan 3. Mereka masih belon KBK . Masih kurikulum 1994 .

Saya yang kelas satu kan terganggu ..

Bukannya saya males ya (mungkin iya , saya males :P) , tapi hampir semua anak setuju kalo KBK tuh diubah !

Saya udah mensurvei , dan hasilnya seperti itu ..

Apa bener semua anak itu males males ?

NGAKU !!

Hai Arancha Shinta
Salut dari Pendidikan Network! Sayang tidak ada lebih banyak orang seperti anda (termasuk dosen) yang berpikir secara dalam dan berani menyampaikan saran begini (Anda umur 11 tahun - hebat!).
Sebenarnya KBK itu bagus dan sangat menguntungkan - sabar saja! Tetapi, cara melaksanakan memang belum begitu jelas buat guru, apa lagi siswa. Di atas, anda campurkan dua hal yaitu 1. KBK dan 2. PAKEM. Mungkin hal-hal ini jadi lebih jelas kalau anda mampir ke http://MBEProject.Net.
Jangan kuatir, proyek ini tidak berbau seperti proyek-proyek zaman dulu, tujuannya meningkatkan mutu pendidikan, bukan mengisi kantong orang tertentu.
Kami juga bikin forum di http://SuaraKita.Com
Kami perlu orang seperti anda sebagai Presiden Indonesia (yang berpikir dan peduli pendidikan).
Salam Hormat, Semoga Sukses dan Selamat Berjuang.
Phillip R., Webmaster
(Ref: http://sltp.net/banten.html)
Tanggal: 5 September 2004


Nama: Eva
Dari: Surabaya
Saya: Mahasiswi
Saran: Metode pmebelajaran di dalam KBK itu menurut saya sangat baik, siswa dituntut untuk mengembangkan dirinya sendiri tanpa harus menggantungkan semuanya ke gurunya.... Sehingga jika metode pembelajaran KBK diteruskan diharapkan dapat menghasilkan seorang siswa yang berkompeten di segala bidang keahlian secara mandiri... tidak lagi menunggu instruksi guru untuk mengerjakan tugas-tugas sebagai seorang siswa. kita memang harus sudah membiasakan keadaan pendidikan kita menjadi sesuatu yang berbeda dari sebelumnya, karena jika metode ini tidak dilaksanakan dengan alasan ketidaksiapan.... lantas kapan lagi kita memberlakukan metode ini?????
E-mail Pengirim: the_coolest_epha@yahoo.com
Tanggal: 8 September 2004


Nama: DARMAWAN
Dari: JAWA TIMU
Saya: Siswa SMA NEGERI 1 TALUN BLITAR
Saran: PERLUNYA SOSIALISASI KBK. BANYAK BAPAK IBU GURU YANG MASIH BINGUNG KBK, TERUTAMA MASALAH PENILAIAN.

NANTI SAYA AKAN MENERIMA RAPOT ITU JUMLAHNYA BERAPA ? MACAMNYA APA SAJA ?
E-mail Pengirim:
Tanggal: 9 SEPTEMBER 2004


Nama: vey
Dari: jakarta
Saya: Mahasiswi atmajaya
Saran: menurut saya, kbk adalah kurikulum baru yang dalam pelaksanaannya belum sejalan dengan pengertian sebenarnya, memang bagus tp sekolah di Indonesia yg sebelumnya kurikulum communicative learning saja tdk terlaksana dgn baik, tp nyatanya skrg udah ganti jd kbk yg primary idea adlh output dr siswa, sedangkan input dr gurunya tdk maximal dikarenakan guru hanya sbg fasilitator..semua sekolah yg saya jdkan reaserch di jakarta sudah dominasi menggunakan kbk sbg panduan mereka tp aktivitas di kelas tidak berubah seperti jaman dulu..jd menurut saya kbk skarang ini masih GAGAL TOTAL, yg bagus justru sekolah yg menggunakan sistem 2 bhs/ bilingual, spt global jaya di bintaro..dan 1 lg ciri kbk adlh menggunakan kata (grade 10, 11,12) bukan (kelas 1,2 dan 3).
E-mail Pengirim: salvivoy@yahoo.com
Tanggal: 10 september 2004


Nama: Abdillah Hanafi
Dari: Malang/Jatim
Saya: Dosen UM
Saran: Dalam menghadapi setiap inovasi (saya pandang MBS dan KBK adalah inovasi) yang diperkenalkan oleh pemerintah, atau siapa saja, seharusnya kita tidak apriori. Kita mestinya kaji secara seksama inovasi itu, coba dulu dalam skala kecil, evaluasi hasil uji coba, baru kita kasih komentar dan saran.

