Index ForumPendidikan MahalMemperbaiki PemerintahKBK FORUMFORUM UMUMKegiatan ProyekAnggota AktifLinks ProyekKegiatan Pendidikan

The Voice of Indonesian Educators and Learners
TOPIK
"Mengapa Pendidikan Mahal (4)"
Halaman: 1, 2, 3, 4, 5


Nama: cecep
Dari: sukabumi
Saya: Wartawan sukabumi
Saran: pendidikan itu tidak ada yang murah. kalau mau murah silakan buat program pendidikan sendiri.
E-mail Pengirim: muh_aim@myquran.com
Tanggal: 3 agustus 2005


Nama: gs
Dari: KARAWANG/JAWABARAT
Saya: Masyarakat karawang
Saran: Jangan jadikan Sekolah negri menjadi ajang bisnis dan pemerasan. biaya pendidikan operasional sekolah dibuat-buat dan akal-akalan oknum, untuk membohongi orangtua siswa. sehingga biaya sekolah mahal selangit.

Padahal pendidikan sudah merupakan kewajiban negara UU 22/ 2003. dan kepmen 44 thn 200 = bahwa biaya pendidikan tanggungjawab kemite sekolah, dengan mencari pihak ke 3 (pengusaha) bukan orang tua siswa yang dibebani seabreg-abreg biaya.

" tugas orang tua sudah menyekolahkan anaknya saja sudah syukur/cukup ...."

mau dibawa kemana generasi kita yang akan datang..., maudibawa kemana pendidikan pa mentri.../ pejabat .... jangan tidur lah, masih banyak anak yang tidak sekolah...

omar bakri iwan fales sudah pudar dihati para guru,.....

solusi :
1. coba contoh kab. jembrana , bali, semua garatis.......
2. jangan korupsi
3. perbaiki iman dan islam
4. sistem & pelaksana yang baik
5. tong mata duitan
E-mail Pengirim: gs_sobari@yahoo.com
Tanggal: 4/8/2005


Nama: tia
Dari: bogor/jaba
Saya: Siswa SPH bukit sentul
Saran: Sekolah Pelita Harapan Bukit Sentul itu terlalu mahal tau gak?
Gak bisa apa dimurahin dikit gito..
Banyak murid yang protes tentang kemahalan harga yang bisa beli mobil.. US$6500,++
E-mail Pengirim: monkq_me@yahoo.com
Tanggal: 5-8-05


Nama: fahmi
Dari: purwokerto
Saya: Mahasiswa unsoed
Saran: apakah sebenarnya pemerintah bisa memeberikan pendidikan gratis bagi rakyat indonesia?

seandainya pemerintah bisa memberatas semua jenis korupsi dan penggunaan dana yang mubadir!

pendidikan sebagai salah satu apalagi kalau melihat bahwa pendidikan sebagai kebutuhan pokok yang sangat mendasar. SO WHAT GITU LHOOO???
E-mail Pengirim: anh_ kwn@plasa.com
Tanggal: 11 agustus 2005


Nama: M.Isa Anshori
Dari: Surabaya/jawa timur
Saya: Masyarakat Surabaya
Saran: Pendidikan gratis kenapa tidak, saya kirabila pemerintah dan DPR kita konsisten, sebenarnya pendidikan gratis ( murah ) dan bermutu bisa dilaksanakan kok, dalam penelitian saya yang dimuat beberapa media di Surabaya dan jawa timur, untuk surabaya bila pemerintah dan dpr mau mengalokasikan anggaran 50.000 perebulan persiswa untuk SD dan 75.000 untuk SMP peresiswa perbulan, Surabaya membutuhkan dana sekitar 781 M, perlu diketahui anggaran 50.000 dan 75.000 tyersebut merupakan kalkulasi rata rata biaya pendidikan selama satu tahun plus didalamnya kebutuhan lain seperti sepatu, seragam, buku dan lain lain. jadi kalo asumsinya %) % dari dana untuk wajar dikdas dibebankan kepada masyarakat untuk kebutuhan seperti sepatu, seragam dll, maka surabaya butuh dana lebih kurang 360 M satu tahun. kalo diambilkan 20 % dari APBD kota Surabaya yang 1,6 T, maka yang tersedia sekitar 320 M, kurang 40 M, bukankah sekarang ada BOS 19,500 untuk SD perbulan persiswa dan 27.500 persiswa perbulan ? jadi sebetulnya sudah berlebih, tidak ada alasan lagi tidak bisa, karena sekarang tinggal kemauan saja kok
dari :
Isa Ansori
Ketua Dewan pendidikan Surabaya
E-mail Pengirim: kerlip_sby@yahoo.com
Tanggal: 21 Agustus 2005


Nama: ari wahyu aryandi
Dari: bandung/jawa barat
Saya: Mahasiswa bandung
Saran: sebenarnya permasalahan pendidikan mahal merupakan masalah yang sangat serius, mengapa? karena pendidikan adalah milik rakyat, saya jadi teringat dengan salah satu kota termiskin di Bali, dengan pendapatan 8 milyar pertahun, pemerintah daerahnya mengratiskan sekolah dan kesehatan masyarakat, suatu hal yang sangat ironi jika sebut saja kota bandung yang pendapata pertahunnya lebih dari 300 milyar pertahun tapi tidak menggratiskan sekolah dan kesehatan,ada yang salah? selidik menyelidik persoalannya ternyata ada pada kepala daerahnya,di Bali,adanya keinginan kuat dari kepala daerahnya untuk mengratiskan sekolah, sedangkan untuk kasus PT yang mahal bersumber dari dari kekurangseriusan pemerintah dalam bidang pendidikan dalam hal ini subsidi, kita lihat saja, dalam segi evaluasi pemerintah berperan besar sedangkan dalam pembiayaan mengembalikan ke sekolah padahal "seharusnya" pembiayaan oleh pemerintah sedangkan untuk evaluasi di kemabalikan ke sekolah.
E-mail Pengirim: irare@plasa.com
Tanggal: 26 agustus 2005


Nama: Asnan Arifin
Dari: Yogyakarta
Saya: Mahasiswa Institusi Kebanggaan Insan Pendidikan Yogyakarta
Saran: Pendidikan mahal dan tidak signifikan dengan output yang dihasilkan. Demikianlah "distorsi" yang harus dialami/ diterima rakyat Indonesia.

yang dibutuhkan sekarang dan mesti harus dilakukan adalah berbuat dan tidak henti-hentinya berfikir untuk kebesaran bangsa. pendidikan jangan sampai ditinggalkan. Lalu apakah pembangunan pendidikan dengan biaya yang tidak sedikit, sama dengan meninggalkan pendidikan?

Pendidikan ditinggalkan manakala filsafat memanusiakan mereka yang hampir menjadi manusia "diubah" menjadi menjerumuskan mereka yang merangkak supaya bercita-cita disebut manusia dengan merangkak.
E-mail Pengirim: asn_histoedu@yahoo.com
Tanggal: 27 Agustus 2005


Nama: jati
Dari: jogjakarta
Saya: Mahasiswi salah satu universitas
Saran: pendidikan emang mahal, tapi lumrh juga sich. cuman yang kita sesalkan status bhmn di berbagai universitas ini, menjadi sarana kejahatan bagi generasi yang punya cita2. dosen, rektor dan sebainya itu kini telah menjadi sesosok pekerja bukan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. mereka berhak dapat lebih dari hasil yang mereka kerjakan, cuman yo mbok liat-liAt mahasiswanya, banyak lo yang nggak mampu. jadi kami sering berpura-pura mampu walaupoun menderita. yuk transparasi dananya diliatin.yuk ajak kami diskudi, jangan minta gaji yng berlebih.
E-mail Pengirim: ak-jti2000@yahoo.com
Tanggal: 2 september 2005


Nama: skywalker
Dari: malang/jawa timur
Saya: Mahasiswa unbraw
Saran: tolong dipertimbangkan kembali tentang status BHMN menjadi BHPMN, dengan berubahnya wewenang universitas tersebut maka,pendidikan akan semakin mahal karena tidak adanya bantuan subsidi dari pemerintah. banyak pelajar yang ingin menjadi pintar tetapi tertunda karena kurang biaya.Awalnya sudah ditetapkan bahwa pemerintah wajib memberikan pendidikan dan penghidupan yang layak bagi rakyat. HIDUP MAHASISWA!
E-mail Pengirim: skywalker@mhs.fe.unibraw.ac.id
Tanggal: 8-9-2005


