|
Nama: m.arif florisadeg Dari: Pekanbaru-Riau Saya: Siswa smkn 2 pekanbaru Saran: walaupun saya siswa, sebenar nya saya tidak tahu menahu masalah pendidikan atau sistim pendidikan yang di atur oleh dik... dan dik... dsb. Tapi, yang saya tahu dan menjadi pertanyaan bagi saya, mengapa biaya pendidikan semakin lama semakin mahal. Mungkin saya rasa saya tidak perlu lagi memberi contoh nya. Karna mungkin setiap sekolah yang ada di seluruh indonesia khusus nya yang negeri, punya "cerita" atau contoh yang berbeda. Tapi yang jelas semua itu hanya punya satu topik yang sama yaitu "apakah semua ortu di indonesia kaya semua, sehingga biaya sekolah anak nya menjadi MAHAL" E-mail Pengirim: arif_flori@yahoo.com Tanggal: 5 januari 2005
Nama: the dreamer Dari: bandung-jabar Saya: Mahasiswa unpas Saran: pemerintah tidak pernah serius menanggapi masalah pendidikan, mereka hanya akan serius jika menyangkut proyek2 yang menambah buncit perut mrereka tanpa sadar halal haram caranya dan tidak peduli siapa yang dirugikan, tunggulah kehancuranya pendidikan sebagai pondasi peningkatan kualitas sdm telah diabaikan, sekolahpun mahal hanya milik orang berduit apa bedanya dengan jaman kompeni dimana rakyat tidak bs menikmati pendidikan, seprti kata eko prasetyo "org miskin dilarang sekolah" memang kenyataanya, orang miskin g boleh sekalipun bermimipi tuk jd ky krn sekolah saja susah...pembodohan cara baru yaitu privatisasi pendidikan dg biaya selangit,untung saya msh bs bermimpi tuk jd ky krn sy kuliah dan bisa cari kerja, mesti ipk saya satu koma...krn sy muak pndidikan hny bentuk baru dari berbagai macam kebohongan, dan pembenaran kesalahan2 pemerintah...,makanya sy adalah pemimpi terutama DreamTheater, sbg inspirasi sy...pengetahuan yang sekarang tengah menghancurkan dunia karena hasrat & nafsu manusia yg serakah...apa bedanya dg binatang???? E-mail Pengirim: metro_mental03@yahoo Tanggal: 5 februari 2005
Nama: ikhwan fillah Dari: tasikmalaya/jawa barat Saya: Siswa SMP 4 CIREBON/SMUI IBNU SIENA TASIKMALAYA Saran: ADA YANG HARUS DIKRITISI DARI MASALAH PENDIDIKAN DI NEGARA KITA,YAKNI:
""MAHALNYA BIAYA OPERASIONAL YANG SANGAT MAHAL!!! TERUTAMA YANG PATUT KITA SEMUA CERMATI DALAM MEMASUKI JENJANG PERGURUAN TINGGI (YANG KAMI AMATI) ,PADAHAL BIAYA TERSEBUT TIDAK JELAS KEMANA AKAN DISALURKAN, HANYA SAJA DILUAR DARIPADA ITU MEREKA MENGATASNAMAKAN UNTUK BIAYA OPERASIONAL PENDIDIKAN,TAPI SEDIKIT YANG BISA KITA RASAKAN DAN SAKSIKAN. WAHAI SADARLAH KALIAN YANG SUKA MEMERAS UANG RAKYAT, NEGARA BUTUH PENDIDIKAN DAN MORAL BUKAN SAJA UANG!!!!!ALLAHU AKBAR!!!! E-mail Pengirim: bangir_21@yahoo.com Tanggal: 05-02-2005
Nama: bayu dwi cahyo Dari: pasuruan/jawa timur Saya: Siswa SMAN I BANGIL Saran: menurut saya pendidikan mahal itu disebabkan oleh makin meningkatnya kebutuhan rumah tangga sekolah untuk pembangunan infrastruktur sekolah itu sendiri. selain kebutuhan siswa akan buku penunjang untuk setiap mata pelajarannya memaksa para murid untuk membeli buku itu walaupun harga buku mahal. SARAN SAYA!....
menurut saya pemerintah sudah berusaha untk mengimbangi biaya sekolah dengan memberikan dana kompensasi sekolah untuk para siswa tidak mampu dan siswa yang berprestasi!.. selain itu dainas pendidikan nasional harus mengadakan investigasi di berbagai sekolah dan perguruan tinggi agar biaya sekolah dapat ditekan seminimal mungkin! E-mail Pengirim: breeze_bayu@yahoo.com Tanggal: 7 MARET 2005
Nama: Arni Hermawan Dari: Bandung Saya: Konsultan lembaga pemerhati anak Saran: tak dapat dipungkiri lagi, memang kenyataannya biaya pendidikan sangat mahal. terbukti dengan semakin meningkatnya jumlah anak-anak yang drop out dari sekolah formal, sebagian besar dari mereka terpaksa keluar atau dikeluarkan dari sekolah kesayangan mereka karena faktor U-a-n-g...., jangan salahkan mereka ketika mereka memilih bunuh diri, ngamen di jalan, berbuat kriminal atau memilih menjadi pelacur anak karena salah satu faktornya adalah mereka tidak memiliki akses pendidikan yang memadai dan memungkinkan.
program wajib belajar 9 tahun ?...., kalau menurut saya bukan wajib belaja tapi "hak belajar" artinya dengan menempatkan pendidikan sebagai hak anak berarti hak itu harus dipenuhi oleh pemerintah khususnya dan masyarakat pada umumnya, jadi anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan sesuai dengan mandat UU No.23/2002 dan Konvensi Hak Anak. jika hak pendidikan anak dianggap hal yang sepele, maka jangan heran jika negeri ini akan dipenuhi oleh preman-preman berdasi yang kerjaannya tiap hari malakin orang, berantem diruang dewan yang terhormat dan mereka menggadai negeri ini, wajar khan? karena disaat mereka kanak-kanak tidak difasilitasi untuk memperoleh hak-haknya khususnya dalam bidang pendidikan. E-mail Pengirim: sdaengcaya@yahoo.com Tanggal: 08 Maret 2005
Nama: Daeng Caya Hermawan Dari: Bandung Saya: Masyarakat pemerhati anak Saran: ketika pemerintah mengumumkan bahwa akan dibuka pendidikan luar sekolah bagi anak-anak tidak mampu, maka saat itupala anak jalanan, anak di slum area berlari kepadaku dan berkata "ibu...saya bisa sekolah lagi dong....., sekolahnya ngga perlu pake seragam khan bu?, terus bayarannya juga murah dan mungkin saja ngga usah bayar....., akhirnya saya bisa sekolah dan mudah2an bisa dapat ijazah buat nyari kerja, doain ya bu". aku turut bahagia melihat mereka, tapi kemudian aku tertegun sedih karena takut itu hanya sekedar gosip atau janji2 palsu...firasatku betul...