Penerapan inovasi yang tidak tepat, akan mengurangi keberhasilan, dan itu menyebabkan kecewa, lalu langsung saja menyalahkan inovasinya.

Tidak setiap inovasi harus diterapkan, karena yang lama mungkin masih baik (sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing sekolah dan daerah)
E-mail Pengirim: wanabid@telkom.net

Terima kasih Abdillah Hanafi
Saya sangat setuju dengan proses "uji coba", tetapi KBK suda diuji coba dan sudah berhasil di banyak negara jadi saya merasa tidak perlu diuji coba lagi. Dokumentasi hasilnya juga sudah banyak sekali. Apa lagi KBK dibanding dengan "Kurikulum Asal Hafal Saja" (KAHS) sudah terbukti. Kami sudah menyaksikan bahwa kemandirian anak dan kemampuan anak dalam kreativitas dan inovasi sudah rendah.

Yang bermasalah adalah Kurikulum dan kompetensi-kompetensi sendiri yang mungkin kurang tepat dan jelas - perlu diperbaiki. Juga persiapan kepala sekolah dan guru untuk pelaksanaan di lapangan sangat kurang.
Salam Hormat dan Selamat Berjuang
Webmaster

Tanggal: 12-09-04


Nama: achmad nurul falah
Dari:
Saya: Mahasiswa semarang
Saran: kbk sungguh kurikulum yang luar biasa untuk masa depan. mengapa? karena kbk, kurikulum yang sangat cocok dengan kondisi siswa-siswa sekarang, namun banyak dari kalangan guru-guru yang belum tahu apa itu kbk, mereka belum menerapkan kbk sama sekali. mereka lebih enjoy dengan cara mengajar yang lama. oleh karena itu kbk sangat cocok untuk masa depan, untuk mahasiswa- mahasiswa sekarang baru diperkenalkan kbk, saya harap bisa profesional.
hidup mahasiswa!!!
E-mail Pengirim: arul@myquran.org
Tanggal: 28 september 2004


Nama: Yda Otnayrus Nadhaw
Dari: Purwokerto/ Jawa Tengah
Saya: Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Saran: Seyogyanya Depdiknas Berikan Syllabus/ GBPP tentang Mata Pelajaran bahasa inggris secara lengkap dan koheren, because banyak siswa selepas pendidikan menengah masih belum bisa berkomunikasi dengan baik. hal ini mungkin guru dalam memberikan pelajaran masih meraba-raba kurikulum.
E-mail Pengirim: usa_riamu@yahoo.com
Tanggal: 28 september 2004


Nama: CRISEVTO
Dari: JAKARTA BARAT/DKI
Saya: Guru SMA
Saran: Pelaksanaan KBK masih terseok-seok, menurut saya ini proses yang wajar setelah sekian lama kita menggunakan kurikulum yang berorientasi pada guru sebagai narasumber, model, fasilitator, dll. Sebaiknya pemerintah harus memberikan pelatihan, seminar, workshop kepada para guru. Jangan hanya menyuruh/mengharuskan guru melaksanakan tetapi pembekalan/persenjataannya sebagai guru yang siap tidak dilakukan. BERILAH WAKTU KEPADA GURU UNTUK BERADAPTASI DAN MENGENAL KBK DENGAN BAIK... JANGAN HANYA INSTAN.
E-mail Pengirim: CRISEVTO@YAHOO.COM
Tanggal: 6 OKTOBER 2004


Name: Dadan Dania
E-Mail: dadandania@yahoo.com
Type of Input: Sampaikan Saran
Comments:
Pada dasarnya sebagian besar guru tidak menyadari hambatan mendasar pelaksanaan KBK yaitu bahwa tradisi bangsa Indonesia dalam belajar adalah menerima informasi terkemas bukan belajar proses, oleh karena itu guru bukan saja dituntut piawai membelajarkan siswa mengenai mata pelajaran/bahan ajar akan tetapi harus berkemampuan membelajarkan siswa secara partisipatif: membiasakan berpendapat, berdiskusi, mencoba melakukan, merenungkan dan mempresentasikan. Sebagian besar guru sangat berkompeten mengajarkan mata pelajaran tetapi sebagian saja yang punya kapasitas membangun dinamika kelas dan merangsang keprakarsaan siswa.
Date: 05 oktober 2004

