|
Saran Anda
Nama: Ferri Andriadi, S.Si Dari: Payakumbuh/Sumatera BArat Saya: Guru SMA 3 Sijunjung Saran: penerpan KBK disekolah pada pelaksanaannya belum bisa dilaksanakan dengan baik, ini disebabkan karena faktor pendukung untuk terlaksananya proses pembelajaran sepenuhnya dipunyai oleh setiap sekolah, contohnya saja jumlah murid dalam kelas yang terlalu banyak sehingga sistem dalam KBK yaitu Privatenya tidak bisi diterapkan E-mail Pengirim: ferri_ssi@yahoo.com Tanggal: 18 Maret 2005
Nama: marni Dari: pati/Ja-teng Saya: Mahasiswi unnes Saran: saya tertarik dengan KBK terutama pada sistem penilaiannya, karena saat ini saya sedang menyusun skripsi tentang hal tsb. mohon bantuannya untuk mencari bahan-bahan/referensi yang terkait dengan sistem penilaian berbasis kompetensi khusus untuk mata pelajaran akuntansi di SMA. terima kasih sebelumnya E-mail Pengirim: arnien@plasa.com Tanggal: 22 maret 2005
Nama: Nursayanti Dari: palembang/sumatera selatan Saya: Mahasiswi ump Saran: dinas pendidikan kurang sosialisasi pengembangan KBK, terutama kepada para guru yang ada di pedesaan E-mail Pengirim: fany_231104@plasa.com Tanggal: 23 maret 2005
Nama: Daniel Dari: wamena/papua barat Saya: Guru wamena Saran: setelah saya membaca dan mencermati pengarahan bapa, saya sebagai guru tertarik dalam hal kurikulum berbasis komptensi yang sedang dilaksanakan pada tahun 2004/2005 ini. kami dari bagian timur indonesia agak sulit untuk menerapkan KBK ini, karena keterbatasan sumber belajar seperti teknologi inforsi sumber buku tentang KBK. oleh sebab itu saya sebagai guru mengusulkan bahwa buku-buku paduan modul KBK segera diterbitkan untuk dipakai dan dapat disosialisasikan bagian timur indonesia khususnya. sehingga dengan demikian tidak ketinggalan informasi teknologi pendidikan. E-mail Pengirim: eldi_wenda@telkom.net Tanggal: 23/3/2005
Nama: diah wahyu Dari: jember jawa timur Saya: Mahasiswi unej Saran: aku mau tanya aja seh ada gak ya yang punya literatur metode pembelajaran meta kognitif aku butuh banget, makasih ya E-mail Pengirim: diah_1484@plasa.com Tanggal: 24 maret 2005
Nama: sigit Dari: semarang Saya: Mahasiswa UNNES Saran: Banyak mahasiswa yang sudah sering kenal dengan KBK, tapi mereka sama sekali belum tahu secara pasti apa itu KBK? apalagi para guru yang sama sekali tidak pernah ingin tahu, jadi ya susah aja untuk menerapkan kurikulum KBK.. E-mail Pengirim: sigit_bio@plasa.com Tanggal: 26 maret 2005
Nama: siti maratussolikhah Dari: karanganyar/jateng Saya: Mahasiswi UNS Saran: salam ta'aruf buat semua. KBK tetep jadi topik menarik sampai nanti kebingungan orang terhapus atau ada kurikulum baru lagi yang diterbitkan pemerintah. betul!!!
saya sendiri masih bingung dengan konsep pelaksanaan KBK di kelas yang sesungguhnya dan tentunya g modal teori thok....
O.K.lah mungkin SMU/SMP favorit atau mobilitas informasi dari pemerintah cepet mungkin tak da hambatan tapi yang ada di desa-desa coba. sosialisasi yang hanya sekali kan bingung gitu lohh...
teman-teman yang ada di forum ini kalo ada informasi lebih tentang KBK terutama pelaksanaan di kelas. tolong y kasih info k email aku. atau malah punya hambatan/ kesulitan dalm pelaksanaanya juga bisa lo....
kita kan bisa sharing. thank you E-mail Pengirim: r_candle@plasa.com Tanggal: 26 maret 2005
Nama: Rip Curl Dari: Surabaya / Jawa Timur Saya: Siswa SMPN 1 Surabaya Saran: KBK lumayan bagus cuma gurunya kok makin enak2an ya... Harusnya meskipun KBK lebih bagus drpada kurikulum 1994 gurunya tetap rajin! Jangan cuma kasi soal, duduk, periksa, bagikan lagi. Mereka kan dibayar untuk mendidik kita bukan untuk memberi nilai. E-mail Pengirim: sartono@sby.dnet.net.id Tanggal: 26 Maret 2005
Nama: VIONA Dari: BANDUNG Saya: Mahasiswi UNISBA Saran: Mohon dibahas tentang kelas model yang sudah dilaksanakan dibeberapa daerah dimana kelas ini dalam proses belajar mengajarnya menngunakan bahasa inggris. E-mail Pengirim: uwieta@yahoo.com Tanggal: 28.03.2005
Nama: bibit agus salim Dari: yogyakarta Saya: Mahasiswa UNY Saran: KBK adalah sebuah kurikulum yang sangat bagus diterapkan untuk kemajuan dunia pendidikan kita, tapi, keterbatasan-keterbatasan yang ada memaksa pelaksanaan seluruh komponen akademisi menjadi tidak maksimal. marilah kita secara moral bantu pelaksanaan Kurilkulum KBK. Hatiku pedih melihat dunia pendidikan kita yang semakin tertinggal dibandingkan dengan negeri tetangga. Seluruh komponen baik itu keluarga yang menitipkan anaknya di lemabaga pendidikan, tenaga pendidik, masyarakat semuanya, pemerintah, maupun dunia usaha/industri yang biasanya digunakan oleh peserta didik membantu secara penuh dan iklas demi kemajuan bangsa, terutama dunia pendidikan. E-mail Pengirim: bibit_as@yahoo.com Tanggal: 28 maret 2005
Nama: ita Dari: bandung Saya: Mahasiswi upi Saran: bagaimana mengimplementasikan kbk dalam mata pelajaran akuntansi? saya masih bingung dengan kbknya sendiri E-mail Pengirim: itaastuti@yahoo.com Tanggal: 28 maret 2005
