Index ForumPendidikan MahalMemperbaiki PemerintahKBK FORUMFORUM UMUMKegiatan ProyekAnggota AktifLinks ProyekKegiatan Pendidikan

The Voice of Indonesian Educators and Learners
TOPIK
"Mengatasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)"
Halaman: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8


Saran Anda

Nama: FITRI N.
Dari: SDA/JATIM
Saya: Mahasiswi UNESA
Saran: Sebagai calon ahli kurikulum di masa yang akan datang, saya mau tanya apa sih kelebihan kurikulum KBK dari pada kurikulum 1994,beserta kekurangan masing-masing, dan apa perbedaan yang mendasar dari kedua kurikulum tsb.? Mungkin dengan bagitu kita semua dapat mengerti mana yang lebih baik ditinjau dari mudorot & kudorotnya. Sehingga nantinya bisa saya tuangkan ke dalam skripsi saya Mohon dibalas. Trima kasih atas perhatiannya.Wass.
E-mail Pengirim: cahaya_biru88@story.co.id
Tanggal: 01 OKTOBER 2007


Nama: rahman. y
Dari: bukit tinggi (sumbar)
Saya: Guru smp n 1 kameg
Saran: ktsp merepotkan saya untuk mengajar karena alokasi waktu kurang untuk mengajarkan materi ipa sehingga pelajaran yang di ajarkan tidak utuh
E-mail Pengirim:
Tanggal: 27 september 2007


Nama: SERAFINA SUNI
Dari: MADIUN/JAWA TIMUR
Saya: Mahasiswi UNINA WIMA MADIUM
Saran: SEBAIKNYA KBK HARUS PERHATIKAN SEMUA RANAH, TETAPI UNTUK RANAH PSIKOMOTORNYA KHUSUS MATEMATIKA PADA MATERI TERTENTU AGAK SUSAH UNTUK MELIHATNYA!TUK BAGAIMANA CARA MENGATASINYA?
E-mail Pengirim: WWW.RIAHAYON.COM.ID
Tanggal: SABTU


Nama: suci legina fajrin
Dari: cimahi/jawa barat
Saya: Mahasiswi STKIP Siliwangi
Saran: menurutaku KBK tahun ni belum berjalan lancar to pemerintah kita cb dunk pasilitas to kemajuan KBK di tingkatkan jgn sampai anak calon anak bangsa menjadi korban dr ulah tikus2 pendidikan ok...
E-mail Pengirim: chuzoulmate_89@yahoo.com
Tanggal: 29-08-2007


Nama: eko
Dari: cilacap
Saya: Masyarakat cilacap
Saran: mudah mudahan jadi lebih baik ...jangan cuman sekedar sistem...yang intinya ajang cari uang saja.....salut buat guru yang bener....murid yang beres...dan lingkungan yang baik
E-mail Pengirim: pelangi_eko_62@yahoo.co.id
Tanggal: 09-07-2007


Nama: Drs. EDWARD ARITONANG
Dari: Pontianak/KALIMANTAN BARAT
Saya: Guru SMK Negeri 1 Pontianak
Saran: Hendaknya kepala sekolah harus benar-benar diseleksi, kalau bisa harus pernah menjadi Ketua Program dan Wakil Kepala Sekolah, sehingga jalannya sekolah itu benar-benar sesuai dengan harapan Bangsa, Saya melihat kepala sekolah sekarang cenderung makan uang bantuan dari pemerintah pusat dan uang komite
E-mail Pengirim: Thrumen@yahoo.com
Tanggal: 5 Oktober 2007


Nama: Kristoforus
Dari: Surabaya
Saya: Mahasiswa Seminari Menengah Garum
Saran: Proficiat patut diucapkan untuk pemerintah Indonesia yang secara terus menerus telah meningkatkan sistem pendidikan di Indonesia untuk menjadi lebih baik lagi. Sehingga anak negeri ini tidak kalah dengan anak-anak negeri lainnya. KBK sebagai kurikulum yang baru tidak hanya membuat seorang murid pandai dalam hal intelektual saja namum juga sudah memperhatikan sisi Afektif dan Psikomotor. Ini membuat seorang murid tidak hanya pandai dalam Intelektual namun sisi emosi juga turut dikembangkan. ini penting untuk terus dikembangkan mengingat bayaknya orang pandai di negeri ini yang hanya pandai dalam hal Intelektual tapi sisi emosi tidak dikembangkan, hasilnya bom yang meledak dimana-mana, pengrusakan. Pendidikan yang baik kiranya dapat mengembangkan 3 hal yaitu Etos, Logos, dan Pathos.