Nama: zulfi
Dari: padang, sumatera barat
Saya: Mahasiswi universitas negeri padang
Saran: Bila dilihat sepintas KBK ibarat sebuah kapal baru yang akan mengantarkan generasi muda indonesia menjadi manusia yang berkualitas dan memiliki kualitas dan skill life (keterampilan hidup). singkatnya akan mengantarkan mereka ke gerbang kejayaan hidup andai mereka mampu menjadi manusia yang mandiri dan berkelas. Ketika kapal mulai berangkat mulai muncul permasalahan. Para awak kapal (=para guru) ada yang tidak paham dengan KBK itu sendiri dan tidak tahu apa yang mesti dilakukan dengan KBK itu, karena para guru sendiri tidak siap dengan perubahan, malah ada yang salah dalam memamahami kurikulum ini. dan juga para penumpang kapal (=para siswa) tidak tahu dan juga tidak mengerti kemana tujuan kapal KBK akan berlayar membawa mereka.selama ini mereka sudah terbiasa enak, dikupas dan disuapi dengan pisang yang matang oleh para awak kapal (para guru), artinya sudah biasa malas dan manja. (malas membaca dan terbiasa menyalin hasil keringat teman ketika ada PR atau ujian).

Untuk mu para siswa , sadarilah bahwa kemalasanmu adalah mula petaka yang akan mengantarkanmu pada kesengsaraan. MEmbaca adlah jendala dunia. Bangunlah sayang dan lipat selimut mu untuk menjadi generasi yang cerdas dab mandiri.

Untuk mu npara ibu dan bapak guru, jangan lagio meninabobokan anak-anakmu dengan dongend-dongeng mu dan menjadikan mereka bejana bocor menyampung cerita cerita mu yang membosankan mereka. ajaklah dan didik anak-anak indonesia menjadi manusia yang mandiri dan mau membaca, agar mereka cerdas dan mampu menggapai masa depan cerah.

Untuk para s
E-mail Pengirim: chaniago82@yahoo.com
Tanggal: 12 oktober 2004


Nama: novianti
Dari: bekasi
Saya: Mahasiswi UNJ
Saran: bagaimanakah kaitan antara pembelajaran KBK dengan CTL (contextual teaching and learning)???
E-mail Pengirim: viandriy_scp@yahoo.com
Tanggal: 14 oktober 2004

KBK adalah jenis kurikulum, CTL adalah carannya kita menyampaikan kurikulumnya. CTL (PAKEM - Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenankan). Salam dari Webmaster

Nama: Raudhati Johan
Dari: Pekanbaru / Riau
Saya: Guru Pekanbaru
Saran: Dear Gentleman!
Don't be under estimate about the new thing that we haven't tried. Wake up and face the new invention, build our spirit that everything will be O.K.Should we wait and just wait without building our obseesion?
E-mail Pengirim: rdpku@telkom.net
Tanggal: 20 Oktober 2004


Nama: Indah Herawati
Dari: Bengkulu
Saya: Mahasiswa Bengkulu
Saran: Saya mahasiswa Fisika di universitas Bengkulu, KBK masih marak dibicarakan dilingkungan kampus baik mahasiswa maupun dosen,saya sudah banyak membaca buku-buku ataupun artikel yang saya peroleh dari internet, temen juga dosen, disini saya tidak memberi saran tetapi ingin bertanya, apakah pembelajaran langsung efektif diterapkan dalam KBK, dan dapatkah saya memperoleh contoh Rencana pembelajaran yang mengarah pada model pengajaran langsung,demikianlah pertanyaan dari saya atas jawabannya saya ucapkan terimakasih.
E-mail Pengirim: Lampungcoy@yahoo.com
Tanggal: 21 oktober 2004


Nama: Ade
Dari: Dompu/NTB
Saya: Mahasiswi UNY
Saran: KBK, saya sangat mengharapkan para "Ekeskutif Kurikulum" untuk tidak terlalu mengutuk satu pihak atau melimpahkan pada pihak tertentu.