Nama: parenta Dari: makassar/Sulawesi Selatan Saya: Guru SLTP Unismuh Makassar Saran: KBK seharusnya disertai dengan model pembelajaran lengkap dengan strategi pelaksanaannya sehingga guru tidak bingung ketika ingin mengajarkan materi pembelajaran dan memudahkan guru dalam menentukan metode yang cocok. Kemudian ada pertanyaan saya, mengapa ada penggunaan kata pemelajaran dalam kurikulum SMK, padahal kata tersebut masih dipahami sebagai kata pembelajaran, terima kasih. balas E-mail Pengirim: parenta@BPGUPG.GO.ID Tanggal: 29 Maret 2005
Nama: nurina Dari: semarang Saya: Mahasiswi unnes Saran: saya pengin tahu contoh pembelajaran langsung yang diterapkan diSMA,khususnya biologi. mohon kirim ke email saya. E-mail Pengirim: bodhong_05@yahoo.com Tanggal: 31-03-2005
Nama: ako cebol Dari: ngayogyokarto hadiningrat Saya: Mahasiswa univ negeri Saran: KBK yang menjadi proyek mercusuar dunia pendidikan sangatlah disayangkan apabila menuai kegagalan. KBK itu sangat bagus, walaupun bukan yang terbagus, akan tetapi pelaksanaannya masih menemui banyak banget kesulitan yang perlu diminimalisir oleh kita-kita ini sebagai seorang akademisi yang menjadi tumpuan dan pijakan kemajuan bangsa tercinta ibu pertiwi Indonesiaku yang telah merdeka, maka selayaknya kitalah yang mempunyai kewajiban untuk mewujudkan suksesnya pelaksananaan KBK. siapa mau mewujudkannya bersama saya, sungguh mulia orang tersebut. mari sukseskan proyek pencerdasan seluruh umat bangsa Indonesia. E-mail Pengirim: Tanggal: 1 april 2005
Nama: Ersan A. Romantika Dari: Tasikmalaya/Jawa Barat Saya: Mahasiswa Universitas Galuh Saran: KBK merupakan kurikulum yang menuntut adanya dukungan dari semua pihak sehingga dalam hal ini pemerintah sangatlah perlu memperhatikan bidang pendidikan dengan serius. Terutama bagi sekolah-sekolah yang berada di daerah-daerah yang sangat membutuhkan bantuan baik dalam hal fisik ataupen materi. Karena bagaimana mungkin KBK bisa dilaksanakan tanpa adanya sarana atau fasilitas yang kurang menunjang terhadap lancarnya KBM, karena menurut persepsi saya dalam pengajaran dengan menggunakan KBK, metode yang mungkin sesuai adalah dengan menggunakan metode secara menyeluruh. Artinya suasana kelas harus ditunjang dengan perlengkapan yang mendukung disamping kreativitas guru yang harus pandai membawa siswa terhadap konteks pembelajaran yang nyata sehingga siswa terangsang untuk belajar. E-mail Pengirim: Sandriatika@yahoo.com Tanggal: 01 April 2005
Nama: karina many ansari Dari: makassar/ sul-sel Saya: Siswi SMAN 05 MKS Saran: KBk bikin aku jadi pusiiing, setiap saat ada tugas padahal gurunya jarang menjelaskan emang tiap siswa otaknya sama, saya lebih suka kurikulum dulu yang dimana guru dan siswa sama-sama aktif jadi lebih enak dalam proses belajarnya. E-mail Pengirim: f_ekha@yahoo.com Tanggal: 02 April 2005
Nama: SAKBAN ROSIDI Dari: MALANG JAWA TIMUR Saya: Dosen STIBA MALANG Saran: Competency based Curricullum, Competency based education, Broad based education, Community based school, Local based education, School based management. Do you have enough time and energy and space to explain all of them? I don't think so.
As you clearly speak English and there are literally hundreds of thousands of explanations already on the Internet I don't see the need for another explanation in English. However, explanations are not as important as participating and seeing the benefits to our children, this is what is really important. Try: http://MBEProject.Net.
Our future generations need a quality education that encourages individual growth and creativity if we are to pull ourselves out of this economic hole. As an educator it is the benefits in terms of outcomes that are important and as you speak English very well, and can source the information, I would like to see people like yourself trying to impart iformation to others rather than just being another collector of information. OK, it's time to get active! Let's work together! E-mail Pengirim: sakbanrosidi@plasa.com Tanggal: 3 APRIL 2005
Nama: Edi Hendri Mulayana Dari: Tasikmalaya/Jawa Barat Saya: Dosen PGSD UPI Kampus Tasikmalaya Saran: KBK program setengah hati. Tidak akan jalan optimal manakala guru (terutama di SD) harus berkutat dengan sejumlah tugas-tugas administrasi yang puluhan jumlahnya. semestinya segera ada regulasi tugas-tugas administrasi guru yang proporsional; juga sudah saatnya di SD ada tenaga administrasi khusus. eh. . . mimpi kali ni ye. Jumlah dan sebaran guru SD saja masih masalah. E-mail Pengirim: edihm@upi.edu
Terima kasih Pak Edi RE: "sudah saatnya di SD ada tenaga administrasi khusus" Saya sangat setuju!!! Phillip R. (Webmasrter) Tanggal: 04 04 2005
Nama: Y.Kristianto Ike Wiharjo Dari: Surabaya-Jawa Timur Saya: Mahasiswa Univ.Wijaya Kusuma Surabaya Saran: yang terpenting adalah bukan merubah sistem pendidikan yang ada di negara kita, karena sebenarnya pendidikan di negara kita jika kita lihat dan telaah lebih dalam sebenarnya banyak kemiripan dan itu hanya menjadi suatu isapan jempol dan hanya sebagai "therapy shock" (sementara waktu), yang terpenting adalah RUBAH DULU SISTEM PENDIDIKAN YANG SAAT INI TERCORENG KARENA :