Lihat juga mengenai pelaksanaan UN. Pemerintah berkata "guru tidak harus terpatok dengan materi yang ada di buku". namun, melihat faktanya kalau guru tidak terpatok pada buku lalu bagaimana nanti dengan UN yang notabene materinya juga dari buku. lalu bagaimana?.

Terima Kasih kiranya itu dapat lebih berguna bagi pendidikan di negeri ini. Non Scholae Sed Vitae Discimus. Pax Christi.
E-mail Pengirim: kinoe_caep@yahoo.com
Tanggal: 20 Oktober 2007


Nama: Leo Agung Bayu
Dari: Rembang
Saya: Mahasiswa Seminari Garum Blitar
Saran: Manusia mempunyai tiga dimensi, pikiran, tindakan, dan perasaan (kepala, tangan, dan hati) Sekolah yang hanya mengutamakan otak tanpa melihat hati, dan tangan, akan membuat manusia tidak seimbang, ke-holistikan, kega aspek tersebut sudah ada dalam KBK (yg murni). Lalu Ujian nasional sudah mampu melihat aspek otak, sedangkan hati dan tangannya?
E-mail Pengirim: singo_agung@telkom.net
Tanggal: 17 Febuari 2008


Nama: Indrawan Cahyadi
Dari: Yogyakarta
Saya: Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga
Saran: sistem pembelajaran masih kurang memuaskan. sebab nilai nim yang saat ini sudah hampir kurang lebih 5,00, sedangkan kemampuan siswa yang ada pada saat ini belum semua mnecapai nilai tersebut. ini dikeranakan sistem pengajaran yang ada di ruang kelas kurang educatif, kebanyakan sekolah-sekolah yang ada di Indonesia hanya mementingkan materi saja. sedangkan kemampuan dari siswa itu sendiri kurang diperhatikan. seharusnya pemerintah merancang strtegi yang baru agar mutu pendidikan anak-anak semakin meningkat. tidak hanya di perkotaan saja, tetapi di pedesaan juga bisa mersakan pendidikan yang bermutu.
E-mail Pengirim: indra_bek@yahoo.co.id
Tanggal: 27


Nama: Nani Heriyani Propinsi: Kalimantan Timur 26 October 2007
Saya: Teacher/Guru di SMA Negeri di Samarinda
Di Kota: Samarinda
Topik: KBK Saran / Informasi Saya:

Bagi temen-temen khususnya guru sma yang mengajar bidang ekonomi mohon dapat tukar informasi mengenai silabus pengajaran ekonomi, maupun metode pengajaran untuk kelas I hingga kelas 3. Saya sangat berharap dengan adanya tukar informasi bisa menambah wawasan bagi kami yang ada di daerah. Terima kasih.

Informasi Kontak: E-Mail: nani_heriyani@yahoo.com
Telepon: 0541-7040110


Nama: drs. Agus Suardi M.Si
Dari: Payakumbuh/ Sumbar
Saya: Pengamat sumbar
Saran: KBK sangat baik untuk diterpkan karna akan menggali inovasi dan kreasi dari insn didik yang terlibat dalam proses pembelajaran yang lebih bermakna karena lebih bisa menggali kreatifitas dan temuan baru,tetapi kita harus hati-hati dan merubah pola pikir dari pejabat pengambil keputusan yang belum komit kepada output dan outcome longtime karna keterbatasan kopetensi/kepedulian mereka serta tuntutan program instan yang mengutamakan perolehan hasil lulusan UN yang sempurna kata mereka. karna kelulusan baru didominasi indikator Nilai UN.maka pendidikan bermutu kalau kelulusan 100%. Saran Kalau ingin mendongkrok mutu pendidikan harus kita komit akan mengutamakan kebersamaan dalam keberagam yang kondusif maka para pengambil kebijakan harus bijak dan arif memenet keberagaman yang ada unutk meningkatkan output yang bermakna untuk kehidupannya dikemudian hari thank so much salam Drs Agus Suardi M.Si
E-mail Pengirim: agussuardi.pikumbuah
Tanggal: 27 oktober 2007