Nama: Ariyandi Gunawan
Dari: Bandung
Saya: Mahasiswa Bandung
Saran: ngomongin sekolah mahal, gak bakalan ada habisnya. Padahal yang namanya pendidikan itu harus memanusiakan manusia. artinya yang namanya pendidikan itu harus dengan cuma-cuma diberikan dengan gratis, karena manusia merupakan mahkluk sosial. sekarang buktikan oleh saudara-saudara untuk membuat sekolah alternatif yang gratis.
E-mail Pengirim: www.putrabintang.tk
Tanggal: 23-09-2005


Nama: SIDIK
Dari: KLATEN
Saya: Mahasiswa UNY
Saran: menurut saya pendidikan di Inndonesia sangat mahal terutama bagi golongan ekonomi lemah. memang bagi mereka yang kaya biaya pendidikan tersebut tidak terasa. oleh karena itu sebaiknya biaya antara golongan ekonomi lemah dengan yang kaya dibedakan, tetapi harus dirahasiakan terhadap sesama teman-temannya agar tidak terjadi kesenjangan sosial.
E-mail Pengirim: em_jae@plasa.com
Tanggal: 30 SEPTEMBER 2005


Nama: korrea
Dari: jepara
Saya: Mahasiswa STTDNU-ATIKA DESAIN
Saran: MENURUT AKU PENDIDIKAN MAHAL ITU RELATIF TERGANTUNG ORANGNNYA.. KALO KITA MAMPU YA PENDIDIKAN GAK JADI MAHAL ALIAS MURAH BUANGET... KALO PAS KITA GAK PUNYA UANG YA.. MAHAL GITU LOOH...
E-mail Pengirim: mitra2furn@yahoo.com
Tanggal: 06-10-2005


Nama: yudi balapadang
Dari: bekasi/ jawa barat
Saya: Mahasiswa universitas islam 45 bekasi
Saran: sebenernya kita sudah merdeka tapi Sayang kita belum merdeka semuanya. Setidaknya pendidkan kita belum merdeka dinikmati oleh seluruh lapisan generasi muda yang mau dan mempunyai keinginan untuk sekolah. Sedih rasanya pendidikan hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang yang mampu yang juga disebut orang kelas atas dan di mana kelas menegah kebawah apa ia tidak ingin sekolah? apa yang mereka jawab dengan gambelang buat apa sekolah abis sekolah mahal mendingan saya buat keperluan sehari2x. Saya tahu tidak cukup hanya dengan bicara, teriak atau demo mahasiswa saja terus pendidikan bisa serta merta murah. Perlu usaha konkrit dan penting juga kesadaran masayarakat pentingnya bersekolah
E-mail Pengirim: yudi_balapadang@yahoo.com
Tanggal: 7/09/2005/jumat


Nama: muhamad luthfi azizi
Dari: malang/jawa timur
Saya: Mahasiswa FK UMM
Saran: negara kita adalah surga bagi mafia pendidikan, pendidikan hanya untuk orang berduit, pendidikan adalah ladang uang .obat dari masalah-masalah ini adalah "KETERBUKAAN TENTANG BIAYA PENDIDIKAN"untuk apa saja uang yang telah dibayarkan orang tua kita kepada lembaga-lembaga pendidikan....? untuk pendidikan kah? atau mungkin uang itu masuk kedalam perut kotor para mafia pendidikan..? pesan saya untuk para mafia pendidikan segeralah bertobat mumpung masih ada waktu, karena terus terang saya khawatir bila nanti neraka penuh dengan mafia pendidikan dari indonesia
E-mail Pengirim: luthfi_azizi@yahoo.co.id
Tanggal:


Nama: lukman mustafa
Dari: Malang
Saya: Mahasiswa Brawijaya
Saran: sudah menjadi penyakit bagi bangsa indonsia yang mana pendidikan menjadi bidang yang tak pernah di prioritaskan padahal dalam UUD 45 sudah tercantum denga sangat jelas bahwa pendidikan sudah menjadi tanggung jawab dari negara Indonesia, anggaran pendidikan yang saat ini dialokasikan sekitar 20% hanya menjadi buaian lembut dari pemerintah bahwa mereka telah merasa menjamin pendidikan di Indonesia, padahal faktanya adalah anggaran untuk pendidikan tidak pernah mencapai angka 5 %. sungguh ironi bagi bansa sebesar Indonesia yang mempunyai potensi yang sanagt amat besar, ini dapat dilihat dari besarnya jumlah penduduk di Indonesia, tapi potensi seketika juaga akan mati jika pendidikan di indonesia tidak pernah menjadi prioritas bahkan hanya menjadi slogan, hal ini dapat dibuktikan dari kebijakan yang dibuat oleh pemerintah terhadap pendidikan, mereka hanya berfikir bagaimana sektor pendidikan dapat menghasilkan uang hanya unutk membayar hutang haram dai pemerintah, bukan mencipatakan pendidikan yang bervisi kerakyatan, demokratis dan ilmiah.
E-mail Pengirim: fmn_brawijaya@yahoo.com
Tanggal: 8 oktober 2005


Nama: xi social 3 _smantie
Dari: depok/jawabarat
Saya: Siswi smantie
Saran: pEmerintah haRuz lebih memperhatiKan fasilitas sekolah terutama sekolah2 yg keadaannYa sangat memprihatinkan...
mendrikan SeKolah2 gratis untuk anak2 yg kurang mampu agar nantinya tidak buta huruf...
"smantie ghEthcUyy lhoooooooo"
sekolaH berstanDar inTernasional
E-mail Pengirim: smantie@yahoo.com
Tanggal: 11 oktober 2005


Nama: dany
Dari: jakarta/DKI JAYA
Saya: Mahasiswa Univ. Negeri Jakarta
Saran: Pendidikan di Indonesia mahal, itulah faktanya. kita tidak akan bisa menyelesaikan hal tersebut dari satu sisi saja, Pendidikan. hal itu disebabkan mahalnya pendidikan di Indonesia juga merupakan imbas dari berbagai faktor yang sedang terjadi di negara kita. sistem ekonomi yang tidak karuan, politikus yang semau gue,..juga merupakan beberapa sebab pendidikan di Indonesia mahal. menurut saya... bila ingin pendidikan di Indonesia maju dan murah, mari bersama-sama kita perbaiki SDM kita, kita perbaiki perekonomian kita dan lebih beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Saya yakin banget, bila hal hal tersebut dapat kita lalui dengan baik, secara langsung akan berimbas kepada kemajuan pendidikan dan terjangkaunya biaya pendidikan bagi seluruh anak bangsa. semoga
E-mail Pengirim: ad4mm@plasa.com
Tanggal: 12 oktober 05


Nama: gritaa anindarinii . niindaa!!
Dari: jakartaa
Saya: Siswi smp negerii 115 satu . satuu . limaa
Saran: pendidikaan??? bneraan deeh mahaal bgd . bgd . bgd!! udaa BBM naek tambaah biaya pendidikan yang makin lama makin naek!!! knapa haruus naiik?? mndingan kita pergunain apa yang INDONESIA punya bwaat nalangin biaya pendidikan kita.... misalnyaa kita bisa ekspoor minyak bumii atau apa aja laa yang penting gunain kekayaan yang kita punya,, udaa tau kita negaraa yang kayaa tapi kita gag pernah mau gunain apa yang udah kita punya malah buang buang,, jadii kekayaan yang kita punya itu terbuang ga berguna,, kayak brunei aja disana semua sekolah gratis karena merekamau ngolah apa yang mereka punya dan membuahkan hasil,, knapa kita ga coba kayak gtu??? berguna kan?? kalo biaya pendidikan makin naik pasti banak rakyat miskin yang ga bisa ngelanjutin skolah alias putus sekolah alhasiil indonesia makin bobrok karena rakyatnyaa pada putus sekolaah?? apakah kita mao kaya gitu??
E-mail Pengirim: boygirl_soccer@yahoo.com.sg
Tanggal: 14 oktobeer 2005


Nama: Sutawijaya
Dari: Jakarta
Saya: Pengamat Jakarta
Saran: Mengapa pendidikan mahal? untuk dapat menjawab hal ini kita sebelumnya perlu tahu bahwa permasalahan pendidikan di Indonesia sangatlah tidak mudah, apalagi permasalahan ini masih dihantam dengan adanya permasalahan lain terutama krisis keuangan, sumber daya manusia, dan faktor-faktor lain di luar kendali kita semua.