1. KONGKALIKONG PEKERJAAN
2. SEBATAS CARI DUIT
3. PENILAIAN TERHADAP ANAK DIDIK YANG SERING KALI TERLALU SUBYEKTIF.
4. PENDIDIKAN DI INDONESIA MASIH SEBATAS OMONGAN 'ASAL LOE KENAL GUA LOE PASTI LULUS'
5. TERAKHIR, Oiiiiii MAHASISWA PENDIDIKAN ITU TENTANG KEMURNIAN HATI JANGAN DICORENG OLEH TINDAKAN YANG MASIH IKUT KELAKUAN "TIKUS-TIKUS UNDERGROUND YANG BERGELAR SARJANA, TAPI CARI KEUNTUNGAN SENDIRI" ----HIDUP PENDIDIKAN-HIDUP MAHASISWA---- E-mail Pengirim: v13nd@friendster.com Tanggal: 4 April 2005
Nama: Albizzia Sumatrana Dari: Bandar Lampung/Lampung Saya: Mahasiswi Universitas Lampung Saran: Menarik sekali mengikuti perkembangan perkembangan KBK dari teman-teman di berbagai daerah mengenai penerapannya di sekolah. memang banyak sekali kebijakan pemerintah (KBK salah satunya) yang ditetapkan tanpa melalui pertimbangan yang matang. habis kurikulum ini ganti kurikulum itu, besok pakai yang ini besoknya lagi pakai yang itu. mestinya ada evaluasi proses dari kurikulum yang dulu pernah diterapkan, apa kekurangannya lalu diperbaiki pada periode berikutnya.
Mengenai KBK itu sendiri, memang itu sudah berhasil diterapkan di luar negeri, tapi sarana pendukung di sana jelas-jelas komplit. Untuk Indonesia???? Pemerintah tanggung jawab donk kalu mau KBK berjalan lancar lengkapi juga perangkat pendukungnya, agak mendingan buat sekolah-sekolah yang di kota, lha buat sekolah yang di daerah-daerah gimana???
ruang kelas dan jumlah guru saja minim, fasilitas sekolah misal Lab dan sebagainya menyedihkan,gimana mau melaksanakan KBK???? Menurut saya tidak ada salahnya lho meninjau ulang sebuah kebijakan kalau memang kebijakan itu tidak atau mungkin belum layak untuk diterapkan, jadi buat pemerintah KBK itu perlu tahapan, sama seperti membuat rumah fondasinya dulu yang kokoh baru buat bangunan yang megah di atasnya. E-mail Pengirim: pudaandesco@yahoo.com Tanggal: 05 April 2005
Nama: Munawar Dari: Mataram Saya: Mahasiswa yogya Saran: Kalau di negara Barat yang namanya KBK sudah lama di laksanakan, cuman kita baru sadar kalau ternyata kurikulum yang kita laksanakan selama ini kurang memberikan kontribusi yang banyak untuk peningktan belajar siswa, namun dengan kehadiran KBK ini kita kita patut menrimanya dengan riang gembira dan penuh antusias untuk mencari dan mempelajari lagi konsep yang sebenranya tentang KBK karena dimana siswa kita akan dituntut untuk banyak berkreasi dalam belajanya.
cuman yang menjadi masalah sekarang ini bagaimana cara kita untuk mensosialisasikan lebih merata baik itu lewat seminar, lokakarya atau dengan mengirimkan buku-buku tentang latar belakng kemunculan KBK ke setiap seklah-sekolah atau kantor dinas pendidikan biar mereka lebih mengetahui lebih mendalam apa itu KBK lagi .Terutama sekali untuk daerah-daerah luar jawa. yang masih asing dengan istilah KBK bahkan mereka menganggap dengan kehadiran KBK akan menambah baban yang berat di dalam menjalnkan tugas nya sebagai guru. E-mail Pengirim: La_Inwan@yahoo.com Tanggal: 05-04-05
Nama: Husnul Khotimah Dari: Palembang Saya: Mahasiswi IAIN Raden Fatah Saran: keberhasilan pelaksanaan KBK memang tidak dapat dilepaskan dari profesionalitas seorang guru atau kepala sekolah. namun, disamping itu, peran serta masyarakat sebagai kontrol pelaksanaan hasil proses pendidikan di sekolah melalui KBK ini juga merupakan faktor penting. misalnya mengoptimalkan peran serta komite sekolah dan dewan pendidikan.
jangan samapai eksistensi kedua lembaga ini hanya memikirkan kualitas sekolah dari segi finansial saja. tapi juga, dari segi pelaksanaan program sekolah atau pelaksanaan kurikulum sekolah. dengan demikian, diharapkan KBK dapat dilaksanakan dengan optimal. apalagi untuk mata pelajaran agama yang dapat diaplikasikan langsung dalam kehidupan sehari-hari. baik dalam hubungan keluarga, sekolah dan masyarakat. E-mail Pengirim: nunkqie_girl@yahoo.com Tanggal: 05/04/2005
Nama: suprianto Dari: brebes Jawa tengah Saya: Mahasiswa solo Saran: bagaimana caranya agar guru dan murid dapat berinteraksi melalui website. agar masalah penyelanggaraan KBK akan mudah dianalisis oleh berbagai pihak, karena KBK pada dasarnya tidak hanya melibatkan Guru saja E-mail Pengirim: rian_salem@plasa.com Tanggal: 06 april 2005
Nama: Abdul Syukur Dari: DKI Jakarta Saya: Guru SDI Darunnajah Jakarta Saran: Semua guru ingin memaksimalkan segala kemampuannya, namun faktor ekonomi dan tingkat kesejahteraan guru masih menjadi kendala guru untuk memaksimalkan hal itu. E-mail Pengirim: Tanggal: 7 April 2005
Nama: sitti syahriah Dari: Makassar/Sulawesi Selatan Saya: Mahasiswi Universitas Negeri Makassar Saran: Sebaiknya Kurikulum Berbasis Kompetensi dapat segera direalisasikan di setiap sekolah - sekolah yang ada di Indonesia karena pada kenyataannya hanya sekolah tertentu saja yang melaksanakannya. E-mail Pengirim: Tanggal: 7 April 2005
Nama: Fanny Dari: Bandung Saya: Mahasiswi Universitas pendidikan Indonesia Bandung Saran: Dalam semester ini saya sangat diwajibkan menggeluti apa yang dinamakan dengan KBK atau Kurikulum Berbasis Kompetensi, sedangkan menurut saya informasi yang tersedia di Internet kebanyakan hanya berupa artikel- artikel saja, jarang sekali yang berupa sumber dari lembaga- lembaga kurikulum yang bersangkutan yang seharusnya dapat menjadi referensi yang sangat penting bagi kuliah saya. saya mohon dengan sangat untuk dapat melengkapi sumber- sumber dari lembaga kurikulum, selain dari Puskur. E-mail Pengirim: zhutteks_1@yahoo.com Tanggal: 09 April 2005
Nama: Yuliana Dari: Surabaya Saya: Mahasiswi jurusan sastra inggris Saran: sistem KBK itu sangat bagus untuk diterapkan di Indonesia. Seharusnya pemerintah sudah sejak dulu memikirkan konsep KBK yang bagaimana yang bisa diterapkan di Indonesia. Maka dari itu, lebih mudah disosialisasikan ke sekolah dan masyarakat.