Pemberlakuan KBK memang perlu dan itu sangat mendukung ketika kita menghadapi era globalisasi dan lainnya. Namun, yang perlu di ingatkan SUDAH CUKUP SIAPKAH SEMUA PIHAK PELAKU PENDIDIKAN MENERIMA HAL TSB??

Perlu ditekankan bahwa selain guru, BUKU juga sangat berperan penting!!!

Saat, KBK dikeluarkan seharusnya dilakukan serentak dengan penetiban buku karena hal ini menjadi salah satu faktor penghambat selain ketidaksiapan GURU dan PESERTA DIDIK.

Akhirnya, SELAMAT berKBK ria!!!!!!!!!!!!
E-mail Pengirim: callme_ade17@yahoo.com
Tanggal: 29 Oktober 2004


Nama: Imanuel Prasetyo Adi
Dari: Kediri/Jatim
Saya: Guru SMP Negeri Plosoklaten 1
Saran: KBK adalah Kurikulum Bubrah Kabeh.

Benarkah demikian?

Saya kira tidak harus demikian, yang membuat saya tertarik adalah 'learn how to learn'.

Anak diajarkan untuk mengetahui sesuatu dengan usaha dan sudut pandang sendiri.

Memang ada pro dan kontra disini, tapi bukan kah perbedaan itu membuat guru sebagai fasilitator menjadi profesional? Setidaknya guru juga di buat pusing dengan pembuatan perangkat mengajar sama seperti siswa yang bingung menyikapi cara belajar yang 'aneh' bagi mereka ini.

Hal ini berlaku di sekolah tempat saya mengajar. Siswa yang cenderung 'biasa' akan mengatakan bahwa cara belajar seperti yang lamalah yang mereka inginkan.

Nah ini sudah merupakan pembelajaran KBK yang saya kira sudah masuk pada siswa, yaitu mampu memilih dan menganalisa mana yang lebih bisa diterima oleh mereka, tinggal kita mengarahkan bagaimana 'barang' baru ini dapat dianalisa dan diterima sebagai sesuatu yang membuat mereka belajar lebih mudah.

Jadi saya kira para guru bisa lebih mengembangkan pikirannya tentang KBK.

Untuk yang masih bingung dengan penyusunan perangkat mengajar....

sama saya juga masih bingung.....!
E-mail Pengirim: cocomdotcom@yahoo.com
Tanggal: 18 Nopember 2004


Nama: Rdl
Dari: rantepao/kbk
Saya: Mahasiswa unm
Saran: Banyak orang yang takut dengan KBK, padahal menurut saya KBK itu adalah kurikulum yang sangat menantang dimana siswalah yang menjadi subjel pelaku dari pendidikan. Kurikulum kita yang lalu telah menghasilkan generasi yang sangat pasif, yang sarat dengan KKN, buktinya dalam penerimaan pegawai negeri selalu saja ada uang pelicin. jadi pendidikan masa lalu kita tidak mengajarkan aspek afektif.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 21/11/04


Nama: tia
Dari: banten
Saran: Kurikulum untuk mata pelajaran komputer SD belum lengkap tolong diinformasikan kepada sekolah sekolah. tolong kirimkan keemail saya.
E-mail Pengirim: mutiaarbawati@yahoo.com
Tanggal: 22-11-04


Nama: NINO
Dari: JOGJA
Saya: Mahasiswi JPMIPA,USD
Saran: KBK benar - benar masih membingungkan. Dari salah satu guru yang menjadi narasumber TA saya, saya mendapat komentar bahwa KBK yang terlaksana pada saat ini boleh dibilang hanya 'WATON MLAKU' disini dapat disimpulkan bebahwa banyak sekali guru yang memang benar-benar mengalami kesilitan dan masalah yang sulit dalam pelaksanaan KBK! So sekarang menjadi tugas kita untuk mencari jalan keluar bagaimana cara kita agar dapat mengatasi kendala - kendala itu, bukan hanya mengutuk dan mengkritik saja!Bagaimana apakah anda dapat memberi sumbangan saran????
E-mail Pengirim: NINO_1804@yahoo.com
Tanggal: 25 - 11- 2004