ketika anak2 dengan semangat memulai senyum manis belajar diruang apa adanya dan fasilitas ada apanya...tiba2 mereka harus memelas dan melempar buku2 mereka, karena mereka tidak bisa ikut ujian persamaan, mengapa ? karena lagi-lagi uang....mereka bisa ikut upers kalo membayar, lalu apa bedanya dengan bangku sekolah formal, cuma ganti warna baju aja khan ????? kasian mereka....tapi biarkan mereka kudidik agar pandai meskipun ijazah hanyalah impian hampa. E-mail Pengirim: Daeng_Caya@yahoo.com Tanggal: 08 Maret 2005
Nama: Siti Kulsum Dari: Bandung/Jawa Barat Saya: Mahasiswi FIP UPI Saran: Pendidikan memang akan dirasakan mahal apabila kita memang tidak mampu untuk memenuhi segala biaya yang harus kita keluarkan. Selain itu pendidikan akan dirasakan mahal apabila kita memandang pendidikan sebagai aspek konsumtif semata, bukan dipandang sebagai investasi untuk masa depan. Padahal pendidikan akan sangat berpengaruh ke segala sektor. Pendidikan merupakan kunci utama majunya suatu negara. Karena dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, maka akan meningkat pula kesejahteraan mereka. Pada akhirnya pemerintah harus mampu menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan dan mengembalikan kepercayaaan mereka dengan menaikan anggaran pendidikan yang diiringi dengan program-program nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Yang jadai pertanyaan "Kapan kita akan seperti negara maju, bila korupsi saja masih bersemi?" E-mail Pengirim: 033273@student.upi.edu Tanggal: 14 Maret 2005
Nama: mus Dari: jepara jateng Saya: Mahasiswi UNNES Semarang Saran: Assalammualaikum wr,wb.
memang pendidikan sekarang mahal, lalu mau bagaimana, yang penting saat ini adalah tidak menyalahkan siapa-siapa, bekerja keras, belajar sungguh - sunguh dan selalu berdoa sama Allah agar kita selalu diberi kemudahan, dalam rizki dan sekolah kita itu lebih bijaksana. semoga kemudahan itu selalu menyertai kita.... (amin)
wassalammualaikum wr, wb. E-mail Pengirim: armush_6@yahoo.com Tanggal: 15 Maret 2005
Nama: Ermah bte Lamjan Ali Dari: Selangor, Malaysia Saya: Staf Administrasi malaysia Saran: Assalamualaikum!! saya sarankan agar semua pihak bekerjasama dalam menangani masalah pendidikan mahal, ini kerana melalui apa yang saya dapat ketahui bukan masa sekarang je pendidkan mahal tapi ia dah berlaku sejak pendidikan diperkenalkan di Indonesia. Bagi rakyat yang mewah dapat mengatasi tapi bagaimana rakyat yang miskin dan tidak mampu? Fikir-fikirkanlah dan jangan sekali-kali menindas rakyat yang miskin. Tegakkanlah keadilan mereka. Semoga dengan keadilan ini mendapat keredhaan Allah dunia akhirat. E-mail Pengirim: ermaah78@yahoo.com Tanggal: 17 mac 2005
Nama: ahmad affif azizy Dari: semarang Saya: Siswa wonosobo Saran: sampai saat ini pendidikan kita masih terasa mahal. apalagi ditambah dengan kenaikan harga BBM yang lalu. tentunya ini sangat menyengsarakan "rakyat kecil". kekurangseriusnya pemerintah dalam sektor pendidikanlah yang membuat pendidikan amat mahal. tul gak? E-mail Pengirim: johnsitoplasma@yahoo.com Tanggal: 26 maret 2005
Nama: Rudy Maulany Dari: Amersfoort Saya: Masyarakat Nederland Saran: Menarik sekali topik yang dibahas mengenai "Mengapa Pendidikan Mahal".
Kalau dibandingkan dengan di di Europah maka biaya pendidikan yang mahal itu dapat diatasi dengan sistem manajemen pendidikan yang baik dan merupakan suatu partisipasi kerjasama antara pemerintah dan orang tua dimana peran serta pemerintah dalam pembiayaan pendidikan sangat besar.
Akibatnya untuk pendidikan dasar dan menengah hampir gratis demikian juga halnya untuk sebagian perguruan tinggi.
Anggaran pendidikan yang cukup dan sistem jaminan sosial yang baik memberikan kemudahan kepada mereka yang berbakat untuk memasuki pendidikan yang mereka inginkan.
Kesemua dana pembiayaan pendidikan dan jaminanan ssosial ini asalnya dari uang pajak yang dikelola dengan baik dan kembali lagi kepada masyarakat.
Tentunya kalau dibahas mana yang perlu disalahkan kita akan menghadapi suatu "lingkaran setan" yang tak ada akhirnya.