Dalam KBK ini siswa harus menjadi aktif dalam semua aktivitas belajar baik di sekolah maupun di rumah. Teknologi sudah maju dan siswa termasuk mahasiswa suda bisa mengakses internet untuk memperoleh pengetahuan tanpa guru menjelaskan terlebih dahulu.
Di luar negeri sana sudah memakai sistem KBK sejak lama.Guru menjelaskan topik pelajaran/ mata kuliah untuk esoknya dan siswa termasuk mahasiswa mencari topic itu dai buku, internet, koran dan sebagainya. Hasilnya adalah siswa sudah mempunyai dasar pengetahuan tentang materi itu sehingga guru hanya menjawab pertanyaan siswa/mahasiswa tentang apa yang sulit dimengerti dari pelajaran itu/mata kuliah itu, tanpa menjelaskan dari awal. Maka tak heran siswa di luar negeri jauh lebih maju dan mandiri daripada kita. Kalau kita sekarang ini tidak memakai KBK, kapan kita ingin supaya anak-anak kita di negeri ini maju?? Saya sangat suka dengan isitem pembelejaran di luar negeri itu.
Hanya yang perlu diperhatikan dari sistem ini adalah kurangya sarana dan prasarana dari pihak sekolah, asumber daya manusia yaitu guru yang kurang cepat melatih dirinya untuk memperoleh informasi lebih banyak, dan juga kemalasan dari siswa yang memang tidak mau aktif.
Kalau guru bisa menggerakkan siswa dengan humor, praktek-praktek langsung tentang pelajaran/mata kuliah (bukan teori saja) dan tanya jawab dengan murid, pasti murid yang kurang aktif jadi lebih aktif. E-mail Pengirim: meevaline_sayank@yahoo.com Tanggal: 09-04-2005
Nama: avik jati utomo Dari: semarang/Jawa tengah Saya: Mahasiswa Universita NegeriSemarang Saran: kurikulum berbasis kompetensi (KBK), termasuk sistem yang unik dan terbilang baru bagi mereka yang awam akan pendidikan. tetapi dengan penerapan sistem ini dengan benar maka hasil yang didapatkan akan lebih optimal daripada kurikulum yang lalu, alasannya dengan KBK ini siswa benar-benar dituntut untuk bisa mandiri dalam belajar, sedangkan guru/pendidik sebagai fasilitatornya yang membantu jika siswa benar - benar mengalami kesulitan. adapun bagi penerapan yang kurang optimal dalam kurikulum ini, entah gurunya yang belum mudeng atau bagaimana tidak tahu, dapat berakibat fatal bagi siswa dan perkembangannya. jadi saran saya baik untuk dikembangkan dengan sistem KBK,juga dengan memberikan persamaan persepsi dikalangan semua pendidik tentang sistem KBK ini. terima kasih. E-mail Pengirim: vik_candikapwd@yahoo.com Tanggal: 12 April 2005
Nama: ian Dari: kupang Saya: Kepala Sekolah kupang Saran: tolong diberikan contoh silabus untuk mata pelajaran Fisika Kelas 9 tentang listrik statis E-mail Pengirim: Tanggal: 14 april 2005
Nama: lina ffitria Dari: bojonegoro/jatim Saya: Mahasiswi unibraw Saran: sebaiknya semua yang ada di suara kita juga di kirim di seluruh sekolah
saya juga mau di kirimi lewat email tentang perkembangan baru E-mail Pengirim: airtifanil@plasa.com Tanggal: 13 april 2005
Nama: anwar Dari: medan Saya: Mahasiswa fis1ka unimed Saran: saya tertarik sama kbk tp klo aku pikir dan yang saya pelajari klo kurikulum kita itu sgt bagus tp apa arti pendidikan itu klo kurikulum tercapai sedangkan target materi itu ngak sampai?? E-mail Pengirim: nihanwar@yahoo.co.uk Tanggal: 15 april 2005
Nama: arigha Dari: NAD Saya: Dosen Politeknik Negeri Lhokseumawe Saran: saya Setuju dengan kurikulum tersebut E-mail Pengirim: arigha_92@yahoo.com Tanggal: 15 April 2005
Nama: ilyan Dari: medan/sumatera utara Saya: Kepala Sekolah medan Saran: guna menciptakan kompetensi siswa yang benar-benar kompeten sebaiknya pelaksanaan kompetensi tidak hanya dilakukan secara nyata hanya di sekolah SMK atau keguruan lainnya tapi sebaiknya juga dilaksanakan di sekolah-sekolah SMU E-mail Pengirim: il82fi@plasa.com Tanggal: 15 april 2005
Nama: a'yun Dari: surabaya Saya: Mahasiswi Um-surabaya Saran: kurikulm baru ini bagus, namun tidak semua orang bisa menguasainya, butuh keuletan dan ketrampilan khusus untuk bisa, kerena guru hanya sebagai fasilitator untuk meng aktifkan siswa.kerjasama yang baik antara guru dan murid akan mendapatkan hasil yang optimal. E-mail Pengirim: piyo2_gress@yaho.com Tanggal: 16 april 2005
Nama: poppi Dari: sumatera barat Saya: Mahasiswa PTN Saran: terus terang saya masih bingung mengenai KBK ini. yang saya lihat di sekolah-sekolah yang memakai KBK, tidak ada perubahan yang mencolok dari memakai kurikulum lama dengan KBK sekarang. KBK yg dipraktekkan di sekolah ini sepertinya tidak terlalu paham dengan konsep KBK itu sendiri. E-mail Pengirim: silmi_ufairah@yahoo. com Tanggal: 19 April 2005
Nama: Longsir Coutry Dari: Ledug. Purwokerto Saya: Mahasiswa universitas Terbaik Saran: Dengan sudah diberlakukannya kurikulum berbasis kompetensi, bukan saatnya lagi pemerintahan memberlakukan sistem sentralisasi pendidikan seharusnya semuanya diserahkan pada sekolah yang bersangkutan. sekolah tersebut yang sanggup mengerti anak didik mereka dari segi geografi anak tersebut sampai psikologi anak. apakah anak tersebut dapat menerima pelajaran atau tidak.