Kedua, saya hendak menyampaikan pemikiran saya mengenai duduk permasalahan pendidikan di Indonesia supaya menjadi bahan pengetahuan dan pemikiran bagi kita semua. Sebelumnya agar kita mampu memandang permasalahan ini secara lebih jernih, marilah kita meletakkan harapan dan aspirasi pribadi kita untuk sementara waktu. Marilah kita pahami terlebih dahulu bahwa dalam dunia pendidikan, terdapat banyak pihak yang menggantungkan kepentingan dan hidupnya. Janganlah berpikir bahwa siswa atau mahasiswa adalah satu-satunya pihak yang paling penting dalam dunia pendidikan. Jangan lupakan kepentingan pihak guru, para pegawai sekolah dan juga manajemen sekolah. Selain itu jangan lupakan pula ada kepentingan masyarakat, bangsa dan negara dalam jangka panjang. Marilah berpikir bersama bagaimana caranya kesemuanya ini bisa mencapai harapannya masing-masing. Pihak murid/mahasiswa atau orang tua mereka sangat mengeluhkan masalah biaya pendidikan yang terlampau tinggi. Pihak guru mengeluh agar tingkat penghasilannya dapat diperbaiki. Pihak karyawan pendidikan tentu berharap kehidupan mereka lebih sejahtera pula. Apakah pemerintah kemudian lantas secara otomatis menjadi satu-satunya biang keladi bila biaya pendidikan terlalu mahal dan taraf kehidupan guru terlalu miskin? Marilah kita mencoba membaca permasalahan ini secara lebih luas, lebih jernih dan lebih sportif.

Pemerintah, terutama saat ini adalah pihak yang sebenarnya juga memerlukan perhatian. Bayangkan saja selain harus menanggung beban hutang negara yang sangat tinggi juga pada saat yang sama harus mampu melayani masyarakatnya. Bila pemerintah ini begitu berdaya dan begitu kaya, saya yakin biaya pendidikan kita saat ini tidak akan terlalu memberatkan. Semuanya tentunya akan dibayar oleh pemerintah kalau memang mampu. Tetapi pada saat seperti sekarang ketika semuanya berteriak meminta keringanan, apakah semuanya akan mampu ditanggung pemerintah? Secara logika, bila melihat keadaan saat ini, tentu saja pemerintah akan memberikan keringanan berdasar skala prioritas. Sehingga menurut hemat saya, bila pemerintah harus meringankan beban pendidikan maka prioritasnya adalah untuk pendidikan dasar terlebih dahulu baru kemudian pendidikan tingkat menengah dan terakhir pendidikan tinggi. Saya kira ini wajar sekali mengingat pendidikan dasar 9 tahun bersifat wajib. Bila pemerintah memang dahulu telah menetapkan program wajib belajar 9 tahun, maka hal itu merupakan kewajiban dan konsekuensi pemerintah pula untuk mensukseskannya. Bila dilihat dari sudut pandang logika, maka untuk saat ini prioritas tertinggi adalah juga untuk pendidikan dasar itu. Tidak mungkin kita memprioritaskan pendidikan tinggi di mana pendidikan dasar belum tertata secara baik. Mahasiswa dulunya pasti murid SD. Bila anak-anak berhenti sekolah di SD karena tidak mampu membayar, bagaimana akan ada mahasiswa?

Marilah kita melihat semua tuntutan yang ada. Para murid dan mahasiswa tentu berkeberatan dengan tingginya biaya. Pihak guru dan pegawai juga berharap bisa dinaikkan upahnya. Pemerintah juga sedang dalam keadaan kekurangan dana sehingga tidak mampu menangani segala permasalahan. Dalam keadaan demikian, bukankah yang paling pusing adalah pemerintah? Pertanyaan berikutnya, apakah pemerintah (pegawai negeri) mendapatkan pendapatan yang cukup untuk menyelesaikan tanggungan yang sedemikian beratnya? Kalau mau teriak, teriakin aja pejabat yang korup. Tapi musti ingat, tidak semua pejabat korup, kita musti sportif juga.

Ketiga, perguruan tinggi sebagai BHMN menurut hemat saya adalah sebuah pil pahit. Pil obat memang bisa terasa sangat pahit. Kadang rasa pahitnya di lidah juga lama hilangnya. Tapi bila kita bisa melihat pada kepentingan yang lebih besar, maka perlu disadari bahwa pil pahit tersebut pada dasarnya adalah obat agar kita sembuh. Dengan adanya status BHMN memang tanggungan pemerintah untuk membiayai perguruan tinggi berkurang. Namun alasan di balik hal inilah yang perlu dipahami kita semua.

Kita ingin pendidikan perguruan tinggi yang murah. Kita juga tahu bila saat ini negara dalam keadaan serba kekurangan. Di sisi yang lain, terdapat tuntutan bahwa guru, pegawai sekolah dan dosen juga berhak kehidupan yang lebih layak. Untuk saat ini BHMN baru diterapkan untuk perguruan tinggi ternama di Indonesia saja, atau dalam arti lain perguruan tinggi dengan kualitas top di Indonesia. Menurut hemat saya, bila kemudian mahasiswa harus mendapatkan biaya murah untuk sebuah mutu pendidikan sekelas UI dan UGM justru sebenarnya terjadi ketidakadilan di situ. Untuk apa para mahasiswa mengejar pendidikan top macam UI dan UGM? Karena mereka ingin mutu! Karena apa? supaya mudah mencari kerja, bisa mendapatkan kerja dengan gaji yang tinggi dan lain-lain. Apakah para dosen tidak menginginkan gaji yang tinggi? tentu saja ingin! buat apa mereka susah-susah belajar keluar negeri?

Sehingga tidak bisa begitu saja kita menuntut biaya murah dengan mutu yang bagus. Perlu diingat bahwa dosen-dosen yang mengajar di UI dan UGM bukanlah dosen bermutu rendah. Mereka adalah dosen yang telah belajar keras untuk meningkatkan mutunya, namun bila harus dibayar dengan harga murah, tentu saja akan lebih baik bagi mereka kalau tidak bekerja di UI atau UGM. Mereka tentu saja akan mencari tempat yang sepadan dengan kualitas dirinya. Menurut saya terlalu enak bagi mahasiswa untuk menikmati pendidikan dengan mutu yang tinggi, dengan harga murah, setelah itu bisa diterima kerja dengan gaji tinggi karena lulusan perguruan tinggi favorit. Marilah kita memikirkan hal ini secara lebih menyeluruh. Perlu diingat, bahwa semakin baik mutu suatu barang, maka makin mahal pula harganya.

Bila menginginkan perguruan tinggi yang murah, janganlah berharap mutunya sekelas UI dan UGM. Pernah dengar Harvard? Pernah dengar Oxford? atau MIT? Semua itu adalah sekolah-sekolah top di negara maju. Apakah sekolah-sekolah itu gratis? tidak! sekolah-sekolah tersebut mahal bahkan bagi orang luar negeri yang notabene rata-rata lebih kaya daripada kita. Apakah pemerintah di negara itu mensubsidi orang-orang yang bersekolah di Harvard, MIT dan Oxford? Tidak! Bukan karena pemerintahnya tidak mampu, mereka sebenarnya sangat mampu. Mohon lebih sportif dalam memandang permasalahan ini. Pendidikan memang merupakan hak bagi setiap warga negara, namun menurut hemat saya, pendidikan sekelas UI dan UGM bukanlah hak bagi semua warga negara.

Kalau memang pendidikan sekelas UI dan UGM adalah hak setiap warga negara, artinya semua yang mendaftar harus diterima dong, terus habis itu biaya pendidikan semuanya ditanggung pemerintah. Itu namanya manja. Itu artinya kita enak-enak pemerintah musti bayarin kita. Yang sportif dong, pemerintah kan juga berteriak. Bahkan untuk perguruan tinggi negeri, saat ini pemerintah mesubsidi 6 juta rupiah per anak per semester. Si mahasiswa sendiri bayar berapa? masih kurang subsidinya? Kalau mau pendidikan yang murah boleh aja, tapi ntar mutunya juga murah, jangan nuntut yang sekelas UI dan UGM dong.