Sekarang yang jadi masalah adalah bagaimana kita dapat mempunyai suatu manajemen pembiayaan sistem pendidikan dan jaminan sosial yang baik melalui anggaran yang diperoleh dari pajak. E-mail Pengirim: maulany@zonnet.nl Tanggal: 27 Maret 2005
Nama: Adi Dari: Surabaya/Jawa Timur Saya: Mahasiswa Saran: Pendidikan Di Indonesia mahal akibat banyak terjadi penyimpangan terutama dalam bidang pendidikan. Korupsi dana pendidikan, terutama untuk daerah-daerah terbelakang merupakan hal yang sudah biasa. oleh karena itu basmi dan hukum mati saja para koruptor terutama para pejabat di lingkungan departemen pendidikan E-mail Pengirim: adi_2005@yahoo.com Tanggal: 30 Maret 2005
Nama: try Dari: jakarta / dki jakarta Saya: Masyarakat jakrta Saran: pendidikan emang penting , tapi pemerintah cuma ngasi iming-iming yang tidak nyata sepeti katanya ingin menggratiskan biaya sekolah namun buktinya nihil, malahan subsidi di selewengkan ke kantong pribadi masing -masing pengurus, dan angka anak putus sekolah kian meningkat bukan mengurang E-mail Pengirim: astersari@yahoo.com Tanggal: 01 april 2005
Nama: hermawan Dari: jogjakarta Saya: Masyarakat yogyakarta Saran: saran supaya pemerintah memikirkan rakyat kecil (kurang mampu).karena saking mahalnya pendidikan, banyak sekali anak2 yang tidak bisa melanjutkan pendidikanya sampai di tingkat atas.bagi yang punya biaya/ berduit sih ga' masalah, akan tetapi bagaimana dengan rakyat yang hanya ekonomi pas- pasan dan kapan akan menikmati kemerdekaan ini.apakah pendidikan hanya di nikmati oleh orang yang berduit saja. tolong pikirkan rakyat kecil. E-mail Pengirim: iwil_cool@yahoo.com Tanggal: 02 April 05
Nama: herman syah Dari: semarang Saya: Mahasiswa UNNES AKT Saran: Menurut saya pendidikan tidak begitu mahal, karena kita untuk mendapat ilmukan tidak mudah, kemudian saya menyarankan kepada rekan rekan mahasiswa se indonesia agar dalam menuntut ilmu dengan sungguh 2 ok
Tidak ada e-mail !!! Mengapa ??? E-mail Pengirim: Tanggal: 05 APRIL 2005
Nama: phatoep Dari: yogyakarta Saya: Mahasiswa yogyakarta Saran: Assalamualaikum
Menurut pendapat saya, pendidikan itu memang perlu biaya, jer basuki mawa bea begitu istilahnya. Tapi komposisi pembebanan biaya pendidikan yang semakin mahal itulah yang seharusnya dipikirkan pemerintah. Jangan sampai mereka yang sebenarnya mampu untuk membayar mendapatkan fasilitas pendidikan gratis. Ya kalaupun semua ingin pendidikan yang gratis maka dapat ditarik kesimpulan bahwa semua adalah warga yang tidak mampu karena hanya rakyat kecil-lah yang pantas untuk mendapat pendidikan gratis dari pemerintah!setuju.....? E-mail Pengirim: uprix_kelix@yahoo.com Tanggal: 5 april 2005
Nama: Yunis Nainingsih Dari: Banten Saya: Guru SDI Darunnajah Ulujami Saran: Sebaiknya tersedia pula lembaga yang berkualitas yang disediakan untuk orang tidak mampu. Biayanya dapat disediakan oleh pemerintah melalui dana subsidi BBM, ya toh! E-mail Pengirim: Tanggal: 8 April 2005
Nama: Baharumsyah Dari: medan/sumatra utara Saya: Siswa yayasan perguruan dipanegara t.tinggi Saran: ilmu/pendidikan itu ibaratanya seperti jarum yang berada ditengah2 sampah yang untuk mendapatkanya memerlukan waktu yang lama dan pengorbanan yang amat besar. nah oleh sebab itu suatu pendidikan menjadi mahal. E-mail Pengirim: ego_ok@plasa.com Tanggal: 16 April 2005
Nama: Nazhifah Dari: Kendari Saya: Siswi smun 4 Kendari Saran: Menurut sy memang biaya pendidikanm di negeri kita cukup tinggi. tetapi, apalah arti biaya yg tinggi dgn ilmu yg kita dapatkan. memang, melihat kondisi perekonomian negara kita yg masih kacau, tp tidak usahlah menambah kekacauan. bagi yg mampu bisa menolong saudaranya yg kurang. dan bagi pemerintah, khususnya anggota DPR, ada baiknya jika gaji anda di berikan sepersekian persen utk mereka2 yg kurang beruntung. bukankah dgn mencerdaskan kehidupan bangsa ini jg akan memajukan negara dan kualitas SDMnya tinggi. cara lain yg bisa dilakukan yakni dgn lebih menggalakkan program ortu asuh. sbnrnya bakay cara, hanya tak ada satupun yg dilakukan secara optimal. ayo..coba cari masukan cara yg lain.. E-mail Pengirim: nurulmoffatt@yahoo.com Tanggal: 23 April 2005
Nama: Nurdiansyah, SP Dari: Samarinda / KALTIM Saya: Masyarakat Gunung Kelua Saran: pendidikan mahal adalah kewajaran, yang tidak wajar adalah penyelengara pendidikan yang mengatas namakan peningkatan mutu dan sumberdaya manusia menjadi tameng untuk memeras orang-orang yang tidak mampu secara ekonomi, pendidikan mahal adalah biaya yang ditanggungkan kepada masyarakat mampu bukan rakyat miskin, kejadian dilapangan adalah penyelenggara pendidikan pura-pura buta mana yang perlu dibantu atau mana yang tidak "hantam rata" kadang bantuan pendidikan juga salah sasaran. pengabdian umar bakrie bisa tercoreng dengan hal "sepele" yang sangat "tidak sepele" ini E-mail Pengirim: ayn_sableng@yahoo.com Tanggal: 26 april 2004
Nama: ita ajeng Dari: jogja Saya: Mahasiswi ugm Saran: biaya pendidikan mahal sudah bertahun-tahun jadi masalah, tapi sampai sekarang ngga ada pemecahan yang signifikan. memang sih, ada pengalihan subsidi bbm buat sektor pendidikan, tapi menurut saya hal itu kurang bisa menyelesaikan masalah. karena jumlah anak putus sekolah dan kurang mampu tidak mampu ditampung dengan subsidi yang hanya sekian persen dari APBN tersebut. pemerintah sendiri dengan pedenya masih membiarkan tikus-tikus koruptor menggerogoti uang rakyat, sampai lupa akan tanggung jawabnya bahwa pendidikan adalah hak setiap anak bangsa dan sudah dijamin oleh negara sendiri. so, kalo dapat subsidi tapi biaya pendidikan tetep selangit ya sama saja. sekolah itu kalo bisa GRATIS!!!orang miskin juga manusia, Bung!! E-mail Pengirim: nash_ku@plasa.com Tanggal: 27 April 2005
Nama: dadan irpansah Dari: bandung/ jawa barat Saya: Masyarakat bandung Saran: pandidikan mahal karena, kebuetuhan akan pendidikan itu sendiri. yang jadi permasalahan adalah ketika biaya tinggi sementara mutu dan sarana tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan. seharusnya biaya itu wajar dalam arti tidak begitu jadi beban, terutanma bagi mereka yang kurang. tapi yang wajar yang bermutu juga lah. terima kasih E-mail Pengirim: ipan_da@yahoo.com Tanggal: 9
Nama: Dina Anggraini Milanda Sari Dari: Jakarta Saya: Masyarakat Jakarta Saran: Saya sangat prihatin dengan biaya sekolah saat ini, meski saya sudah tidak sekolah lagi, tapi saya punya saudara2 dan teman2 yang masih punya tanggungan anak sekolah.