sistem desentralisasi oleh sekolahan akan mencetap anak didik yang lebih jelas dan bermutu dan sanggup bersaing di dunia luar. pemerintahan hanya memberikan kisi-kisi materi pembelajaran saja bukan menerapkan metode pngajaran yang dilakukan oleh sekolah. oleh karena itu saya tidak sepakat dengan adanya evaluasi belajar yang langsung ditetapkan oleh pemerintah, apakah itu bukan kesengajaan atau tidak. apabila soal evaluasi diberikan oleh pemerintahan entar apa dong fungsinya KBK yang sekarang diterapkan. E-mail Pengirim: Asbun83@yahoo.com Tanggal: 19 April 2005
Nama: sunarti Dari: bengkulu Saya: Mahasiswi UNIB Saran: Terus terang saya juga bingung tentang KBK. Saya mohon kalau ada yang bisa memberikan bantuan kepada saya buku apa yang mesti saya baca untuk mengetahui tentang bagaimana kesiapan seorang calon guru dalam pelaksanaan KBK disekolah.Atau penjelasan apa arti kesiapan dan komponen apa yang mesti diteliti dalam kesiapan itu sendiri dalam rangka untuk mengetahui sejauh mana kesiapan seorang calon guru dalam pelaksanan KBK.Tolong dong saya lagi bingung nih mo nyusun skripsi.kirim aja lewat e-mail. E-mail Pengirim: drio05@yahoo.com Tanggal: 20 April 2005
Nama: GEPENG SUDJIWO Dari: PURWODADI, JAWA TENGAH Saya: Guru PURWODADI, GROBOGAN Saran: KBK memang dapat meningkatkan mutu pendidikan dan sekaligus rezeki, harga diri para pelaksana pendidikan terutama guru akan tetapi, para pejabat pada kalangan bawah (dinas P&K) tingkat Kabupaten perlu dimelekkan tentang KBK dulu dan sekaligus sistem MBS. Contoh UAS sudah jelas diserahkan kepada sekolah ee masih juga diembat termasuk seklah yang berkategori SSN dan berakreditasi A. Apa tidak lucu. Kalau memang akreditasi tidak menjadi tingkat keampuhannya kan bisa BAS-nya dibubarkan. Apa Dinas P&K tingkat kabupatennya yang dibubarkan. Kalau P&K kabupaten merasa hebat memang punya soal-soal yang sahih. Kan hampir semua dinas P&K belum memiliki balitbang. Sampeyan kok ono-ono wae. heh. E-mail Pengirim: margilare@plasa.com Tanggal: 20 APRIL 2005
Nama: ika al fata aceh Dari: jakarta selatan Saya: Mahasiswi UIN JAKARTA Saran: saya sepakat dengan guru dari insan cendia serpong, yang bahwa penerapan library learning masih amat jauh di indonesia, tak dapat kita pungkiri belum efisien sekali pemanfaatan pustaka. berimbas pada KBK yang sgt serius untuk di galakakan. jadi start now, we never get trut till begin from our self, isn't. pemerintah dan diknas jaga jgn diam saja melihat kenyatan ini. ada yang mau berkoment personaly, krm e- mail anda ke alamt saya any time,,,, thanks E-mail Pengirim: be_genius06@yahoo.com Tanggal: 19 APRIL 2005
Nama: ardina Dari: balikpapan/kaltim Saya: Masyarakat balikpapan Saran: mohon kbk diperjelas lagi, banyak murid yg masih kesulitan, krn pengajar kurang mengerti apa itu kbk E-mail Pengirim: ce_arudina@yahoo.com Tanggal: 26 april 2005
Nama: Aprilyani Dari: Palembang, Sumatera Selatan Saya: Mahasiswi IAIN RF Palembang Saran: memang layak sich untuk diterapkan kalau semua mengerti dan memahami KBK tetapi kalau KBK sendiri banyak yang belum tahu lah gimana mau menerapkan malah jadi lebih memusingkan kan. so kalau memang mau diterapkan kita mesti memberikan sedetil-detilnya donk biar bisa dengan cepat diterapkan dan dimengerti semua. so anak negeri menjadi lebih cerdas untuk menapaki masa depan. Allahu akbar !!! E-mail Pengirim: inaylirpa@yahoo.com Tanggal: 26 April 2005
Nama: esti Dari: klaten Saya: Masyarakat klaten Saran: KBK emang kurikulum yang sangat bagus, tapi pelaksanaannya cukup menyedihkan. Perubahan kurikulum itu emang penting, tapikan perlu pemahaman yang jelas dan aturan yang jelas pula. Sehingga guru dapat melaksanakan dengan baik, siswa dapat meningkatkan kompetensinya, dan yang paling penting tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Tul......gak? he.....he...... E-mail Pengirim: es_teamaniez@yahoo.com Tanggal: 27 April 2005