Nama: Rasidin,S.Pd, M.Si
Dari: Raha,Muna/Sulawesi Tenggara
Saya: Guru SMK Negeri 1 Raha
Saran: Saran: Hendaknya kepala-kepala sekolah harus benar-benar diseleksi dengan ketat dan punya prestasi maupun kuslifikasi dibidang pendidikan,bukan karena didasarkan atas kepangkatan kedekatan (KKN), mereka punya Visi kedepan bagaimana membangun Pendidkan, standar pemikiran yang dipakai bukan Nasional tapi Internasional, (CV )kalau bisa harus pernah menjadi Ketua dalam setiap kegiatan besar dan pernah menduduki Wakil Kepala Sekolah membidangi kesiswaan, kurikulum, sarana&prasarana,
E-mail Pengirim:
Tanggal: 6/11/2007


Nama: SITI NURBAYANTI
Dari: TENGGARONG / KALTIM
Saya: Mahasiswi UNIKARTA
Saran: KBK Menurut saya ada dampak positif & negatif bagi sebagian siswa khususnya di kutai kartanegara.
dampak positif :
1. siswa bisa belajar dengan mandiri dengan arahan guru.
2. siswa mempunyai psikomotorik yang harus dikembangkan.

dampak negatif :
1. kurangnya penjelasan dari guru

E-mail Pengirim: sitinurbayanti_tp@yahoo.co.id
Tanggal: 12 NOPEMBER 2007


Nama: Zulkarnain Gazali
Dari: Mataram
Saya: Mahasiswa IKIP MATARAM
Saran: SAYA TIDAK PUNYA SARAN APAPUN,,, tapi saya hanya menanyakan,, kenapa KBK hanya di coba saja,,kenapa tidak dijalankan dalam beberapa tahun seperti kurikulum yang lainnya,, apa KTSP sanggup berdiri sebagai kurikulum yang dapat mengatasi masalah pendidikan di INDONESIA (negara tercinta kita ini?????) MUNGKIN SAAT INI HANYA ITU YANG DAPAT SAYA TANYAKAN,,
E-mail Pengirim: choenk_ckp@yahoo.com
Tanggal: 15 NOVEMBER 2007


Nama: Suhanto Kastaredja
Dari: Surabaya/Jatim
Saya: Guru Surabaya
Saran: Dalam penilain Bahasa Inggris SMA khususnya untuk speaking (monolog maupun dialog) memang ada 2 cara, yaitu holististik analitik. Saya kira apabila karena alasan waktu dan jumlah murid yang ,40 siswa, maka saya sarankan dengan menggunakan model penilaian holistik. Ini artinya Bpk/Ibu Guru tidak perlu memerinci dengan kriteria fluency & intonation, vocabulary, comprehensibility, grammar. Cukup dengan kepekaan profesional Bpk/Ibu dapat menentukan secara holistisk. Tapi Bapak/Ibu juga tidak boleh ragu-ragu. Perhatikan dengan cermat penyajian speaking siswa Bapak/Ibu tentukan dulu Bagus sekali, Bagus, Kurang. Nah Bapak /Ibu baru Baik sekali maka kisaran nilaianya 80 s/d 100 kemudian Baik kisaran nilainya 60 s/d 79. Nah yang kuran tentu di bawah 59. Barulah Bpk/Ibu bergerak kisaran nilai yang lebih detail ATAS/TENGAH/BAWAH. Baik sekali atas: 93-100 Tengah 86 - 92 dan Bawah 80 -85. Dst ...Demikian mudah-mudahan. Bapak/Ibu bisa merasa mantap, yakin dan merasa peniliannnya sudah benar/cermat. Selamat mencoba.
E-mail Pengirim: suhantok@yahoo.com
Tanggal: 28 Nop 2007