Mungkin bagi orang kaya atau berkecukupan hidupnya tidak menjadi masalah dengan biaya sekolah yang begitu tinggi, asalkan anak mereka mendapatkan pendidikan dan fasilitas yang baik dan berkualitas. Tapi bagi orang2 yang kurang mampu yang sehari hari mencari nafkah hanya untuk hari ini saja, sangat berat.
Jadi bagaimana manusia Indonesia bisa berpendidikan dan menjadi makmur kalau untuk meraih cita2 saja harus mengeluarkan biaya yang sebegitu besarnya. Belum lagi buku2 pelajaran (maaf bukan bermaksud menyinggung siapapun)yang setiap tahun pasti ganti, meskipun siswanya tidak niat beli, karena mereka pikir masih bisa menggunakan milik kakaknya dulu, tetap saja disodorkan dan diberi keringanan untuk membayar dengan cara mencicil (ini yang saya ketahui terjadi di daerah).
Saya pernah merasakan sekolah di jakarta tahun 1991-1993, waktu itu saya SMP, padahal sekolah negeri tapi sangat menekan siswa dalam hal beli buku LKS (kalau siswa tidak punya LKS maka dia tidak bisa mengikuti pelajaran tsb). Apa begitu cara mengajar yang baik di Indonesia, mudah2an saja tidak ada lagi kejadian serupa di bumi Indonesia ini. E-mail Pengirim: sweetdna_ms@yahoo.com.sg Tanggal: 10 Mei 2005
Nama: iwan Dari: jogja Saya: Mahasiswa jogja Saran: kalo memang sarana dan prasarannya sesuai dengan pengeluaran kita kenapa kita harus resah. mengenai maraknya sekolah unggul itu saya sangat setuju sekali karena dengan di adakannya kelas unggul atau sekolah unggul maka anak-anak yang memiliki kepandaian atau kepintaran yang melebihi yang lainya akan tersalurkan. kalau seandainya tidak ada maka mau di bawa kemana anak ini. misal nya dalam satu contoh ada seorang anak yang sangat cepat dalam menguasai pelajran tertentu maka dalam hal ini apakah anak ini akan menunggu kawan lainya baru mata pelajaran itu akan di pindah . E-mail Pengirim: La_Inwan@yahoo.com Tanggal: 11-05-05
Nama: dian Dari: malang Saya: Mahasiswi univ. Negeri Malang Saran: kita ketahui bersama bahwa mahalnya biaya pendidikan aat ini akan berdampak negatif terhadap prospek bangsa, terutama dibidang kualitas SDM yang akan semakin rendah.
seharusnya dalam hal ini kita juga tidak boleh hanya menyalahkan pemerintah saja, karena dalam menjalankan programnya dibidang pendidikan, saya rasa pemerintah sudah cukup berperan besar, tinggal kita sendiri juga harus ikut merasa bertanggung jawab dalam mengoptimalkan jalannya birokratisasi yang bagus dalam bidang pendidikan. E-mail Pengirim: dianpuss@indosat-m3.net
Terima kasih Apakah, anda merasa anggaran untuk pendidikan sudah cukup? Saya barusan omong bersama ibu-ibu di Ciputat pagi tadi dan mereka harus memasukkan anaknya ke SD yang jauh dari rumah karena di SDN yang dekat mereka harus membayar Rp.2.000.000 sebelum masuk. Biaya untuk buku-buku pelajaran sudah menjadi beban berat buat kebanyakan masyarakat. Apakah, ini tanda bahwa "pemerintah sudah cukup berperan besar" Selam Hormat dan Selamat Berjuang! Phillip R. (Webmaster) Tanggal: 22 Mei 2005
Nama: cha2 Dari: JATIM Saya: Mahasiswi Malang Saran: Dalam hal sekolah biaya merupakan faktor utama yang mempengaruhi kelancaran aktifitas belajar mengajar. Katanya guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, tapi mengapa dijaman sekarang ini banyak guru yang mengambil kesempatan guna mendapat keuntungan sebesar-besarnya dari para murid???? Pemerintah pun sama saja katanya adalah pengayom masyarakat tapi dimana SUBSIDI pendidikan yang dimaksud??? Bagaimana Indonesia mau maju kalau para koruptor masih memegang kekuasaan??? Apa mereka tidak pernah memikirkan bagaimana nasib para anak2 yg tidak lagi dapat bersekolah karena terbentur biaya??? E-mail Pengirim: c_cha@plasa.com Tanggal: 23 Mei 2005
Nama: Miranita Dari: Semarang Saya: Mahasiswi UNNES Saran: Assalamualaikum... Pendidikan mahal????? Sebenarnya nggak juga. hanya saja keadaan ekonomi masyarakat yang terlalu memprihatinkan. Nah, yang terpenting sekarang adalah perbaiki dulu ekonomi masyarakat. Tahu sendiri kan, kalau yang ndak dapat pendidikan ya orang2 yang tidak mampu.