Namun perlu diingat, bukan berarti hanya yang kaya saja yang diterima di perguruan tinggi BHMN. Bagi saya mekanisme bea siswa tetap harus ada, terutama bagi yang benar-benar pandai. Terus terang saya cukup kritis mengenai masalah ini karena saya tahu sendiri bahwa cukup banyak mahasiswa yang menuntut murahnya biaya pendidikan justru mereka yang tidak belajar keras dalam kuliahnya.

Demikian tulisan ini saya buat agar kita semua bisa memandang permasalahan ini secara lebih sportif dan lebih menyeluruh. Kita bisa saja berteriak karena biaya pendidikan yang demikian mahal. Namun barangkali kita tidak merasakan bahwa kita juga akan berteriak bila kita adalah seorang guru yang berpenghasilan rendah. Selain itu kita seringkali tidak merasakan betapa beratnya menjadi pihak pemerintah yang harus memikirkan banyak hal di tengah-tengah keterbatasannya. Pahamilah bahwa pemerintah pun dapat berteriak bila terdesak. Maka dari itu marilah kita saling mengerti perasaan kita satu sama lain. Perlu diingat bahwa bukan hanya diri kita saja yang memerlukan bantuan, pihak lain pun bisa jadi lebih memerlukan bantuan dibandingkan diri kita.

Sekian dari saya..
Terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf bila ada kata-kata saya yang menyinggung perasaan siapapun yang membaca tulisan ini. Terima kasih banyak.
Wassalam.
Hormat saya,
Sutawijaya
E-mail Pengirim:
Tanggal: 8 November 2005


Nama: TISNA
Dari: JAKARTA
Saya: Pengamat PEMERINTAH
Saran: JANGANKAN BUAT SEKOLAH MAKAN AJA SEHARI SEKALI GIMANA BAPAK PRESIDEN ASAL TAU AJA ANDA AKAN DI TANYA KELAK DI AKHERAT NANTI. DEMI TUHAN
E-mail Pengirim: EGTSN GELIPAT313
Tanggal: 17-11-05


Nama: mutiara Propinsi: jawa barat 19 november 2005
Saya: Siswi di smkn 13 bandung
Saya Tinggal di Kota: bandung
Saran Saya:

menurut saya jika pendidikan itu semakin mahal, maka penduduk indonesia yang miskin itu memilih "buat apa saya sekolah kan penddikan mahal?" jadi rakyat indonesia pendidikannya sangat rendah. walaupun ada BOS tapi tetap saja bayar walaupun hanya sedikit, lagi pula BOS hanya berlaku sampai SMP, kenapa hanya SMP? SMA/SMK juga ada kok yang tidak mampu.

Informasi Kontak: E-Mail: pearl_dwiyana@yahoo.com
Telepon:


Nama: Herlambnag
Dari: Jakarta
Saya: Staf Teknologi
Saran: Pendidikan di Indonesia memang mahal, hal ini karena selain untuk biaya macam-macam/kebutuhan lembaga pendidikan untuk menyediakan fasilitas dan pengajar yang berkualitas dan banyak kepentingan dari berbagai pihak dan birokrasi yang jumlahnya tidak sedikit. Bahkan ada juga lembaga pendidikan PTS yang mulai bangkrut karena tidak dapat memberikan kesejahteraan kepada pengajarnya (modalnya kurang kuat, dan siswanya sedikit).

Saran dari saya, Pendidikan bertujuan untuk mencari ilmu dan bekal untuk membangun bangsa, Ilmu yang benar-benar dapat bermafaat dan diaplikasikan di masyarakat, bukan hanya gelar dan teori yang akhirnya menjadi pengangguran dan menjadi beban keluarga dan masyarakat. Nah jika memang kemudian Biaya pendidikan mahal, Janganlah terlalu kuatir, Sekarang sudah jamannya Teknologi Informasi, Era keterbukaan dan siapapun dapat mencari ilmu yang ia gemari dan menyalurkan minat untuk pengembangannya dalam meraih yang dicita-citakan yang pada akhirnya bisa menghasilkan sebuah karya yang berguna dengan ilmu yang ia bisa miliki.

Bagaimana caranya ? Banyak ilmu di Internet, semua bidang disiplin ilmu ada disini, mulai yang gratisan, diskusi dan forum, konsultasi dan kursus online, tekuni satu bidang dan fokuslah apa yang menjadi minat anda. Seperti di luar negeri semua bidangpun bisa menghasilkan karya dan membuat lapangan pekerjaan. Ingat tujuan utama adalah Hasil bukan gelar.Jika banyak bergelar dengan modal yang besar selama pendidikan lalu tidak bisa menghasilkan karya dan tidak siap terjun di dunia kerja ini hanya pemborosan saja. Ya ini memang alternatif untuk yang mempunyai keinginan kuat untuk maju dan membangun bangsa jika dananya tidak mencukupi karena biaya pendidikan mahal.! Banyak contoh jika kita mau. Pengalaman sayapun adalah alumnus PT jurusan Tekstil dan malahan saya bisa menghasilkan dan mempunyai kemampuan di bidang IT, dengan bersungguh-sungguh mempelajarinya tanpa harus melalui jalur yang mahal.

Mari kita cari solusinya. karena setiap masalah ada solusi dan banyak jalan menuju roma asalkan kita mau dan mau maju. Zaman sekarang sudah bisa menembus ruang dan waktu untuk mencari ilmu.. Bukan zamannya terjebak macet yang membuang uang dan waktu dan tenaga ketika sedang mencari ilmu..?! Bukan! Manfaatkanlah Fasilitas yang ada. sayangnya masyaraakat kita masih banyak yang Awam dan belum tahu, apalagi sekarang era pasar bebas dan globalisasi ekonomi dan dampakanya akan terasa, siapa cepat berkembang maka ia bisa duduk sederajat dengan bangsa lain. carilah yang lebih efesien dan efektif. Perang Pasar, nilai tukar uang tergantung juga dari tingkat produktivitas dan permintaan dan penawaran. apalagi kita penduduknya 200 juta jiwa lebih bagaimana kalau tidak produktif..? dan lamban dalam memenuhi kebutuhannya sendiri. minimal bisa mandiri memenuhi kebutuhannya sendiri dan dapat berkembang lebih baik lagi.
E-mail Pengirim: herlambangku@yahoo.co.id
Tanggal: 21 Nopember 2005


Nama: TE-PE
Dari: Malang/ JATIM
Saya: Mahasiswa UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Saran: pendidikan mahal disebabkan banyak faktor, memang faktor utama yang menjadi perhatian banyak orang adalah kesalahan pemerintah dalam mengelola anggaran pendidikan dan kinerja pemerintah negeri ini. tetapi apakah kita akan terus menjadi orang yang tak pernah lelah menyalahkan pemerintah, system, dan banyak hal lain yang semestinya hanya akan membuang-buang waktu kita dan akan mereduksi kemampuan otak kita untuk mencari solusi. analoginya seperti kita menyalahkan orang buta (pemerintah) yang nyabrang jalan sedangkan kita mengendarai mobil hampir menabrak orang buta tersebut, kan alahkan bijak andai kita turun dari mobil dan menuntun orang buta tersebut untuk menyebrang jalan dengan selamat dan kemudian kita ajak orang buta tersebut bersama kita untuk kita antar ketempat tujuannya.

konkritnya kita mulai dari pemberdayaan sekolah/kampus menjdai kampus yang memiliki jiwa entrepenurship, contoh di ponpes GOntor, hampir semua aktifitas pendidikannya, mulai dari lab komputer dan bahasa dari SPP murid sampai gaji guru dibiayai oleh lembaga tanpa ada bantuan pemerintah sepserpun. tahu kuncinya?? ternyata "G"Ontor memiliki sentra usaha yang bisa menghidupi kampus tersebut, pegawainya ya murid itu. Ayooo belajar cerdas jangan jadi peminta2 pada orang kikir (pemerintah). yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah mengawal pemerintah, mengkritisi kebijakan2 nya sehingga tampak oleh pemerintah bahwa kita tidak lagi bodoh dan pemerintah harus berhati-hati dalam melangkah bersama orang yang tidak lagi bodoh (masyarakat)., terus berjuang........
E-mail Pengirim: tp_thanks@telkom.net
Tanggal: 27 NOVEMBER 2005


Nama: tonie
Dari: Palembang
Saya: Staf Administrasi
Saran: Pendidikan Mahal..?
ini bakal terus berlangsung kalo para pejabat kita masih menerapkan sistem "Balik modal". Modal buat jadi pejabat, modal buat minta dukungan, modal buat pelicin... jadi pas jadi pejabat, program utamanya adalah..gimana supaya balik modal dulu.