Nama: euglena viridis
Dari: yogyakarta
Saya: Siswi smu negeri yk
Saran: angkatan saya memang belum berkesempatan untuk ikut menikmati kbk. kadang terselip juga rasa iri saat melihat teman-teman saya yang rajin presentasi, punya hari khusus untuk mengembangkan bakatnya, berpikir secara cendekia, serta didorong untuk mengembangkan otak kanan maupun kirinya. kbk adalah bentuk terobosan baru yang sudah selayaknya kita dukung. dukungan itu boleh jadi berupa kritikan-kritikan tajam namun sifatnya membangun,bukan memojokkan.

ada sisi lain dari kbk yang masih mengganjal. jangan sampai kbk justru jadi jurang manganga bagi mereka yang pasif dan pemalu. anak yg demikian perlu motivasi lebih krn sering kali mrk punya ide-ide brilian,tapi tak trsampaikan.

kbk memang belum menampakkan hasilnya secara optimal. tentu itu butuh waktu.try cbc, why not?
E-mail Pengirim: andrian_topz@yahoo.com
Tanggal: 25 november 2004


Nama: Victor.S.R.Hemas
Dari: Tual/maluku
Saya: Guru SMP.Pancasila
Saran: sosialisasi kbk jng hanya di perkotaan saja tolonglah kami di daerah terpencil ini hendaknya di perhatikan karna kami masih agak bingung .
E-mail Pengirim: vicky_eky@yahoo.com.au
Tanggal: 26-11-2004


Nama: moh.hasan
Dari: pamekasan madura/jawa timur
Saya: Mahasiswa universitas negeri surabaya
Saran: KBK merupakan kurikulum yang tidak jelas mengenai sistem perangkat pembelajaran yang digunakan. dirumah saya banyak guru yang bingung memberikan materi KBK dan sistem penilaiannya
E-mail Pengirim: s@antiro_Madurano
Tanggal: 28 november 2004


Nama: Rusno
Dari: Pekanbaru/Tiau
Saya: Guru Yayasan Pendidikan Cendana
Saran: KBK setelah saya renungkan melalui beberapa kajian dan penataran nampaknya lebih cocok dipraktikkan jika:
1. Guru harus dibekali dengan matang tentang quantum teaching karena perlu diingat guru-guru kita umumnya berasal dari IKIP yang nota bene porsi mata kuliah tentang cara mengajar yang modern sangatlah kurang.

2. Dimulai dari kelas 1 SD, sehingga benar-benar kulturnya memang KBK, kalau dimulai dari SMA dan SMP mereka sudah terbiasa dengan gaya lama sulit berubah dengan gaya belajar yang dituntut KBK

3. Idealnya jumlah murid per kelompok belajar maksimal 25 siswa sehingga pelayanan guru bisa maksimal.
E-mail Pengirim: rusnocr@yahoo.com
Tanggal: 30 November 2004


Nama: lilis
Dari: bandung
Saya: Mahasiswi universitas pendidikan indonesia
Saran: bagaimanakah solusi untuk memeratakan kbk diseluruh indonesia. karena ketika saya surpai kesekolah yang dipelosok kota kbk belum berjalan.

apa yang menyebabkan itu semua?

itu disebabkan karena guru sebagai fasilitatorpun belum mengerti benar apa itu kbk.

kemudian, faktor dimana mereka yang akan menerapkan kbk ini tidak mendukung, jadi bagaimana caranya?

tolong kasih solusinya dengan mengirimkan email ke alamat saya.
E-mail Pengirim: Mochi_liez@yahoo.com
Tanggal: 3 desember 2004


Nama: nia
Dari: Gresik/Jawa Timur
Saya: Siswi SMU ......
Saran: KBK baru bisa diterapkan dengan melihat kesiapan semua pelaku pendidik. Penerapannya hrs dimulai dari dini/usia SD shg memberikan pemahaman thd tujuan pelaksanaan KBK. Hrs ada pengelompokan guru yg mengajar dg sistem KBK dg sistem yg lama. PELASANAAN KBK HRS DILAKSANAKAN DG MURNI,JIKA INGIN DIKATAKAN SBG SISTEM YG BERHASIL.
E-mail Pengirim: nya_beny@yahoo.com
Tanggal: 08/12/04