Nama: iis riani Dari: purwokerto/jawa tengah Saya: Mahasiswi ump Saran: Seorang guru dalam mengajarkan suatu konsep harus sesuai atau berdasarkan yang diajarkan pada waktu dia belajar di universitas. Misalkan seorang dosen mengajarkan cara mengucapakan kata"black" yang sebenarnya dia sudah tahu dan memahaminya bahwa kata-kata itu harus di baca "blaek" (suara a agak dipanjangkan dan suara e agak sedikit) tapi mengapa sering sekali mereka (guru) mengucapkan dengan seenaknya dengan "blek". Kebiasaan ini di khawatirkan akan menjadi kebiasaan yang buruk karena secara tidak langsung dapat merubah arti dari kata-kata yang dimaksud. Melihat kenyataan ini sangat jelas bahwa mereka tidak mampu menerapkan ilmunya yang diperoleh padahal mereka sendiri yang mencari ilmu itu.ADA APA DENGAN MEREKA??? E-mail Pengirim: isrian_putry26 Tanggal: 28 april 2005
Nama: henry Dari: semarang/jateng Saya: Mahasiswa unnes Saran: kbk masih belum begitu familiar untuk mahasiswa pendidikan untuk kejuruan dan masih banyak kurikulum yang belum diberikan di tingkat calon pengajar tolong kirimkan kurikulum smk bidang industri dan teknologi jurusan elektronika audio video, komunikasi (jika ada) E-mail Pengirim: hnr_1206_stywn@yahoo.com Tanggal: 29 april 2005
Nama: R HERI SETIAWAN Dari: YOGYAKARTA Saya: Mahasiswa UNY Saran: kbk tuh bagus bangat, tapi masih perlu dipertanyakan, cocok gak buat di seluruh indonesia sekarang ini?
yang saya dengar kbk itu cenderung mengarah pada terapannya (praktek), sedangkan terapan itu tidak lepas dari fasilitas dan berapa dana yang digunakan.
Kalo di jawa sich, enak sudah banyak yang memenuhi syarat, tapi kalo diluar uh (jgn berpaling muka) biar atap genteng sekolahpun ada yg belum sempat diperbaiki. Bagaimana kita melaksanakan kbk kalau baru bangunan sekolah saja sudah kayak gitu, itu baru bangunan belum lagi yang lain seperti komputer, buku, alat alat praktek ipa, mesin-mesin untuk stm dan lain sebagainya.
ini masih berbicara dalam pendidikan, kalo diistilahkan dalam kemiliteran "ibarat berperang tanpa senjata" itu pun masih dari segi fasilitas lhoo?!, belum yang lain-lain, makanya orang banyak yang kontra.
untuk itu tolong pada pemerintah, jangan hanya memberikan ide-ide yang cemerlang saja, tapi berikan dulu fasilitas dan dana yang cukup, dan merata di indonesia, sambil memperkenalkan kbk, supaya nantinya kita siap menghadapi kbk bersama-sama. E-mail Pengirim: rherisetiawan@yahoo.com Tanggal: 29 april 2005
Nama: edi syah putra.H Dari: Nanggroe Aceh Darusalam Saya: Mahasiswa FKIP UNSYIAH Saran: kurikulum berbasis kopenten si itu diaceh masih langka karena yang memakai kbk masih dibeberapa sekolah. tapi menurut saya kurikulum kbk itu sama juga kurikulum berbasis masyarakat. E-mail Pengirim: pak_jeng77@yahoo.com Tanggal: 29 hari jumat
Nama: Kanti Dari: Sidoarjo/ jawa timur Saya: Siswi SMP Negeri 1 Sidoarjo Saran: Menurut saya KBK tu ada enaknya ada enggaknya enaknya kalau setiap pelajaran ada ruangnya sendiri jadi setiap jam akan pindah jadi tidak perlu PIKET ngga enaknya murid harus mencari sumber sendiri dan guru hanya boleh menerangkan sedikit kepada murid selanjutnya di beri tugas !!! E-mail Pengirim: c1nt4kU_5m1ithy@yahoo.com Tanggal: 30,04,2005
Nama: Dwi Retno Wulandari Dari: Malang/Jawa Timur Saya: Mahasiswi Malang Saran: Sebagaimana beberapa teman-teman yang lain saat ini saya sedang menyelesaikan skripsi tentang KBK, yang mengarah pada kesesuaian pelaksanaannya di sekolah menengah pertama,tapi saya kesulitan mencari data tentang form KBK itu sendiri dan sistem penilaiannya khususnya pada bidang studi bhs.inggris dan bhs.daerah, mungkin saudara-saudara yang mengetahui dan telah mengirimkannya pada teman-teman yang mempunyai kebutuhan sama dengan saya di atas sudi mengirimkannya lagi ke e-mail saya. Selain itu saya juga membutuhkan penjelasan lebih rinci tentang KBK itu sendiri. Trima kasih sebelum dan sesudahnya E-mail Pengirim: wln_yns@yahoo.com Tanggal: 30 April 2005
Nama: Jeffry Yap Dari: Malang/Jawa Timur Saya: Siswa SMAK Kolese Santo Yusup Saran: Kurikulum ini (KBK), sebenarnya belum dapat diterapkan ke dalam sistem pendidikan di Indonesia karena melihat keadaan sekolah-sekolah di Indonesia sebagian besar sebenarnya belum mampu menerapkan kurikulum tersebut secara optimal.Konsekuensi dari penerapan kurikulum tersebut adalah setiap lembaga pendidikan formal atau sekolah harus memiliki fasilitas yang lengkap, selain itu dibutuhkan tenaga guru yang benar-benar menguasai penerapan kurikulum tersebut. Yang menjadi masalah sampai saat ini adalah Sekolah -sekolah di Indonesia tidak semuanya memiliki fasilitas seperti tuntutan kurikulum tersebut.