Coba kalau mereka bener2 menjabat untuk memikirkan bangsa dan negara ini, bukan memikirkan "bangsa dan negara mereka". Aku yakin banget, negara kita akan makmur. Uwang kita dengan asetnya bisa buanyak banget... kalo dikelola dengan benar. Jangankan pendidikan.. mungkin fasilitas publik pun semua bisa gratis.

Celakanya, dengan mahalnya pendidikan di negara kita, orang 2 malah berbondong masuk sekolah yang bergengsi dan mahal. terus.. gimana dong...?
E-mail Pengirim: otto2000@plasa.com
Tanggal: 27 n0p 2005


Nama: L -BASRIE
Dari: JAWA BARAT
Saya: Masyarakat BEKASI
Saran: SEBENARNYA PENDIDIKAN ITU TIDAK MAHAL, TAPI DIBUAT MAHAL.MENGAPA ?
1. KOMPONEN TERTINGGI DARI BIAYA PENDIDIKAN ADALAH BUKU, CETAK YG DIREKAYASA SEPERTI,- BUKU POKOK, LKS, PR, SEHINGGA UNTUK 1 PELAJARAN BUKU CETAKNYA BISA 2-3 BUAH YG AKAN DIGANTI TIAP SEMESTER/CATUR WULAN. SEHINGGA UNTUK UKURAN ANAK SD UANG BUKU BISA MENCAPAI 1 JUTA/TH.
E-mail Pengirim: LAHMUDIN@HOTMAIL.COM
Tanggal: 8 DESEMBER 05


Nama: indah permata sari dan rini wati
Dari: padang/sumatra barat
Saya: Mahasiswi universitas negeri padang
Saran: yo i, pendidikan kita emang mahal sekarang. coz cari uang itu susah pak, bu, ya ga? tapi, mau tak mau kalo pengen sekolah tetap harus bayar. mana ada yang gratis, kentut aja bayar. tapi, alakah enaknya sekolah yang peralatannya lengkap biayanya murah lagi. so bapak-bapak pejabat, bisa ka bantu bantu kami orang yang ga berada. atau gaji bapak aja yang di sumbangkan ke kami. atau bapak-bapak pejabat cari solusi lain yang tidak memberatkan kami. maaf klo ada kata yang salah. trims sebelumnya. n ini hanya kata hati kami.
E-mail Pengirim: zeta_proteus@yahoo.com
Tanggal: 8 desembar 2005


Nama: lucia fenti
Dari: purwokerto/jawa tengah
Saya: Mahasiswi sosiologi FISIP UNSOED
Saran: Menanggapi pendidikan yang mahal merupakan sesuatu yang tidak aneh, mengapa? karena pendidikan kita butuh fasilitas untuk dukung pendidikan itu sendiri, dan anehnya fasilitas itu tidak bisa kita sediakan sendiri, coz masyarakat kita masyarakat manja, semuanya harus tergantug dengan bantuan luar. So, ini harus menjadi perhatian pemerintah, kalau ingin pendidikan rakyat lebih baik, ya naikkan anggaran pendidikan kita, jangan malah rakyat yang kena imbasnya, pendidikan jadi mahal.
E-mail Pengirim: luci_delvi@yahoo.co.id
Tanggal: 13 Desember 2005


Nama: frans rajah yarlanda
Dari: palembang
Saya: Siswa SMA N 3 palembang
Saran: Menurut saya? kalo biaya sekolah mahal gimana nasip penerus bangsa kita, calon insinyur, profesor, polisi, danlain-lain. misalnya di negara kita ada yang berani mengkorupsi dana pendidikan maka sang koruptor harus dihukum seberat-beratnya. karna apa, sepertiyang saya jelaskan tadi kalo dana pendidikan akan di korupsi maka tidak ada lagi para pemuda-pemudi yang berkualitas jitu????? apakah anda sang koruptornya?????????
E-mail Pengirim: ancakep_nian@yahoo.com
Tanggal: 20-12-2005


Nama: Fajar Nugraha
Dari: Kota Tasikmalaya Propinsi jawa Barat
Saya: Siswa SMA Plus Nashrul Haq
Saran: yang menyebabkan pendidikan mahal itu anggaran untuk mbiaya pendidikan masih terlalau minim seharusnya anggaran pendidikan untuk di indonesia 50%.dan masih banyak oknum-oknum yang tidak menyalurkan biaya pendidikan.Mudah-mudahan pemerintah dapat mengatasi persoalan ini bersama.
E-mail Pengirim: zhar_n@yahoo.com
Tanggal: 12 Januari 2006


Nama: shofvie
Dari: malang
Saya: Siswi malang
Saran: Mengapa pendidikan saat ini mahal?itu yang selalu jadi pertanyaan didalam benakku. Dengan pendidikan yang mahal akan menghambat kami para siswa untuk belajar. Mengapa? Bila seseorang akan belajar disekolah tapi dengan biaya yang sangat mahal maka akan menghambat anak itu untuk sekolah.Ini segera ditindak lanjuti
E-mail Pengirim: shofvie@yahoo.com
Tanggal: 25 febuari 2006


Nama: Maria irawati
Dari: Jember / jawa timur
Saya: Mahasiswi unej jember
Saran: saran saya mengapa pendidikan di indonesia sangat mahal itu karena penduduk indonesia banyak sekali yang kurang mampu bukan kurang mampu tapi emang banyak yang ga' mamapu,bagaimana pemerintah menyikapi hal ini sampai sekarang masih banyak daerah yang kekurangan gizi dan kelaparan,bagi para pejabat jangan cuma mikirin perutnya aja ok!!!!tapi rakyat juga dipikir, setiap tahun minta kenaikan gaji dan fasilitas tapi saat bekerja untuk rakyat pura2 tidur bagaimana tdonk tanggung jawabnya?dan bagi semua uneversitas jangan mahal2 donk biayanya.seorang remaja menempuh pendidikan sampai tingkat atas bukan berarti mereka kaya tapi mereka ingin maju,kami semua bukan anak2 orang kaya jadi jangan di pandang sebagai sumber dana.klo emang pemerintah peduli dengan pendidikan di indonesia mending sadar diri deh.. yang suka korupsi, itu uang hak kami bukan dari nenek moyang anda semua.
E-mail Pengirim: ini_camar@yahoo.com
Tanggal: 09 maret 2006


Nama: RENDY SULIS K.
Dari: TANGERANG
Saya: Siswa SMA ??
Saran: Saya sbg siswa terasa sekali dengan biaya yang tinggi kalau sekarang bayar spp misalkan Rp 90000 bagaimana 10 th mendatang !!!!
E-mail Pengirim: rendy_lick182@yahoo.com
Tanggal: 13 MARET 2006


Nama: Dandung
Dari: Tulungagung/Jawa Timur
Saya: Pengamat Tulungagung
Saran: pendidikan mahal karena tingkat kemiskinan sudah merambah ke semua lapisan masyarakat, miskin dalam pengertian kekurangan harta benda dan miskin dalam pengertian kurang memiliki kepedulian terhadap pendidikan, jika ada seorang yang kaya lantas mengatakan pendidikan itu mahal karena kepeduliannya terhadap pendidikan relatif rendah atau bahkan pendidikan disamaratakan dengan proses jual beli sehingga harus tekor/bangkrut namun apabila kesadaran terhadap pendidikan itu tinggi, sifat mahal itu dengan sendirinya berkurang karena kualitas tidak harus disamakan dengan kuantitas, ini merupakan tanggungjawab stakeholders untuk menyamakan persepsi terhadap mahalnya biaya pendidikan yang sangat mudah memancing opini publik
E-mail Pengirim: dandung06@yahoo.co.id
Tanggal: 20 Maret 2006


Nama: Fifien N. M
Dari: Surabaya
Saya: Mahasiswi Unair
Saran: Pendidikan mahal? Pendidikan mahal memang bukan barang baru di negeri ini. Pada masa kolonial Belanda pendidikan hanya merupakan milik dari kaum priyayi saja, sehingga hanya orang-orang kaya yang dapat mengeyam pendidikan. ternyata...di saat negeri ini terlepas dari koloni, pendidikan tetap saja dimiliki oleh kaum elit. maka tak heran pabila orang miskin dilarang sekolah! ironis memang!
E-mail Pengirim: pacar_peluk@yahoo.com
Tanggal: 22 maret 2006