Nama: nia
Dari: Gresik/Jawa Timur
Saya: Siswi SMU ......
Saran: KBK baru bisa diterapkan dengan melihat kesiapan semua pelaku pendidik. Penerapannya hrs dimulai dari dini/usia SD shg memberikan pemahaman thd tujuan pelaksanaan KBK. Hrs ada pengelompokan guru yg mengajar dg sistem KBK dg sistem yg lama. PELASANAAN KBK HRS DILAKSANAKAN DG MURNI, JIKA INGIN DIKATAKAN SBG SISTEM YG BERHASIL.
E-mail Pengirim: nya_beny@yahoo.com
Tanggal: 08/12/04


Nama: meliya
Dari: D.I.Y
Saya: Mahasiswi D.I.Y
Saran: mohon diperbanyak info mengenai instrumen evaluasi berdasar KBK
E-mail Pengirim: meliya@telkom.net
Tanggal: 8 Des 2004


Nama: Aisy'
Dari: Bekasi
Saya: Masyarakat Cikarang
Saran: KBK?? gebrakan luar biasa dlm dunia pendidikan. konsep KBK yang menempatkan siswa sebagai aktif center dan guru just fasilitator merupakan awal kebangkitan dunia pendidikan, walaupun KBK sebelumnya memang bukan barang baru. kreadibilitas guru dalam KBK benar-benar ditantang, karena penerapan KBK membutuhkan seorang guru yang profesional (kreatif & inovatif), seorang guru yang dapat memperkaya dirinya dengan hal-hal yang dapat membuat dirinya mampu menciptakan suasana aktif dan kreatif dalam kelas.
E-mail Pengirim: isyeah1234@yahoo.com
Tanggal: 11 Desember 2004


Nama: FX. Dicky Ariyanto, A.Md
Dari: Jawa Tengah
Saya: Masyarakat Purwokerto
Saran: tahun ajaran baru 2004/2005 sudah dimulai dengan menggunakan sistem KBK. KBK ini merupakan sistem pembelajaran bagi peserta didik. Dimana peserta didik ini berperan aktif dalam proses KBM, sehingga diharapkan peserta didik ini mempunyai kemampuan yang berguna untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.
E-mail Pengirim: Dicky@yahoo.com
Tanggal: 11 Desember 2004


Nama: Rusdiyanto
Dari: purwokerto
Saya: Mahasiswa FKIP- Universitas Muhammadiyah purwokerto, Purwokerto
Saran: berbicara mengenai pendidikan kita, memang tidak lepas dari program kurikulum dari hal ini adalah inovasi baru kurokulum kita yakni KBK. kurikulum ini adalah suatu terobosan dalam program pembelajaran kita yakni yang berbasis pada kemampuan dan penggalian potensi peserta didik kita, sehingga output yang diharapkan mampu mumpuni dalam hal afektif, kognitif dan psikomotorik.

Akan tetapi pemerintah disini tida boleh picik bahkan apriori terhadap KBK ini yang kita anggap suatu perubahan paradigma pendidikan kita, kita jumpai disekolah daerah tertinggal apakah mereka siap bahkan tahu atau mengenal KBK? pelatihan yang dilaksanakan kepada tenaga pendidik memang suatu terobosan baru akan tetapi apakah tidak terlalu instant. mungkin kita mendukung KBK, krena penekanan terhadap tujuan yang lebih komperhensif. suatu kritik untuk pemerintah apakah kurikulum berbasis kompetensi akan berubah menjadi krikulum berbasis kegagalan?
E-mail Pengirim:
Tanggal: 15 Desember 2004


Nama: NUNKI ENDAH
Dari: bekasi/jawa barat
Saya: Guru SMP BUDI MULIA UTAMA
Saran: PELAJARAN BAHASA INGGRIS YANG BERBASIS KOMPETENSI HARUS LEBIH DI MENGERTI OLEH SISWA SMP MAUPUN SMU. OLEH KARENA ITU KITA HARUS LEBIH AKTIF LAGI DALAM MENDIDIK SISWA TERSEBUT DENGAN MENGADAKAN TANYA JAWAB DALAM BAHASA INGGRIS.
E-mail Pengirim: NUNKIENDAH_BUDHIARTI@YAHOO.COM
Tanggal: 17 DESEMBER 2004