Banyak sekolah, terutama di desa dan wilayah terpencil, masih mengalami banyak masalah finansial dan fasilitas bahkan disaat masih menggunakan kurikulum tahun 1994 yang notabene tidak terlalu membutuhkan fasilitas yang lengkap.
Diberlakukannya kurikulum KBK tersebut, umumnya justru semakin memperburuk siswa dalam memperoleh pendidikan pada lembaga formal. Bayangkan saja bagaimana siswa dapat belajar secara maksimal tanpa ditunjang oleh fasilitas yang memadai, karena peran guru hanya sebatas fasilitator serta pembimbing, bukan sebagai pengajar dan sumber informasi, akhirnya disini seorang guru terpaksa "menyimpang" dari peran yang sebenarnya, ia tidak lagi hanya sebatas pembimbing dan fasilitator, namun kembali sebagai pengajar dan sumber informasi seperti cara kasik dulu, hal ini justru menuju pada sistem kurikulum lama dimana peran guru adalah sebagai pengajar dan sumber informasi
Dilihat dari lain sisi, tidak semua guru mendapat pendidikan yang cukup tentang kurikulum ini, terutama guru-guru di daerah terpencil. Mereka hanya sebatas tahu tentang kurikulum tersebut. Cukup sulit memang untuk mengubah cara mengajar guru, yang telah terbiasa menggunakan cara mengajar klasik dimana perannya adalah sebagai pengajar menjadi sosok yang hanya sebatas fasilitator atau pembimbing. Tidak semua guru dapat memahami dan mengatahui batasan antara "pengajar" dan "fasilitator"
Tidak hanya pada guru, siswa saat inipun mengalami masalah yang tidak kalah rumitnya. Siswa sekarang dituntut untuk menguasai minimal 75% dari pelajaran-pelajaran yang mereka dapat. Sangat ironis, bagaimana siswa dapat mencapai nilai 75 dengan fasilitas terbatas seperti ini? Standar nilai 75 dirasakan sangat berat saat ini. Dengan kurikulum lama yang menuntuk siswanya menguasai minimal 60% dari pelajaran saja masih cukup berat untuk meluluskan semua siswa, apalagi dengan standar 75? Hal ini justru memunculkan penilaian yang kurang obyektif dari para guru.
Masalah lainnya adalah tidak semua siswa dapat menerima perubahan yang cukup besar. dalam kurikulum lama siswa telah terbiasa dengan cara pengajaran yang lama, sedangkan pada kurikulum baru ini siswa dituntut dalam waktu yang singkat, para siswa tersebut sudah harus dapat merubah cara belajar mereka. Apakah dengan perubahan seperti itu dapat menjamin sebuah peningkatan mutu pendidikan khususnya bagi para siswa atau pelajar?
Perubahan yang terjadi tidak secara bertahap, sehingga cukup menyulitkan para guru dan siswa untuk beradaptasi dengan kurikulum baru tersebut. Pemerintah dirasa terlalu cepat dalam mengambil keputusan dalam menerapkan kurikulum ini tanpa pertimbangan dan dan melihat potensi yang ada pada lembaga pendidikan secara umum. Hal ini justru sangat mempersulit pihak lembaga pendidikan formal atau sekolah serta berdampak langsung kepada guru dan siswa.
Untuk menanggulangi masalah-masalah tersebut, pemerintah harus dapat memfasilitasi sekolah-sekolah yang ada di Indonesia. Namun dalam kenyataannya, sampai saat ini masih banyak sekolah yang belum memenuhi standar sebuah sekolah yang baik. fasilitas dasar seperti bangku, meja, dan gedungpun masih belum memadai. Apakah masalah tersebut harus dipersulit lagi dengan adanya kurikulum Berbasis Kompetensi ini, yang menuntut fasilitas yang lebih? Ataukah kurikulum ini hanya diperuntukkan bagi sekolah-sekolah "elit" yang memang sudah memiliki fasilitas
yang memadai.
Selain itu, pemerintah juga harus mengadakan program latihan bagi semua guru di Indonesia secara intensif, agar para guru tersebut dapat bekerja secara profesional, sehingga sesuai dengan harapan dunia pendidikan kita.
Melihat kondisi ekonomi negara kita seperti sekarang ini, hampir tidak mungkin bagi pemerintah untuk memenuhi standar yang mereka buat sendiri bagi semua sekolah yang di Indonesia, khususnya di daerah terpencil dan pedesaan. Tidak dapat dipungkiri bahwa dunia pendidikan Indonesia belum siap menerima sebuh perubahan seperti itu. E-mail Pengirim: malfiozo@yahoo.com Tanggal: 1 Mei 2005
Nama: vita windyaningsih Dari: Semarang Saya: Mahasiswi semarang Saran: sistem KBK alangkah baiknya dipertegas lagi demi lancarnya proses belajar mengajar,karena saya masih merasakan kesulitan dalam memahami kompetensi itu sendiri.merdeka E-mail Pengirim: praju@plasa.com Tanggal: 1 mei 2005
Nama: tina rumiyati Dari: pekanbaru/riau Saya: Mahasiswi UNRI Saran: Untuk pelaksanaan KBK seperti yang diharapkan maka perlu kerjasama dari pemerintah, sekolah dan masyarakat. kalo tidak ada maka saya yakin nasib KBK akan sama dengan nasib kurikulum lama dan pendidikan akan tetap terpuruk. dengan KBK, pemerintah menuntut guru untuk profesional. Tetapi apakah pemerintah memikirkan kesejahteraan guru? E-mail Pengirim: tinafml@yahoo.com Tanggal: 3 mei 2005
Nama: mahbub alawi almaliki Dari: lamongan/jatim Saya: Mahasiswa umg Saran: kbk tidak akan bisa tegak seperti apa yg kita harapkan selama negara kita masih tidur karena dg tidurnya suatu negara maka kesejahteraan pun akan terhambat termasuk dlm memfasilitasi institusi-institusi yg ada terutama institusi yg berada di daerah pelosok-pelosok(pedesaan) E-mail Pengirim: k_cemplung@yahoo.com Tanggal: 3/05/2005
Nama: Riza Wahono Dari: jakarta Saya: Kepala Sekolah TechnoNatura Intl School Saran: KBK merupakan sebuah konsep pendidikan yang baik, sayang memang konsep tersebut tidak langsung di berikan tatanan operasionalnya sehingga banyak sekolah yang akhirnya mencoba coba caranya sendiri atau bahkan cuma berganti nama KBK namun inti prosesnya masih sama dengan yang lalu lau.