>

Nama: prajna bhadra
Dari: purwokerto
Saya: Guru Purwokerto
Saran: Pendidikan memang mahal. tetapi tidak akan bisa murah tanpa adanya tindakan yang nyata DARI SEMUA PIHAK untuk berubah. mahalnya pendidikan bukan masalah harga, tetapi masalah kesadaran bahwa pendidikan itu penting. Jika orang melihat pendidikan dari sekolah, itu salah. Thomas Alva Edison, pernah dikeluarkan dari sekolah, dan lama menjadi pedagang koran, sebelumnya akhirnay benar-benar sekolah. begitu juga dengan einstein. tetapi mereka tidak pernah memprotes kenapa mereka tidak sekolah, mereka lebih mencintai mendidik dan memintarkan diri mereka sendiri, walaupun harus membaca koran bekas, dari pada memprotes sekolah yang mencap mereka `tidak penting`. Hingga, sampai masyarakat, orangtua, siswa, pemerintah dan segala elemennya, sadar bahwa mencintai pendidikan lebih penting dari pendidikan itu sendiri. jadi, kenapa kita tidak mulai kreatif dan berinovatif untuk mendidik diri kita sendiri,daripada menunggu orang lain memfasilitasi kita untuk mendidik diri kita sendiri? nyatanya ada anak tukang becak yang bisa jadi petani. kenapa kita selalu menyalahkan keadaan untuk maju. kenapa kita tidak membuat diri kita maju lalu mengubah keadaan. niscaya, kita akan tahu, bahwa mahalnya pendidikan bukan masalah utama. tapi matinya kreativitas kita, itu yang utama.
E-mail Pengirim: aoi_hana31@yahoo.com
Tanggal: 29 Maret 2006


Nama: Ririn Sweet Girl
Dari:
Saya: Siswi SMP WIDYAKRAMA_
Saran: Sebaiknya pemerintah harus lebih memperhatikan masalah ekonomi kita. Bagaimana pendidikan kita bisa maju,kalau ekonomi kita kurang. Kasian kan teman-teman kita yang tidak mampu melanjutkan sekolahnya karena tidak punya cukup uang? Oleh karena itu besar haapan saya agar pemerintah lebih memperhatikan masalah ekonomi kita, agar pendidikan kita semakin maju. Okay?
E-mail Pengirim: ririn_smikagirl
Tanggal: 01 April 2006


Nama: Sugeng Putranto
Dari: Yogyakarta?DIY
Saya: Guru SMK N 6 Yogyakarta
Saran: Education is not infestation ! Pendidikan adalah usaha sadar untuk membimbing anak didik terhisap pada proses menjadi pintar berstrategi dan takut akan Tuhan untuk mampu mengembangkan ilmunya menjadi bermanfaat bagi kesejahteraan bangsa sebagai ucapan syukur kepada Tuhan yang telah memberikan waktu dan kesempatan kepadanya.Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan diknas.maka konsep education is an investation harus dirubah.Sedang yang punya bargain dalam hal ini adalah mendiknas dan Presiden.Kalao mereka tidak peduli tentu ada kekuatan lain yang dapat merubahnya.Semoga beliau sadar akan hal ini.
E-mail Pengirim: genksoe_007@yahoo.com
Tanggal: 10 April 2006


Nama: Sugiarto
Dari: Lampung
Saya: Siswa SMA N 1 TUMIJAJAR
Saran: MAAF, SAYA TDK ADA E-MAIL Saya hanya ingin mengutarakan isi hati yg lama terpendam. Saya mohon agar pemerintah agar lebih memahami arti pendidikan.Janganlah berfoya- foya di atas penderitaan rakyat . Lihatlah didaerah pedalaman dan terasing, mereka banyak yg masih buta huruf. Jugadi daerah perkotaan, banyak sekali pengangguran yg usianya masih produktif karena mereka sudah putus sekolah.Hanya itu saja ASPIRASI saya semoga pemerintah peduli dan mau meringankan biaya sekolah. Terima kasih.....
E-mail Pengirim:
Tanggal: 12 april 2006


Nama: Arif doank
Dari: Banten pingiran
Saya: Masyarakat Tangerang
Saran: tolong dong kepada pengelola subsi sekolah jangan di potong di tengah jalan, saya telah mendapat berita babwa subsidi dekolah banyk di makan oleh para pelaku yang tidak bertanggung jawab
E-mail Pengirim: arif_doank2003@yahoo.com
Tanggal: 12 04 06


Nama: Someone
Dari: MALANG?JATIM
Saya: Guru MALANG
Saran: Pendidikan kita mahal? itu benar 1000%. Kasus (kenyataan terjadi di beberapa sekolah/semua sekolah):

1. Markup dana pendidikan (cth: jika ada dana 1 milyar utk pendidikan 600 juta untuk pendidikan 400 juta masuk kantong pejabat pendidikan)

2. Korupsi insentif guru (terutama GTT), jika ada insentif dipotong sebelum diterima oleh guru(misal: insentif KJM sebesar Rp.10 dipotong Rp. 3 dengan alsan adm. ,kesejahteraan dll.

3. Korupsi waktu oleh guru (terpaksa buat cari duit), hampir 110% guru mengajar lebih dari satu sekolah/tempat pendidikan. Sering kali guru lebih mementingkan "payment"/bayaran yang paling banyak dari pada konsekunsi mengajar sehingga beberapa siswa tertinggal pelajarannya.

4. buku harganya selangit sama dengan ongkos transport 1 bulan mengajar di satu tempat (1 hari = rp 3000 X 20 HARI )

5. SUBSIDI PENDIDIKAN DARI RAPBN GAK SAMPAI 5 %.

6.SILAHKAN TAMBAH SENDIRI???? HUBUNGAN DENGAN PENDIDIKAN MAHAL!

3 SEBAB/kasus diatas sebagai contoh alasan mengapa pendidikan mahal.

1. gara gara markup maka biaya sekolah dinaikkan dan direkayasa sedemikian rupa agar supaya dana markup tersebut tertutupi.

2. GTT termasuk guru negeri tidak semangat mengajar gara-gara potongan insentif, hubungan dengan pendidikan mahal, GTT sengaja mencari tambahan melalui siswa dengan dalih LKS,Buku praktikum, Modul wajib, fotocopy dll.Walhasil banyak siswa mengeluh kenapa pendidikan mahal???!!!@#@$%@#$%

3.YANG INI TIDAK BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN PENDIDIKAN MAHAL, TAPI MEMPUNYAI EFEK BERANTAI. PENDIDIKAN JADI MAHAL GARA-GARA SISWA BAYAR SPP TAPI GAK ADA PELAJARAN = MAHAL KHAN!!!!!!!!!!

4, 5 DAN 6 SILAHKAN ANDA RENUNGKAN SENDIRI

KUNCINYA ANDA HARUS MEMBUAT MINIMAL 5 SEBAB TERSEBUT MUSNAH DARI MUKA BUMI TERUTAMA REPUBLIK INDONESIA, SEMOGA BERHASIL AMIN.

MAKA HASILNYA PENDIDIKAN DIJAMIN MURAH.

NB: "PARA GURU BERJUANGLAH DEMI ANAK BANGSA & MASUK SURGA, PAHLAWAN TANDA JASA"
E-mail Pengirim: almasih@myquran.com
Tanggal: 12 mei 2006


Nama: iswadi.ma.laweueng
Dari: malaysia
Saya: Guru malaysia
Saran: saya adalah salah seorang pelajar aceh yang dikirim oleh pemerintah Republik indonesia melalui Dinas pendidikan propinsi nad.yang lebih dikenal dengan istilah guru ikatan dinas aceh.sebenar nya Dewan perwakilan rakyat(Dprd) sudah pernah menganggarkan anggaran ratusan milyar untuk meniggkatkan kualitas pendidikan dibumi serambi mekah yang sangat kita cintai.namun hasil nya sia-sia belaka,semua itu karena praktek para pejabat diaceh yang sangat korup,melalui tulisan ini saya mengajak semua komponen sipil yang ada di seluruh pelosok dunia mari kita perangi korupsi di bumi serambi mekah itu.menurut saya itulah satu-satu nya cara meningkatkan kualitas pendidikan diaceh.
E-mail Pengirim: ogibiolwg@yahoo.co.id.
Tanggal: 25