Nama: Exsa
Dari: SUMUT/ Humbang Hasundutan
Saya: Siswi SMK N2 Doloksanggul
Saran: Saya rasa bahwa sistem pengajaran tahun ini sangatlah merepotkan dan memang sih perlu buat generasi muda tapi jangan membuat para siswa menjadi gelisah dan repot/ hampir sinting atau setengah mati memikiri semua kegiatan sekolah.
E-mail Pengirim: eksa_@yahoo
Tanggal: 04-Desember-2007


Nama: SRI HIDAYATI
Dari: BUKITTINGGI SUMBAR
Saya: Mahasiswi STAIN B. TINGGI
Saran: ASSALAMU"ALAIKUM.W.W.Saya sangat setuju dengan keinginan pemerintah untuk melakukan perobahan,tentu tujuannya kearah yg lebih baik.hanya saja kita tidak bisa melakukan perobahan secara tergesa2.kenapa KBK yg hanya baru berjalan lebih kurang 2 thn,sudah di robah.padahal untuk melihat efektivitsnya butuh waktu kurang lebih 9 thn bukan?sejauh yg saya ketahui KTSP pelengkap dari KBK.Tapi...pada realitanya didalam prakteknya menjadi tidak terarah. A pakah disini guru masih belum paham apa itu KTSP/bagaimana?Mungkin pemerintah perlu memberikan pengayaan pada guru.
E-mail Pengirim: SRI_NISAK@yaho.co.id
Tanggal: 6-12-2007


Nama: Gara-madan
Dari: Purwakarta
Saya: Siswa SMPN 1 Purwakarta
Saran: Kalau Indonesia mau maju. sekolah jangan setiap hari dan pelajaran jangan semua dijejali kepada murid. Menurut saya, lebih baik setiap siswa memilih pelajaran yang akan ia tekuni dalam bidangnya hingga dewasa. Kemudian siswa ke sekolah jika akan berkonsultasi pada guru dan menghadapi tes. semoga pesan saya didengar anda sekalian.
E-mail Pengirim: Wisanggeni_92@yahoo.co.id
Tanggal: 11-12-2007


Nama: Dudung
Dari: DKI Jakarta
Saya: Masyarakat Jakarta
Saran: Dengan adanya sistem KBK di sekolah-sekolah, memang ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya pada intinya adalah mendidik intelektual, berwawasan luas dan berani berargumentasi tetapi harus ditempatkan pada porsinya. Kekurangannya adalah sungguh menyedihkan kalau anak sd harus menerima sistem kbk. Namanya saja SEKOLAH DASAR. Jadi menurut hemat kami, siswa di sekolah dasar harus mengerti dan menguasai yang sifatnya masih dasar. Kalau dasarnya saja belum dimengerti dan belum dikuasai bagaimana mereka harus berargumentasi. Akhirnya juga orang tua yang menjadi kepayahan. Disinilah fungsi guru sekolah dasar harus betul-betul dapat menciptakan anak didik yang kritis tetapi tidak harus dengan kbk. Jika pemerintah mau benahi pendidikan ya sesuaikan saja dengan porsinya.
E-mail Pengirim: kang_maskarebet@yahoo.co.id
Tanggal: 12 Desember 2007


Nama: Muhammad Irzal
Dari: Pekalongan
Saya: Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Jogja
Saran: Pahamilah KBK secara kaafah atau menyeluruh. seorang guru hrs paham tentang KBK sebelum menyampaikan materi karena kalau salah persepsi ttg KBK maka akan salah dalam menafsirkan dan mengimplementasikannya. Pendidikan bukan ajang UJI COBA tapi sebuah proses pembentukan kepribadian, keahlian, ketrampilan dan pengembangan intelektulitas anak didik sehingga dapat membantu negara dalam mencerdaskan bangsa. bangsa ini sedang butuh solusi guna perbaikan mental SDM yang handal, berkualitas, jujur dan bertanggung jawab. bukan untuk diperdebatkan atau hanya bisa mengkritk tapi tak punya solusi.jangan jadi"KERA" lempar mangga sembunyi tangan.
E-mail Pengirim: irzalmuhammad@yahoo.co.id
Tanggal: 14 Desember 2007