Kami dari CREATE, Centre for Research on Education, Arts Technology and Entrepreneurship menerapkan konsep sekolah berbasiskan pada Chugach district school pemenang Malcolme baldrige award 2001 di TechnoNatura School, sedang dalam proses membuat sebuah sofware komputer akan yang membantu para manajer, kepsek, guru, dalam mendefinisikan KBK secara utuh, baik dalam hal pendefinisian kompetensi, membuat modul pelajaran yang berkorelasi dengan kompetensi target, pola assesment yang relevan dengan target bahkan sampai pada pelaporan hasil belajar/penguasaan kompetensi tsb ke berbagai stake holders.
harapan kami software ini membuat kerja guru menjadi lebih banyak mengamati/memantau siswa, berdiskusi dgn siswa, ketimbang sibuk dengan hal administrasi semata.
untuk siswa, diharapkan software ini akan memudahkan mereka karena segala target pembelajaran sesuai dengan kompetensi sudah bisa di lihat sebelum dia mulai modul modul pembelajaran,
Ada yang tertarik untuk sama sama gawe ??
let me know would you. Salam A Riza Wahono E-mail Pengirim: riza@trizco.com Tanggal: 4 may 2005
Nama: luna Dari: bandar lampung Saya: Pengamat Saran: KBK, atau kurikulum "orde lama", semuanya adalah suatu "cita2 atau ideal" artinya semua yang telah dirancang di dalam kurikulum tersebut sifatnya "ideal". Siswa yang kemampuannya "ideal" dan juga guru yang "ideal". Bagaimana jika bila gurunya sendiri yang belum berkompeten untuk mengajar secara "kontekstual dan komunikatif dan apapun namanya..." Karna saya lihat guru2 yang mengajar di sekolah negeri masih banyak yang mengajar dengan menggunakan CBSA. Sangat menyedihkan sekali bila melihat sarana dan juga potensi siswa di sekolah NEGERI di indonesia, khususnya lampung E-mail Pengirim: sasmita_moira@yahoo.com Tanggal: 6 mei 2005
Nama: Lidya ernawati Dari: Jogjakarta Saya: Siswi LPGTK Tadikapuri Saran: Maaf mungkin agak melenceng, Saya ingin mendapat informasi tentang TK Kristen yang membutuhkan guru TK. Sungguh sangat disayangkan kalau kita sudah belajar tentang KBK dan siap untuk mengajar tapi ternyata sulit menemukan TK yang perlu guru. Terkadang kendalanya guru yang telah lama dan tua, sulit untuk menerima perubahan2 seperti ini.Saya berharap lewat media ini, kita bisa juga saling beri info mengenai TK.Bisa bantu saya dan teman2 saya yang lain? GBU E-mail Pengirim: lidya_08@plasa.com Tanggal: 8 mei 2005
Nama: Moh. Sofyan, S.Kom Dari: Donggala / Sulawesi Tengah Saya: Guru SMU Negeri 1 Banawa Saran: Menurut saya, dalam pengembangan Sistim KBK guru bukan kesulitan dengan materi pelajaran tapi malah kesulitan dalam penilaian apalagi kalau guru ybs. masih menggunakan sistim penilaian secara manual. Seharusnya kalau ingin bisa lebih efektif apa tidak lebih baik kalau dari pusat merancang software khusus untuk penilaian dalam sistim KBK ini, biar gurunya tidak terlalu kesulitan. itu sih cuma saran aja... E-mail Pengirim: antarezcom@yahoo.com Tanggal: 8 Mei 2005
Nama: mansur Dari: kendari/sulawesi tenggara Saya: Guru kendari Saran: KBK PERLU SOSIALISASI LEBIH INTENSIF KARENA GURU MENGANALOGIKANNYA MENJADI KURIKULUM BERBASIS KEBINGUNGAN E-mail Pengirim: manyaya@yahoo.com Tanggal: 07/05/2005
Nama: Chandra Lesmana Dari: Jakarta Saya: Masyarakat Saran: Greetings,
Bagi rekan-rekan yang memerlukan referensi Silabus KBK 2004 silahkan kunjungi website kami di http://dharmabhakti.cjb.net. Buku-buku yang kami terbitkan: Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah, Kurikulum 2004 Pedoman Pengembangan Silabus dan Model Pembelajaran Tematis SD Kelas I & IV Dilengkapi Pedoman Penilaian Di Sekolah Dasar, Kurikulum 2004 Pedoman Umum Pengembangan Silabus Berbasis Kompetensi, Rencana Pembelajaran (Contextual Teaching and Learning) SMP Bahasa & Sastra Indonesia,Bahasa Inggris, Matematika, Kurikulum 2004 SMK Bidang Keahlian Bisnis & Manajemen, Pariwisata. Program Keahlian Administrasi Perkantoran, Akuntansi, dan Akomodasi Perhotelan, Standar Kompetensi Guru SLB,SD,SMP,SMA, Pedoman Khusus Pengembangan Sistem Penilaian Berbasis Kompetensi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Jilid I (Sains, Matematika, Pengetahuan, Sosial, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Kewarganegaraan, Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa Inggris
Regards, Widya Chandra Lesmana Manager Marketing HP: 08179824750 E-mail Pengirim: wclesmana@plasa.com Tanggal: 9 Mei 2005
Ke Halaman 5 >>
|