Nama: Nova Hutabarat
Dari: Medan/Sumatera Utara
Saya: Mahasiswi UNIMED
Saran: Saya pikir semua orang mengeluh dengan mahalnya biaya pendidikan sekarang ini. sedangkan untuk makanan yang sehat bergizi kita berani bayar mahal, mengapa untuk pendidikan yang mengutamakan kualitas daripada kuantitas kita tidak berani membayangkan besarnya biaya yang dikeluarkan.Namun yang jadi pertanyaan, sudahkan pendidikan Indonesia, baik swasta maupun negeri sudah mengutamakan kualitas, sebaiknya kita jawab dalam hati. Sangat menyedihkan masih ada saja terdengar sekolah yang menghalalkan cara yang jelas-jelas salah untuk menambah jumlah lulusan dari sekolahnya. Bukankah kita sedang merancangkan kehancuran Indonesia entah sampai berapa lama. Saya sangat berharap pemerintah mau bayar mahal untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas dengan siswa dan mahasiswa bahwa mengecap pendidikan itu hak bukan kesempatan orang-orang yang punya uang saja. La iyalah penedidikan itu mahal karena kita melihat kualitas tinggi dihubungkan dengan biayapun tinggi. kita tahu bersama kualitas suatu bangsa juga diukur dari kualitas SDM, bagaimana mau mengahasilkan SDM berkualitas karena pendidikan berkualitas menjadi "barang lux". Dengan meluluskan orang yang tak berkualitaspun kita sedang menjajah kembali Indonesia dengan membodohkan bangsa dengan menyimpangkan tujuan Pendidikan Nasional. Jangan kita biarkan uang yang menjadi penentu utama untuk sekolah, lulus dan mendapatkan pekerjaan. Mari kita kembalikan tujuan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan tidak membungkan kebenaran
E-mail Pengirim:
Tanggal: 19 Juni 2006


Nama: bayu tri h
Dari: malang / jatim
Saya: Pengamat umm
Saran: melihat sistim pendidikan sekarang ini memang sangat wajar kalau di bilang mahal tetapi dengan mahalnya sispem tersebut tidak sebanding dengan fasilitas yang diberikan oleh lembaga pendidikan yang ada...?saya sebagai pemgamat sangat haru terhadap sistim pend yang mahal tetepi kurang bermutu ini
E-mail Pengirim: tryvicious.yahoo.com
Tanggal: 21.06.2006


Nama: muda harinta
Dari: dki jakarta
Saya: Mahasiswa pts
Saran: tolooong agar pemerintah dalam memberikan BOS jangan terima bersihnya doong cek lah sekali sekali ke daerah daerah. di pulo jawa aja masih banyak 1000 sekolah sd yang terbengkalai dan sudah tidak layak digunakan
E-mail Pengirim: mudo.okk@yahoo.co.id
Tanggal: 16 Agustus 2006


Nama: P3P3NG
Dari: BANJARMASIN-KALSEL
Saya: Mahasiswa STIE PANCASETIA
Saran: Menurut saya,Pendidikan mahal karena banyak anggaran yg diselewengkan seharusnya digunakan utk pendidikan malah dikorupsi oleh oknum pejabat instnsi pemerintah maupun non pemerintah.SDA kita melimpah tp tidak bisa dimanfaatkan.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 04-09-2006


Nama: D. Susmanto
Dari: Cirebon/Jawa Barat
Saya: Pengamat Cirebon
Saran: Kita menganggap pendidikan mahal karena kita tidak melihat pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Pandangan skeptis dari beberapa pemikiran yang melihat mahalnya sebuah pendidikan yang kemudian diidentikkan dengan mahalnya harga buku, tidak didasari dari hasil penelitian atau pengamatan secara ilmiah. Bagaimana mau meningkatkan minat membaca sementara untuk memberi buku yang harganya relatif murah dibandingkan dengan produk konsumtif lainnya saja sulit. Masalah ini memang bergantung pada pemikiran dan skala priritas dari tujuan hidup setiap anggota masyarakat. Saya yakin, bagi masyarakat yang peduli dengan pendidikan anaknya, mungkin telah menyiapkan sejauh mungkin "bekal" untuk pendidikan anaknya. Kepada Guru, Kepala Sekolah, dan pihak terkait dimohon juga untuk tidak menjadikan dunia pendidikan melulu sebagai lahan bisnis yang ujung-ujungnya memperkaya diri. Pilihlah bahan ajar yang bermutu, jika ada diskon dari penerbit berbagilah dengan siswa (orangtua siswa) dengan cara memberi diskon juga. Misal dari Penerbit 35% bagilah kepada siswa 10% sehingga bahan ajar yang dipakai bermutu dan murah (lebih murah dibandingkan di toko buku) Majulah terus pendidikan Indonesia, Sejahterakan Nasib Guru, dan Majulah Indonesia.
E-mail Pengirim: masdar_masyo@yahoo.co.id
Tanggal: 7 September 2006


Nama: Febby Niswah Nilam Qonita
Dari: Dumai/Riau
Saya: Siswi SMPN. Binaan Khusus
Saran: Saran Saya, hendaknya sekitar 50% APBN kita diperuntukkan bagi pendidikan. Hal ini dapat kita contoh dari negara maju lainnya. Kalau bisa hendaknya diadakan sekolah gratis untuk rakyat kurang mampu yang sarana dan prasarananya terbilang lengkap. terutama bagi daerah pelosok. Terima kasih
E-mail Pengirim:
Tanggal: 08 September 2006


Nama: vintha sari u.s
Dari: jambi
Saya: Siswi sma n 5 jambi
Saran: yang pertama sekali harus kita sadari yaitu "pendidikan adalah mahal". kita harus menyadari untuk mendapatkan pendidikan yang bagus dan berkualitas, kita harus benar-benar mengorbankan segala sesuatunya,naik secara materi maupun nonmateri. untuk menolong orang-orang yang kurang dalam hal materi, bisa dilakukan dengan pemberian bantuan seperti Beasiswa prestasi/tidak mampu dan biaya operasional sekolah (bos). untuk melaksanakan bantuan ini, pemerintah tetap bergantung pada keadaan negara kita. mengapa biaya untuk pendidikan di negara kita sangat kecil? hal ini dikarenakan kondisi ekonomi kita yang juga buruk,pernahkah anda berpikir, bagaimana pemerintah akan memberikan biaya pendidikan yang besar sementara kondisi negara kita masih kacau dan masih banyak masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. di zaman sekarang ini kita memang harus pandai mencari peluang dalam setiap kesempatan. oramg yang pintar,dia akan dapat. saya adalah siswi kelas 3 ipa unggul sma n 5 jambi, karena usaha saya selama 2 tahun untuk belajar keras, pada kenaikan kelas kemarin saya berhasil mendapatkan beasiswa prestasi dari BNI. jadi, masih banyak jalan untuk mendapatkan pendidikan yang tinggi. dan terimalah bahwa kondisi negara kita masih kacau
E-mail Pengirim: pipin_maniezzz@yahoo.com
Tanggal: 23 september 2006


Nama: Ronald
Dari: medan
Saya: Mahasiswa ILMU POLITIK USU
Saran: generasi muda adalah generasi yang intelektual yang trcipta dari pendidikan. pendidikan adalah yang lebih berperan, bilamanan pendidikan tidak seperti yang diharapkan maka generasi bangsa yang diharapkan untuk memajukan Indonesia tidak akan terwujud malah kehancuran yang ada. kiranya bidang pendidikan lebih diperhatikan terutama pada tingkat dasar, lanjutan sampai sma jika demikian diperguruan tinggi semua generasi muda tinggal diasah lebih agar semakin mantap sehingga nantinya negara ini lebih maju seperti yang diharapkan. kiranya anggaran dibidang pendidikan lebih ditingkatkan dan kesadaran untuk lebih memperhatikan pendidikan itu. SEMANGAT TRUS!!!!! POLITIK YESS!!!!!
E-mail Pengirim: 2d_uindras@plasa.com
Tanggal: 26 SEPTEMBER 2006