Apalagi kalau dikatakan subsidi pendidikan habis untuk para pendidik, sama sekali tidak benar. Bukannya gaji guru di Indonesia itu sangat rendah?????Bahkan karena rendahnya gaji tersebut kualitas pendidikanpun sulit untuk meningkat.
Bagaimana tidak? Kapan seorang guru akan berfikir untuk meningkatkan kualitas anak didiknya, kalau kebutuhan ekonomi saja belum sepenuhnya tercukupi dari gaji yang diterima.Lihat saja di lapangan, kebanyakan para guru mempunyai pekerjaan sampingan.Tidak seperti guru di luar negeri, yang setelah mengajar masih tetap melakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas mengjarnya.
Tapi mungkin pendidikan akan benar2 mahal sekali, kalau saja PTN ndak dapat subsidi lagi. Ya Allah....bagaimana orang tuaku membiayaiku? Jujur saja, orang tuaku hanya guru SD. Dari itu maka aku tahu bagaimana kehidupan para guru. Meskipun begitu, aku tetap ingin menjadi guru, setidaknya guru yang benar2 ingin menyalurkan ilmu kepada muridnya.
Dan tak habis pikir, ketika dulu pernah ada demo gara2 gaji guru dinaikkan. padahal, tahu sendiri saat gaji DPR dinaikkan saja prosesnya cepat sekali. Mohon, perhatikan nasib guru!!!!!!! E-mail Pengirim: ira_3124@yahoo.com
Terima kasih Miranita, RE: "Pendidikan mahal????? Sebenarnya nggak juga.... keadaan ekonomi masyarakat yang terlalu memprihatinkan" Saya setuju! Siapa yang bertanggungjawab untuk ekonomi masyarakat? Bagaimana kalau korupsi diatasi? 30% lebih dari anggaran negara dapat diarahkan ke pendidikan, jadi pendidikan sampai tamat SMU dapat gratis atau jauuuuuuuh lebih murah. PT juga dapat menerima subsidy yang lebih besar.
Orangtua anak kita sangat dibebani dengan biaya pendidikan sekarang, ini kenyataannya! Bagaimana kita dapat mengatasi masalah ini? Memberantaskan korupsi dulu dan membangunkan industri untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat daripada plaza-plaza dan shopping mall (yang khusus untuk yang punya duit). Tanggal: 5 JUni 2005
Nama: A. Natadisastra Dari: bandung/jawa barat Saya: Masyarakat di Bandung Saran: saya kira subtansi pendidikan itu bukan terletak pada mahal da murahnya biaya pendidikan, akan tetapi terletak pada kualitas pendidikan itu sendiri. saya sepakat jika pendidikan harus mahal, akan tetapi tentunya ada beberapa konsekuensi dari mahalnya pendidikan terutama berkaitan dengan kualitas itu sendiri.
pendidikan tidak bisa di nilai oleh uang, karena ada nilai-nilai pendidikan yang tidak bisa di ukur oleh besarnya uang.
menurut saya isu pendidikan mahal telah menyempitkan makna pendidikan pada persekolahan yang dalam kenyataanya memang sangat mahal, pendidikan itu bukan persekolahan bung!
dari sisi "instrumental", kebijakan pemerintah telah menggiring kita pada konsep pendidikan persekolahan,itu bisa kita lihat pada beberapa kebijakan pemerintah yang lebih memprioritaskan persekolahan, pemerataan pendidikan berarti pemerataan sekolah, sehingga di setiap daerah di seluruh indonesia ini wajib ada sekolah. itu salah besar! bagaimana dengan pendidikan di daerah terpencil,yang tidak pernah ada guru yg mau ngajar disana? bagaimana pula pendidikan untuk masyarakat pantai yg mereka lebih suka menangkap ikan dan cari uang di bandingkan dengan sekolah?itu adalah salah satu permasalahan yang terjadi sekarang ini. kurikulum kita tidak relevan, pendidikan kita hanya berorientasi pada persekolahan. dari sisi environmental, yaitu lingkungan masyarakat juga mempersepsikan kuarang baik terhadap pendidikan, masyarakat juga lebih bangga jika anaknya bisa sekolah di sekolah yang bonafid dan mahal.sehingga masyarakat kita cenderung menjadi masyarakat yang gemar sekolah, meskipun pada akhirnya mereka sadar kalo sekolah itu tidak bisa memberikan kontribusi yang lebih terhadap pekerjaan dan penghidupan mereka sehingga mereka di katakan sejahtera.
ini mungkin terlalu idealis, akan tetapi saya yakin idealisme akan mengalahkan kebijakan yang humanis sekalipun. E-mail Pengirim: rawunpermana@yahoo.com
Terima kasih A. Natadisastra,
RE: "ini mungkin terlalu idealis".
Tanpa orang yang ber-idealisme bagaimana manusia dapat maju? Salah satu masalah di negara ini adalah terlalu banyak orang sudah putus asa dan menerima nasibnya. Sayang sekali, karena mereka tidak sadar bahwa nasib kita semua tergantung kita sendiri, dan "kita sebagai bangsa". Kita dapat meruba semua kehidupan kita dan nasib kita (dan cucu kita) bila kita berani dan berusaha. Tidak ada tantangan yang tidak dapat diatasi.
RE: "saya sepakat jika pendidikan harus mahal"
Mahal boleh, tetapi murah atau gratis untuk masyarakat. Ini kewajiban pemerintah. Dan memang mutu sering terkait dengan hargannya, tetapi tidak selalu (Ref: MBEProject.Net).
Semua masyarakat punya hak untuk mengakses pendidikan yang bermutu, berarti harganya harus terjankau sesuai dengan kemampuannya. Pemerintah adalah wajib untuk menjaminkan bahwa semua anak dapat masuk sekolah. Salam Hormat dan Selamat Berjuang! Phillip R. (Webmaster)
Tanggal: 6 juni 2005
Nama: Panggih Dari: Samarinda/kaltim Saya: Masyarakat samarinda Saran: Untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu memang perlu biaya mahal. Bagaimana penidikan bisa bermutu jika kualitas SDM, sarana dan prasarana, fasilitas, kesejahteraan guru, semua cuma alakadarnya. Gakmungkin khan?! Pendidikan yang bermutu adalah mahal adalah logis. Cuma yang menjadi masalah adalah kemampuan ekonomi rakyat yang terbatas.