Nama: DIAN
Dari: TARAKAN / KALIMANTAN TIMUR
Saya: Mahasiswa Tarakan
Saran: penerapan kurikulum berbasis kompetensi jika sudah diputuskan maka harus segera dilaksanakan.. jangan lagi ada sinyalemen mau merubah kebijakan mengenai KBK karena alasan kurang jelas.. khusus untuk keilmuan di bidang keperawatan seharusnya perlu dilaksanakan secara efektif, dan tidak ada lagi kata-kata kita masih belum siap. tetapi seharusnya perlu ada kesepakatan bersama dalam hal yang saya rasa juga merupakan prinsipal dari sistem KBK itu sendiri.. contoh : ada mata kuliah kebutuhan dasar manusia yang terdiri dari berbagai sistem seperti pernapasan, perkemihan, pencernaan dll. dimana pada saat ujian mahasiswa yang bersangkutan tidak lulus di bagian sistem pernapasan sementara sistem yang lainnya dinyatakan lulus, maka seharusnya mahasiswa tersebut mengulang pada bagian yang tidak lulus saja bukan semua bagian (sementara bagian-bagian yang diulang sudah dinyatakan lulus).. saya sangat bersyukur ada kurikulum yang berbasis kompetensi, dan hal ini menjadikan alat bagi kita dalam hal mencetak SDM yang berkualitas ke depannya... Ayooo semangat mahasiswa perawat dan tunjukan kalau dirimu memang berkompetensi...
E-mail Pengirim: diansby@yahoo.com
Tanggal: 06 Februari 2008


Nama: Adi Purbo Asmoro
Dari: Pacitan/ Jatim
Saya: Mahasiswa Pacitan
Saran: melihat perkembangan Sistem KBK yang telah diterapkan, maka saya sebagaimana makluk sosial yang penuh dengan kekurangan dengan segala daya sebagai mahasiswa sangan merasaterbantu. maka saran yang saya sampaikan mohon KBK ini dikembangkan lagi dengan sistem Cooperative Learning. Sekian dari saya terimakasih
E-mail Pengirim: Agustiyani_86@yahoo.com
Tanggal: 12 Feb 2008


Nama: Leo Agung Bayu
Dari: Rembang
Saya: Mahasiswa Seminari Garum Blitar
Saran: Manusia mempunyai tiga dimensi, pikiran, tindakan, dan perasaan (kepala, tangan, dan hati) Sekolah yang hanya mengutamakan otak tanpa melihat hati, dan tangan, akan membuat manusia tidak seimbang, ke-holistikan, kega aspek tersebut sudah ada dalam KBK (yg murni). Lalu Ujian nasional sudah mampu melihat aspek otak, sedangkan hati dan tangannya?
E-mail Pengirim: singo_agung@telkom.net
Tanggal: 17 Febuari 2008


Nama: Indrawan Cahyadi
Dari: Yogyakarta
Saya: Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga
Saran: sistem pembelajaran masih kurang memuaskan. sebab nilai nim yang saat ini sudah hampir kurang lebih 5,00, sedangkan kemampuan siswa yang ada pada saat ini belum semua mnecapai nilai tersebut. ini dikeranakan sistem pengajaran yang ada di ruang kelas kurang educatif, kebanyakan sekolah-sekolah yang ada di Indonesia hanya mementingkan materi saja. sedangkan kemampuan dari siswa itu sendiri kurang diperhatikan. seharusnya pemerintah merancang strtegi yang baru agar mutu pendidikan anak-anak semakin meningkat. tidak hanya di perkotaan saja, tetapi di pedesaan juga bisa mersakan pendidikan yang bermutu.
E-mail Pengirim: indra_bek@yahoo.co.id
Tanggal: 27 Februari 2008