Nama: Ronald
Dari: medan
Saya: Mahasiswa ILMU POLITIK USU
Saran: generasi muda adalah generasi yang intelektual yang trcipta dari pendidikan. pendidikan adalah yang lebih berperan, bilamanan pendidikan tidak seperti yang diharapkan maka generasi bangsa yang diharapkan untuk memajukan Indonesia tidak akan terwujud malah kehancuran yang ada. kiranya bidang pendidikan lebih diperhatikan terutama pada tingkat dasar, lanjutan sampai sma jika demikian diperguruan tinggi semua generasi muda tinggal diasah lebih agar semakin mantap sehingga nantinya negara ini lebih maju seperti yang diharapkan. kiranya anggaran dibidang pendidikan lebih ditingkatkan dan kesadaran untuk lebih memperhatikan pendidikan itu. SEMANGAT TRUS!!!!! POLITIK YESS!!!!!
E-mail Pengirim: 2d_uindras@plasa.com
Tanggal: 26 SEPTEMBER 2006


Nama: Sapta Sembada
Dari: Boyolali/Jawa Tengah
Saya: Masyarakat Boyolali
Saran: Menurut saya pendidikan adalah sebuah komitmen. Pemerintah harus menunjukkan komitmen yang jelas dalam mengarahkan pendidikan bagi warga negaranya. Pada situasi sekarang saya melihat komitmen terhadap pendidikan sebagai sebuah retorika, sementara yang terjadi sebenarnya justru sangat jauh dari pengharapan sebagian besar masyarakat. Praktek-praktek bisnis dalam pendidikan menjamur, arah pendidikan tidak jelas, kurikulum dan berbagai policy pendidikan berjalan seperti angin yang selalu berubah arah. Mahalnya pendidikan muncul karena inkonsistensi yang terjadi. PEMERINTAH mestinya membuat cetak biru yang jelas tentang kebijakan pendidikan, dan dipikirkan matang dengan melihat secara luas keadaan dan kemampuan masyarakat. Dalam kondisi seperti sekarang, tidak mustahil sekian waktu yang akan datang jumlah orang yang tidak mampu menyekolahkan anaknya semakin besar. "Orang miskin tidak boleh pintar" ini realita yang terjadi. Untuk itu perubahan harus terjadi, bisnis2 yang bernaung di bawah bendera pendidikan harus ditertibkan, dsb. Nggak ada habisnya membicarakan ini. Semoga muncul pemimpin-pemimpin yang berasal dari orang kecil, yang tahu rasanya jadi orang lemah.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 01-10-2006


Nama: Rahmat Ansari
Dari: Sul-Sel
Saya: Masyarakat Masamba
Saran: Sebenarnya biaya pendidkan tidak mahal. Sekali Bangun Gedung sekolah digunakan 30s/d50 tahun. Cost operasional yang berhubungan langsung proses belajar cukup sederhana. Yang buat mahal adalah "bisnis" terselubung bertopeng atas nama bagian dari pendidikan(biaya-biaya tambahan)yang tidak mendesak dikemas seakan sangat mendesak. Ditambah lagi biaya "koneksi" masuk di PT tertentu. Demikianlah sehingga hanya orang kaya yg dapat menikmati pendidikan. Maaf, bisnis buku, diktat, pakaian, hura-hura dan mewah, sikap boros salah satu sebabnya. Sekolah gratis perlu bagi keluarga miskin. Untuk keluarga kaya tetap dikenakan biaya. Guru dan Dosen dinaikkan gajinya oleh negara biar ga "bisnis". Pembangunan dan pengadaan swadaya digalakkan. Hindari proses tender ala kontraktor untuk membangun sarana dan fasilitas pendidikan. "Jadikan Pendidikan hanya untuk pendidikan, bukan "Bisnis". Dana BOS sudah bermanfaat ringankan beban orang tua siswa. JIka tak bisa di tambah, minimal dipertahankan. Terimah kasih untuk dana BOS.
E-mail Pengirim: rahmat_anca@yahoo.com
Tanggal: 5 Oktober 2006


Nama: ihfayuni
Dari: depok
Saya: Mahasiswi STAI ALHAMIDIYAH
Saran: seharusnya dana subsidi untuk pendidikan ditingkatkan seperti di negara lain,seperti di malaysia anggaran pendidikan sudah mencapai 20 % dari APBN.
E-mail Pengirim: IHFAYUNI-13@YAHOO.COM
Tanggal: 8 OKTOBER 2006


Nama: oLim
Dari: sLeman-Jogjakarta
Saya: Mahasiswi STiPsi - Yo
Saran: Pendidikan dikatakan mahal jika ada sarana dan fasilitas yang sangat memadai, agar hasil yang didapat juga seimbang,,, Jika kita bayangkan pendidikan yang mahal akan tetapi tidak ada fasilitas dan hasil yang luar biasa untuk dinikmati semua itu percuma, banyak siswa/i berprestasi dan berkeinginan untuk terus maju,apalagi jika kebanyakan siswa/i yang berprestasi ini dari kalangan yang kurang mampu, studi mereka untuk mencapai target yang tinggi jadi tertunda hanya dikarenakan biaya yang sangat mahal. Bagaimana seharusnya pemerintah mengamati hal ini, janganlah menjadi pemimpin yang banyak megumbar janji bahwa pendidikan akan diatasi jika pemerintah akan disegani oleh masyarakat luas maka buktikan!!!,,, asal kita ketahui pendidikan adalah hal yang sangat penting!!!! pendidikan sangat-sangatlah penting,,,
E-mail Pengirim: chester_cheetah84@yahoo.com
Tanggal: 11 Oktober 2006


Nama: Fraijon
Dari: Ngaku orang Jakarta
Saya: Mahasiswa Jakarta
Saran: Mahal! Saya berani tanggung ada permainan daripemerintah, dana 1,2 T untuk biaya pendidikan kemana semua? Beasiswa juga hanya unuk mereka yang tahu informasi. Pendidikan adalah hak bukan kewajiban dan bukan pula paksaan dengan mengeluarkan banyak duit dari kantong kosong tentunya.................. Kuncinya adalah adanya peraturan yang ketat tentang penggunaan biaya pendidikan yang telah dibuat, Harus jelas, konsisten dan efektif dalam penggunaannya.............. Kesalahan utama kita adalah, Menganggap tak bisa melakukan apa -apa tanpa sekantong uang, lihat filosofi gaya pendidikan orang barat. Terus belajar dan beasiswa akan datang, semua kehidupan ini adalah proses beajar, yang menjad masalah adalah apakah kita mau berusaha samapai kita menjadi s eorang pelajar mandiri?
E-mail Pengirim: oppung_gitar@yahoo.co.id
Tanggal: 17 Oktober 2006


Nama: himma nur umami
Dari: malang/jawa timur
Saya: Mahasiswi pls_universitas negeri malang
Saran: Banyak hal yang mengakibatkan pendidikan mahal, terutama masalah fasilitas dan biaya opeasional. Sebenarnya kalau saya bisa memberikan solusi, pendidikan itu tidak hanya bersifat formal saja. Mungkin memang kita tidak pernah mengenyam bangku sekolah, tapi kalau kita benar-benar belajar sendiri (secara nonformal) kita bisa memperoleh pendidikan dengan lebih murah meriah. Jadi intinya adalah pada diri sendiri. Biarlah pendidikan itu mahal, tapi kita tetap terus bisa belajar.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 23 mei 2007


Nama: nony
Dari: malang jawa timur
Saya: Mahasiswi universitas negeri malang
Saran: kita sebagai masyarakat yang berada pada era globalisasi dimana kita cepat atau lambat akan menghadapi zaman dimana kita dituntut untuk selalu berdaya saing tinggi, kalau kita menginginkan pendidikan yg berkualitas maka dengan biaya yg tgi itu sudah wajar adanya,klo mta murah ya kita wajib melihat dulu negara kita seperti apa???APBN kita dibuat membayar htg luar negeri saja tdak ckp, blm lagi harus menyisihkan untuk subsidi2 yg lain.sudah saatnya kita berhenti menyalahkan pemerinth akn lebih pntg jk kita memberinya solusi, jk kita sling menuding maka kita gk akn bsa maju
E-mail Pengirim: fairisyah_damsyah.co.id
Tanggal: 26 mei 2007


Mengunjungi:
Aspirasi Pendidikan Kita
Kunjungi Korupsi Org

Korupsi dan Pendidikan
Klipping Saran dari SuaraKita.Com, Korupsi.Org, Aspirasi.US

Ke Halaman: 5

Kembali ke Halamam Utama

Mengirim Saran Mengenai Topik
"Mengapa Pendidikan Mahal"

Nama Anda:

Kota / Propinsi:

Saya di

Tanggal Hari Ini:

Saran Anda:

E-Mail Anda:

Mohon Klik Sekali Saja!