Solusinya: rakyat disejahterakan atau anggaran pendidikan ditingkatkan, sehingga rakyat yang tidak mampu dapat mengenyam pendidikan yang bernutu. Caranya? Indonesia ini khan surganya para koruptor, yang membikin rakyat miskin ini mereka, kenapa tidak dimusnahkan saja mereka? Merka tidak patut hidup ditengah-tengah masyarakat jika kerjanya cuma menyengsarakan rakyat. Anggaran APBN yang cikorup hingga 30% sudah cukupuntuk membuat pendidikan murah, yang terjangkau rakyat. E-mail Pengirim: Panggih2@plasa.com Tanggal: 10 Juni 2005
Nama: diva mafiya Dari: istana kayangan Saya: Masyarakat dunia Saran: saya merayu, merayu sekali lagi dan merayu supaya jumlah bayaran untuk melanjutkan pelajaran ke peringkat lebih tiggi idak terlalu mahal ya. karena, ramai orang yang tidak mampu di negara ini. sayang sekali kalau anak anak yang sebenarnya genius tetapi berhenti atau tidak meyambung pengajiannya karena tidak mampu. sebaliknya berkerja tidak tentu hala semata mata untuk hidup senang sedikit. ada juga para siswi dan siswa yang berkerja sebagai part time untuk mencari duitlebih untuk kehidupan di rantau orang ketika belajar karena ingin meringankan beban keluarga yg sememangnya tidak cukup duit yang dihantar. oleh itu, kurangkanlah jumlah bayaran itu sedikit ya. bayak lagi bagus.heheeee. E-mail Pengirim: divamafiya@lovemail.com Tanggal: 12/06/05
Nama: Ade Dari: Dompu/NTB Saya: Mahasiswi UNY Saran: Pendidikan mahal? Why not?
Pendidikan mahal mungkin sebuah wacana yang telah lama digulirkan hanya saja penggulirnya belum cukup melihat yang ada di depannya.
Kita sering mendengar tentang sistem yang ada di Malaysia dan Australia bahwa biaya pendidikan lebih mahal dibandingkan di negara kita.
OK, mungkin itu cukup menjadi sebuah alasan yang riil mengingat 2 negara tersebut cukup dekat jika dilihat dari aspek geografis.
Tapi, tolong tengoklah........... pendapatan per kapita mereka sudah berapa kalu dibandingkan dengan kita?
Dan tentu kita masih di bawah mereka.
Saya mengerti, jika biaya pendidikan naik maka akan diikuti dengan pengadaan fasilitas yang cukup memadai.
Dan ironisnya saya tidak yakin dengan itu.
So, PENDIDIKAN MAHAL GA MENJAMIN KUALITAS ATAU OUTPUT YANG BAIK PULA... masih ada sistem yang lain koq bukan dengan mencekik leher rakyat.
MENINGKATKAN MUTU DAN ETOS KERJA PENDIDIK adalah salah satu kuncinya.
E-mail Pengirim: callme_ade17@yahoo.com Tanggal: 13 Juni 2005
Nama: Agus Dari: Situbondo / Jatim Saya: Mahasiswa STKIP PGRI Situbondo Saran: Akhir-akhir ini pemerintah sedang memberantas para koruptor secara besar-besaran, saya kira itu akan bersifat sementara saja orang kapok untuk koruptor kalau masih biaya pendidikan yang cukup mahal, karena kemahalan biaya pendidikan itulah mereka ingin mengembalikan apa yang pernah dikeluarkan selama dia menempuh pendidikan yang cukup mahal, saya kira wajarlah apabila korupsi sulit diberantas selama pendidikan masih mahal, tolong dong kasihan bagi orang miskin tidak bisa sekolah karena biaya yang mahal. kapan kesempatan mereka sekolah .. ?? E-mail Pengirim: Tanggal: 22/06/2005
Nama: Khoirul Anam Dari: Madura / Jawa Timur Saya: Mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya Saran: berangkat dari kata mahal, itu sangat-lah relatif, karena itu ada si kaya dan si miskin. sekolah favorit tentunya butuh banyak duit mungkin menjadi incaran orang yang berduit, tetapi bagaimana orang menengah kebawah yang hanya bisa memilih sekolah biasa-biasa saja. oleh kerna itu pemerintah diharapkan jeli memprioritaskan dana tersebut pada tujuan yang tepat yaitu siswa yang benar-benar membutuhkan. Jangan sampai dana alokasi pendidikan tersebut masih di KKN, kaerna akan berakibat biaya pendidikan bertambah mahal. kualitas pendidikan yang baik dan biaya murah harus kita perjuangkan demi masa depan rakyat dan bangsa, baik yang kaya, miskin, dan masyarakat menengah. agar semuanya bisa mengenyam pendidikan yang sama, tanpa ada yang harus dibedakan (sekolah favorit; non favorit). Prioritaskan anggaran dana pendidikan tersampaikan kepada siswa E-mail Pengirim: xubvehynanz@yahoo.com Tanggal: 30 juni 2005
Nama: WAWAN S Dari: JAWA BARAT Saya: Masyarakat CIKIDANG SUKABUMI Saran: Tolong Iuran Komite Sekolah/SPP dihilangkan atau gratis apalagi diperguruan tinggi jangan terlalu mahal E-mail Pengirim: Tanggal: 2 JULI 2005
Nama: ucha Dari: sidoarjo/jawa timur Saya: Siswi SMA NEGERI 1 SIDOARJO Saran: Pendidikan yang layak dan merata bagi seluruh penduduk Indonesia memang menjadi impian setiap WNI. Gaji guru yang cukup tinggi dapat meningkatkan semangat mengajar mereka, sehingga hasil didikannya pun akan meningkat menjadi lebih baik. Buat apa menggaji pejabat-pejabat yang hanya bermalas-malasan, namun pekerja tanpa tanda jasa seperti guru masih banyak yang belum hidup sejahtera? E-mail Pengirim: uchayess@plasa.com Tanggal: 5 JULI 2005
Nama: Harrys Hutapea Dari: Bogor Saya: Pengamat Bogor Saran: Sesungguhnya biaya pendidikan itu tidak boleh mahal jika itu terjadi artinya sudah ada arah kehancuran bangsa...jadi negara dan pimpinannya harus disadarkan dari kemasabodohan karena mereka hanya mikirin diri sendiri atau keluarganya bukan bangsanya....itu simbol tidak ada cinta kasih yang hanya ada upaya pembodohan bangsa...adalah kebohongan besar kalau mereka menyatakan pendidikan tidak bisa dibuat dengan biaya murah E-mail Pengirim: hhutapea@yahoo.com Tanggal: 5 Juli 2005
Nama: Samsudin Dari: Jawa Barat Saya: Staf Teknologi Indramayu Saran: Konsep subsidi silang BBM vs Pendidikan.