Nama: Yan Sukmaraga
Dari: Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah
Saya: Mahasiswa UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
Saran: Sistem KBK ini saya rasa sangat menyulitkan siswa dan siswi sekarang sebab sistem ini banyak kegagalan disana sini dan saran saya sistem KBK Ini di hapuskan saja dan kita perlu kembali menggunakan sistem kurikulum 1994 karena lebih efektif dan pemerintah perlu meninjau kembali sistem KBK ini semoga saja.
E-mail Pengirim: www.yan.milan@yahoo.com
Tanggal: 25-APRIL-2008


Nama: fatmawati elfaqih
Dari: jawa timur
Saya: Siswi umm
Saran: ok baik seklai, karena sekarng model pembelajaran berbasis It jadi ketika sekolah hanya mementingkan apa yang ingin di lakukkan pasti akan ketinggaln but semanagt rterus j ya
E-mail Pengirim: ftm_fqh@yahoo.co.id
Tanggal: 2 agustus


Nama: laura Agustina Simamora
Dari: Medan
Saya: Guru SMU Methodist
Saran: Saran saya mengenai kurikulum berbasis kompetensi agar semua guru yang mengajar didalam kelas diberi trainning tentang Kurikulum berbasis kompetensi karena masih banyak guru-guru yang ada di Indonesia belum mengerti tentang bagaimana mengaplikasikannya didalam kelas.Sehingga banyak siswa yang mengeluh tentang cara guru yang mengajar.Padahal sebenarnya tehnik didalam Kurikulum berbasis kompetensi tersebut sangat bagus yaitu dengan mengajak siswa dan guru aktif didalam kelas sehinga proses ngajar mengajar lebih terarah dan termotivasi.Tapi selama ini tehnik tersebut tidak seperti itu jadi proses belajar terasa vacum khususnya dalam mengajar bahasa Inggris sehingga siswa cenderung mengangap bahasa inggris itu sulit padahal kalau guru tersebut mengerti dan mempunyai tehnik yang baik siswa tidak akan bosan dan akan menyukai belajar bahasa inggris.
E-mail Pengirim: laura_mamora@yahoo.co.id
Tanggal: 12 Agustus 2008


Nama: Andi Lolo
Dari: Tarakan/Kaltim
Saya: Siswa SMA Tarakan
Saran: kepada Diknas Tarakan Mohon ditindak lanjuti hasil sertifikasi guru-guru kami yang sampai saat ini belum ada realisasinya. kami sangat mengharapkan secepat mungkin karena guru -guru samarinda telah menerima.
E-mail Pengirim: www.anlo.com
Tanggal: 15 okt 2008


Nama: Iwayan Tjitha Ardika
Dari: Tangerang
Saya: Dosen STPI Curug
Saran: Bapak Menteri Yth: Nama Departemen Bapak sekarang adalah DEPDIKNAS yang dulunya DEPDIKBUD. Saya berpendapat nama yang sekarang tidak sesuai sebab Kata NAS dibelakang mencerminkan luasnya kekuasaan tetapi dari nama lama kata BUD dibelakang mencerminkan Kompetensi/ profesi. Disisi lain dikatakan pendidikan harus berbasis kompetensi. Mohon nama Departemen dipertimbangkan kembali agar sesuai.terimakasih atas perhatian Bapak.
E-mail Pengirim: wayan_tjitha@yahoo.com
Tanggal: 9/11/2008


Nama: dian ashari rahmad aji
Dari: sragen
Saya: Mahasiswa UNS
Saran: sebelumnya maaf. bai instansi yan memberlakukan kbk secra menyeluruh aakah meman sudah tepat ? tatkala sarana dan prasarana antara yan di desa dengan yan dikota jauh berbeda alias yang didesa psrah aja. dengan pemberlakuan seperti itu jelas semakin memperlihatkan kalu kualitas desa dengan kota jauh padahal sebenarnya kan malah sdmnya baik yang di desa insyaa'alloh. . jadi kalu mau buat keputusan ya diliat dulu. . tp jika prasarananya sudah memadai kbk akan dapat lebh memotifasi anak. . dan daya sain anak
E-mail Pengirim: mata_jeli@yahoo.co.id
Tanggal: 10-11-2008