Nama: RAHMAT AZIZ UBAIDILLAH
Dari: BANDUNG/JABAR
Saya: Mahasiswa IAIN Bandung
Saran: Pelaksanaan KBK perlu didukung oleh berbagai pihak yang brsangkutan termasuk penyelenggara (pemerintah), harus bisa memfasilitasi kelancarannya. Karena KBK ini menekankan pada ketiga aspek ranah(kognitif,afektif dan psikomoptor) dari siswa. Seiring dengan banyaknya sekolah yang kurang dalam sarana dan prasarana. Sebagai calon guru /guru fisika agak sulit juga untuk melaksanakannya jika hal tersebut kurang memadai terutama pada pelajaran sains (fisika).
E-mail Pengirim: razunet@yahoo.com
Tanggal: 18 DESEMBER 2004


Nama: wahyu Ihwayuda ss
Dari: Denpasar/Bali
Saya: Guru Denpasar
Saran: saya menginginkan kurikulum Teknologi Informasi untuk SMU. kalo bisa dikirim ke email kami
E-mail Pengirim: waplong_bahagia@yahoo.com
Tanggal: 23-12-2004


Nama: Ana
Dari: yogyakarta
Saya: Mahasiswi uny
Saran: KBK memang sebuah kerikulum yang sangaat baik bila di terapkan tp kita perlu menengok sejenak "apakah hal ini jika di terapakan di indonesia sesuai ? melihat budaya kita yang masih senang dengan hal 2* yang meneriam sesuatu dlm kemasan bukan PROSES. oleh krn itu pelaksanaan KBKini seyogyanya di lihat dulu Apakah seluruh kkomponen pendidikan terutama siswa dan guru sebagai pelaku utama telah siap. terimakasih
E-mail Pengirim: estiyana@yahoo.com
Tanggal: 24 des 2004


Nama: kris Jhon
Dari: Tegal/Jawa Tengah
Saya: Mahasiswa TEgal
Saran: Bagaimana mau menerapkan KBK, kalau tenaga pendidiknya belum siap, malahan masih awam tentang apa itu KBK,..? jangan-jangan KBK akan menjadi proyek besar bagi golongan yang "diatas", Perhatikan dulu kesejahteraan para "umar bakri" yang sama-sama mengabdi kepada bangsa dan negara tapi hak mereka belum diakui oleh pemerintah.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 26 Desember 2004


Nama: Sefnat Baru
Dari: Manokwari/ Irian Jaya Barat
Saya: Guru SMK.N.2 Manokwari
Saran: KBK adalah terobosan yang paling jitu guna meningkatkan kualitas pendidikan ditanah air, dengan kata lain penekanannya kepada kesiapan terhadap Guru dan Siswa lebih macth. Namu sayang sebagus apapun Program peningkatan mutu pendidikan kita bila masih bermuatan poilitik tak akan ada manfaatnya.

Contohnya banyak didaerah saya bertugas masih banyak guru yang mengajar bidang study yang bukan bidangnya (guru olah raga mengajar matematika) atau pengangkatan kepala sekolah Teknologi yang tidak faham sama sekali dengan manajemen, apalagi latar belakang pendidikan dari sosial, bahasa indonesia atau PPKN dengan dalih mengamankan amanat dari kepala suku tertentu. Bah, rusak dah pendidikan kita bila terus diintervensi atau diracuni dengan politik, gimjana KBK dapat jalan lebih-lebih berhasil ?
E-mail Pengirim: sefnatijb@yahoo.com
Tanggal: 5 Januari 2005


Nama: Djoko Abdullah
Dari: Kudus
Saya: Dosen Kudus
Saran: KBK buat pendidikan tinggi masih seperti kucing dalam karung, tidak jelas bagaimana menyikapi yang namanya kepmen 232 dan kepmen 045 ? Lalu apakah perubahan penamaan kelompok matakuliah hanya akan lebih membingungkan perguruan tinggi ? dulu MKK sekarang ada juga MKK tapi akronim dari hal yang berbeda.... ualahhhhh ?
E-mail Pengirim: djokoabdullah@yahoo.com
Tanggal: 11-1-2004


Nama: Budiyono
Dari: jayapura
Saya: Masyarakat abepura
Saran: masih banyak guru mengalami kesulitan dalam memahami kbk karena itu mohon segera kirim modul untuk guru -guru dan siswa, dan pilih intruktur yang benar benar baik untuk memberi penataran bagi guru
E-mail Pengirim: dimas_krisna2002@pend.com
Tanggal: 12 januari 2005



Ke Halaman 2 >>

Kembali ke Halamam Utama