Pada saat BBM (premium) naik dari 1800 menjadi 2400 (sekitar 33%) masyarakat demo gak habis2-nya. Padahal yg punya mobil hanya org kaya . Mahasiswa demo biar masih bisa bawa mobil ke kampus. Pada saat harga air mineral 3000/ltr, tdk ada yg demo. Pada saat biaya pendidikan naik gak ada yg demo.
Sbg info premium di negara luar sdh 9000/ltr, sdgkan di kita 2400/ltr. Apa gak mencret pemerintah nombok subsidi yg sampai saat ini sekitar 9 T/bln. Kita sdh harus realistis menerima harga sesuai pasar, sehingga subsidi BBM bisa dialihkan untuk pendidikan minimal SD s/d SMU (9 T/bln sangat cukup untuk biaya pendidikan), cobalah kita berfikir secara jernih....yang makan subsidi BBM lebih dari 70% adalah orang menengah ke atas yg punya kendaraan pribadi beroda 4 lebih dari satu, yg anaknya bisa kuliah, ngeceng + pacaran pake mobil ber-AC.
Mari kita renungkan mending pendidikan mahal yg dirasakan oleh semua warga atau BBM naik (harga pasar) pendidikan gratis.
Kalo masyarakat kita tdk di-press dg coaching yg baik, tetap akan malas, meminta-minta, tdk mau usaha maksimum dll, alternativ-nya ya korupsi bagi yg ada kesempatan.
Mohon dicermati lebih dalam oleh kita semua. terima kasih.
salam. E-mail Pengirim: pasamsudin@yahoo.com Tanggal: 11 Juli 2005
Nama: Albizzia Sumatrana Dari: Bandar Lampung Saya: Mahasiswi Universitas Lampung Saran: Pendidikan kita mahal karena pendidikan dijadikan komoditas oleh berbagai pihak, mulai dari struktur pemerintah sampai para pengusaha, belum lagi biaya yang mestinya dialokasikan untuk pendidikan dikorupsi oleh mereka yang punya aksess ke sana. saya pikir kalo kita bisa memiliki pemerintah yang bersih dan melakukan efisiensi anggaran kita bisa menikmati pendidikan murah bahkan gratis!!!!!! E-mail Pengirim: albizzia_sumatrana@yahoo.com Tanggal: 15 juli 2005
Nama: ibnu asakir Dari: brebes/jawa tengah Saya: Mahasiswa UNY Saran: Assalamu'alaikum Wr,Wb. pendidikan adalah kewajiban bagi seluruh ummat manusia lebih khusus adalah warga negara indonesia,kenapa demikian karena di Indonesia sendiri sudah jelas dan detail dalam pembukaan UUD'45 yang mengamanatkan bahwa indonesia harus menjadi bangsa yang cerdas dan dapat mencerahkan dalam perilaku kehidup sehari-hari. untuk mewujudkan tujuan tersebut yang tercantum dalam pmbukaan UUD'45 maka mau tidak mau harus melalui pendidikan yang menjadi dasar pembentukan pribadi-badi yang cerdas dan berakhlaq mulia.
nah persoalanya adalah banyak anak-anak bangsa kita yang tidak bisa melanjutkan sekolah apalagi ada yang tidak tersentuh oleh pendidikan. sudah tidak menjadi rahasia umum lagi bahwa mahalnya pendidikan yang menyebabkan pendikan tidak dapat tercapai bahkan tidak tersentuh oleh anak-anak bangsa yang kategorinya "miskin". didalam UU Sisdiknas no 20 thn 2003 telah mengamatkan bahwa anggaran penddikan sebanyak 20% dari APBN, kalau itu dilaksanakan maka saya bisa mengatakan bahwa sekolah itu akan gratis, tetapi kenyataanya tidak diterealisasikan sehingga bisa kita mengatakan bahwa pemerintah sekarang diharapkan lebih serius melaksanakan amanat UU tersebut.Wassalam E-mail Pengirim: asyakir_yes@plasa.com Tanggal: 16 juli 2005
Nama: RUSDIANA Dari: BOGOR / JAWA BARAT Saya: Masyarakat JAKARTA Saran: OTAK GURU NGERES !!! KAYAK TUKANG DAGANG,, KE SEKOLAH SEPERTI MAU BERBISNIS UANG RECEHAN !! ADA JUGA GURU BEROTAK MALING,,KORUPTOR,,GANTUNG !! E-mail Pengirim: lest_graph2000@yahoo.com Tanggal: 16 JULY 2005
Nama: Rizky Oktavianto Ismail Dari: Gorontalo Saya: Siswa SMP Widyakrama Saran: Menurut saya dana untuk pendidikan banyak tersedot ke pembangunan fisik yang banyak menguntungkan pihak ketiga. Seharusnya porsi dana lebih banyak ke pembangunan SDM. Seharusnya tugas kami sebagai siswa hanyalah bagaimana belajar dengan baik, bukan dibebani dengan biaya pendidikan yang memberatkan orangtua. Bagaimana hal ini dapat diatasi oleh pemerintah agar peningkatan SDM di Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara lain? Bagaimana Bangsa ini bisa sejajar dengan bangsa lain, jika kami siswa sebagai generasi penerus sebagian besar tidak bisa menikmati pendidikan yang lebih tinggi karena biaya sekolah yang mahal dan sarana penunjang lainnya yang tidak mampu dijangkau? E-mail Pengirim: rizkyoktavianto@yahoo.com Tanggal: 16 Juli 2005
Nama: rakhmad Dari: semarang,jawa tengah Saya: Mahasiswa IKIP PGRI Semarang Saran: Yang mahal pendidikan atau sekolah. Pendidikan kita tidak lepas dari sekolah, dan sekolah merupakan candu sosial bagi masyarakat. sehingga orang tua membanting tulang,hutang dan nyawapun diberikan untuk biaya sekolah anaknya.