Nama: fendy
Dari: jember
Saya: Mahasiswa Universitas Jember
Saran: mohon beri tahu tentang perbedaan kurikulum 1994, KBK & KTSP. perbedaan tersebut diantaranya materi, RPP, tujuan, penilaian, metode, bahan ajar, bahan kajian, silabus, kerangka dasar dan struktur kurikulum
E-mail Pengirim: cumi_sungai@yahoo.co.id
Tanggal: 14 November 2008


Nama: Dwi hendrik kurniadi
Dari: Bondowoso/Jawa timur
Saya: Siswa SMANJ[nurul jadid]
Saran: system KBK adalah system yang kurang evective untuk pelajar karena system KBK menggunakkn cara reflect maksudnya;keterangan sedikit langsung latihan jadi siswa akan merasa bosan.menurut saya; kita harus mengganti system ini kesystem yang lain yaitu:[KTSDP]
E-mail Pengirim:
Tanggal: 07-12-2008


Nama: agusriwal
Dari: Ombilin/sumbar
Saya: Masyarakat Ombilin
Saran: Assalamu'alaikum, Saran : sy tidak mengerti dengan kebijakan dari pemerintah tentang kurikulum yang selalu berubah - rubah, hal ini akan membuat guru dan murid binggung untuk melaksanakan kurikulum yang akan di jalankan sedangkan mendapatkan bahan seperti buku - buku yang otomatis diganti mendapatkanya susah. jadi saran saya buatlah standa kurikulum standar dan digunankan selamanya seperti Al Qur'an yang dapat digunakan selamanya. terima kasih
E-mail Pengirim: agusriwal@yahoo.co.id
Tanggal: 7/1/2009


Nama: Suhanto Kastaredja
Dari: Surabaya/Jawa Timur
Saya: Guru SMAN 14 Surabaya
Saran: KBK yang menjadi embrio KTSP adalah kurikulum yang terbaik, khususnya Standar Isi Mata Pelasjaran Bahasa Inggris SMA. Mengapa? Disanalah Guru Bahasa Inggris direkomendasikan untuk melatih siswanya trampil berbahasa Inggris baik tulis maupun lisan. Artinya tidak lagi berbasis penguasaan materi(vocab, grammar, pronunciation) saja. Kurikulumnya (KBK, KTSP yang berbasisi Standar ISI) sudah baik. Jadi tinggal gurunya bagaimana melatihnya? Disinilah guru bahasa Inggris SMA dituntut sabar, tlaten, cermat memberikan contoh yang cukup, kepelatihan yang cukup feedback yang cukup, remidi yang cukup. Kalau kemudian siswa SMA belum juga trampil berbahasa Inggris guru perlu mengadakan penelitian kelas (PTK) dicarai penyakitnya dan diberikan obat. Bila tidak juga berhasil guru Bahasa Inggris SMA yang demikian sudah melakukan tugas dengan baik dan ia tetap sebagai guru profesional. Mengapa? Dokter pun juga tidak sedikit yang tidak bisa mengobati pasien! Inilah kemudian fungsi MGMP Bahasa Inggris SMA berembuk untuk memecahkan berbagai problem pembelajaran bahasa Inggris SMA.dari kelas/sekolah masing-masing. Ini kan sama dengan IDIjuga, Ikatan Dokter Indonesia. Pokoknya kita selalu berusaha saja Man proposes God disposes. Marilah guru-guru bahasaInggris SMA di Indonesia tetaplah bekerja dengan sungguh-sungguh. Keberhasilan kita serahkan kepada Tuhan seraya kita doakan agar anak-anak didik kita kelak akan menjadi orang yang berakhlak baik dan berbuat terbaik buat bangsa dan negera Indonesia yang kita cintai. Amin.
E-mail Pengirim: suhantok@yahoo.com
Tanggal: 12 Januari 2009



Ke Halaman 9 >>

Kembali ke Halamam Utama

Mengirim Saran Mengenai Topik
"Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)"

Nama Anda:

Kota / Propinsi:

Saya di

Tanggal Hari Ini:

Saran Anda:

E-Mail Anda:

Mohon Klik Sekali Saja!