Pendidikan mahal diakibatkan karena adanya kejahatan pendidikan. pelaksana pendidikan belum tentu dengan nurani yang baik, sehingga pendidikan kita dijadikan perusahan untuk mengeruk uang orang tua kita. tetapi kita sadari juga keadaan ini terpengaruh juga oleh kepentingan global
saran saya bagaiman kita mensikapi ini dengan arif dan memberikan solusi alternatif pendidikan yang memihak pada keadilan E-mail Pengirim: mad2005@plasa.com Tanggal: 18 juli 2005
Nama: Andi Subarkah Dari: Bandung Saya: Mahasiswa Azhar University, Egypt Saran: Rekan-rekan!!bicara masalah pendidikan mahal di Indonesia bukan hal yg baru bagi para calon mahasisiwa terutama orangtua;hal ini akan sangat banyak dan panjang faktor penyebabnya. Bpk. Hidayat Nurwahid saja waktu berkunjung ke kairo dengan pasrah hanya bisa menjawab;kalau anggaran RAPBN yang 20% belum turun,pemerintah belum bs dikatakan gagal karena anggaran pengeluaran Negara kita sudah sangat defisit, makanya untuk saat sekrg kita masih bisa memaafkan pemerintah, tapi kawan-2 bilang sampai kapan pak biaya pendidikan kita akan melangit terus??!!
Kawan-kawan!!bisa dibandingkan biaya pendidikan di Mesir ini, semuanya serba gratis. tanpa ada pungutan sepeserpun bahkan untuk belajar saja kita dikasih uang,serta banyak instansi-2 yang mengeluarkan beasiswa bagi yg berprestasi..kawan-kawan!! bukannya saya membanding-2kan negara kita dengan negara dimana saya berada sekarang,tp memang berkaitan dengan opik kita "Mengapa Pendidikan Mahal" hal ini menjadi solusi alternatif bagi kawan-2 yang hendak melanjutkan ke univ. dengan biaya yg relatif murah...untuk selanjutnya hubungi emali saya adja, insya allah info apapun akan saya usahakan bagi,terlebih saat ini saya sedang membawahi sekitar 400 orang mahasiswa asal Jawa Barat, jd klo mau kita tunggu kedatangan kawan-kawan sekalian..karena saya berpikir kita adalah "agent of change" bagi negara kita yg dlm skala mikro adalah masyarakat Tatar Pasundan.thank's E-mail Pengirim: abghy_dar2@yahoo.com Tanggal: 19/07/2005
Nama: Eko Septiantono Dari: Bekasi Saya: Masyarakat bekasi Saran: Apakah mahalnya biaya pendidikan untuk masa yang akan datang biasa menjadi murah ? Saya punya keyakinan bahwa biaya pendidikan akan murah dimasa yang akan datang. Tentu ada alasan mengapa hal ini dapat terjadi. dan sayapun dapat menjamin biaya pendidikan akan menjadi murah, jika kita, dari penentu kebijakan dibidang pendidikan sampai pengguna dan yang menikmati kegiatan pendidikan punya satu sikap " TEGAS dan JUJUR " baik pemerintah lewat instansi yang membidangi sampai pengelola pendidikan negeri maupun swasta hingga individu sebagai pengguna dunia pendidikan sama sama mempunyai sikap tegas dan jujur.
Tegas dalam arti mengikuti semua aturan main yakni undang-undang maupun peraturan-peraturan yang ada.
Jujur dalam arti tidak berusaha untuk memanipulasi terhadap ketentuan-ketentuan yang kita pakai dalam kegiatan operasional.
Ketegasan dan kejujuran inilah yang akan mmenghambat terjadinya segala bentuk manipulasi. Sedangkan manipulasilah yang membuat munculnya biaya-biaya siluman yang ada tapi sebenarnya tidak ada. Dengan hilangnya kesempatan memanipulasi akan mengakibatkan biaya-biaya yang sebenarnya terjadi akan terlihat sangat lebih kecil. E-mail Pengirim: pr14_bagus@yahoo.com Tanggal: 20 Juli 2005
Nama: Iput Dari: Amsterdam " Negeri Kincir Angin" Saya: Pengamat ZMA Capital & Co Saran: Everything has a price and quality. Kalau mau pendidikan yang bermutu harus dimulai dari diri sendiri, dengan belajar yang baik dan creative. Saya sendiri juga dari keluarga yang pas-pasan hanya bisa cukup untuk makan. Tapi tekad dan kemauan saya untuk belajar keluar negeri luar biasa. Sekarang sudah internet lebih gampang cari informasi bea-siswa di mana2. Belajar yang sungguh dan tekuni dan pakai apap yang pernah dipelajari untuk mencari bea-siswa......ngomong saya mengantungi ijazah dari Europe dan US..........dan semua info- untuk mendapat ada........kedutaan/konsulat negara masing di Jakarta. Ngak perlu ke jakarta ke Warnet 1 jam aza dapat 1 gudang info beasiswa. Good Luck E-mail Pengirim: balibeertje@netscape.net Tanggal: 26-07-2005
Nama: nafa Dari: malang Saya: Guru seluruh negeri Saran: tolong dong jangan sia-siakan waktu mengajar dengan datang terlabat, tau sendiri sekarang biaya sekolah itu mahal, apalagi kebanyakan orang indonesia itu masih di bawah kemiskinan, apabila itu yang dilakukan kapan anak indonesia bisa cerdas. apa para guru mau orang indonesia itu bodoh. kamu sebagai pahlawan tanpa tanda jasa harus bisa mencerminkan hal itu. E-mail Pengirim: hikaru_cpt Tanggal: 29-07-2006
Mengunjungi:
Ke Halaman: 4
|