Index ForumPendidikan MahalMemperbaiki PemerintahKBK FORUMFORUM UMUMKegiatan ProyekAnggota AktifLinks ProyekKegiatan Pendidikan

The Voice of Indonesian Educators and Learners
TOPIK
"Mengapa Pendidikan Mahal (5)"
Halaman: 1, 2, 3, 4, 5


Nama: @_wank dharmawan
Dari: urang Kuningan, Jabar euy !!
Saya: Mahasiswa Universitas Kuningan
Saran: Pendidikan MAHAL !!! pada dasarnya semua aspek kehidupan tentu butuh dengan faktor penunjang, seperti fasilitas yang memadai dan representatif, jadi ga salah donk klo mo pinter itu mahal" tapi klo dah pinter ga usah pake mahal yah !?! pemerintah sudah cukup baik terhadap dunia pendidikan dengan berbagai program yang dicanangkan, hanya saja teknis di lapangan terkadang menyimpang, itu karena ulah oknum yg ngaku orang pendidikan tp qo kelakuannya ga terdidik, jadi INTINYA, "Tidak ada pihak yang dapat memberi kepuasan " jadi kita harus benar-benar memanfaatkan apa yg diberikan pada kita dengan se efektif mungkin. keyz (Lam' to del'z Akper YPIB Mjl)
E-mail Pengirim: de_dharm@yahoo.com
Tanggal: 13 Oktober 2007


Nama: dyah khusna
Dari: kendal-semarang
Saya: Mahasiswi yogyakarta
Saran: susah memang kalo berada dlm 2 posisi. ketika saya sbg pelajar/ mahasiswa saya merasa bahwa biaya pendidikan mahal dan seharusnya lebih murah bahkan gratis.karena mencerdaskan warga negara itu kewajiban negara. tapi ketika posisiku sebagai guru, ternyata kebutuhan juga sangat banyak. apalagi tuntutan untuk mencari informasi baru, metode baru, dan media baru (kadang tidak semua media di sekolah lengkap sehingga harus mencari sendiri). nasib jd pelajar n jd pengajar belum bisa di pahami bersama. apalagi klo ada orang tua murid yang ya ya aja, yang penting anaknya bisa masuk sekolah impiannya. tambah melancarkan uang adalah sumber segalanya.
E-mail Pengirim: tweety_081284@yahoo.com
Tanggal: 4 September 2007


Nama: DiaNa
Dari: KUTA - BALI
Saya: Siswi SMA di Kuta
Saran: Ternyata biaya pendidikan murah hanyalah slogan di televisi saja. Bagaimana iNi ........... Kenyataan di lapangan, biaya pendidikan melaaambung sangat-sangat tinggi, sampai-sampai orang miskin tak bisa menyentuhnya. Katanya sekarang ini ada bantuan buku BOS, tapi kok masih disuruh beli buku yang harganya selangiit lagi sih BOS?!! Seharusnya, biaya pendidikan bisa diatasi dengan meningkatkan anggaran pendidikan oleh pemerintah asal disalurkan dengan cara yang benar serta rakyat miskin dibebeskan dari biaya-biaya pendidikan yang mencekik leher.
E-mail Pengirim: dianacurl@yahoo.co.id
Tanggal: 29 Agustus 2007


Nama: fredrico
Dari: dki jakarta
Saya: Masyarakat jakarta
Saran: yang terpenting untuk anak bangsa adalah bagaimana mendapatkan pendidikan dengan biaya pendidikan yang terjangkau serta kwalitas yang boleh bersaing dengan negara lain.itu semua tergantung bagaimana pemerintah dapat mensubsidi anggarannya ke sekolah-sekolah.apalagi sekarang ini untuk bahan pokok sangatlah mahal,padahal itu semua sangat penting untuk penunjang belajar anak.kita bisa bayangkan apabila anak kita berangkat ke sekolah untuk belajar sementara perutnya kosong.
E-mail Pengirim: banting07@ yahoo.com
Tanggal: 11 agustus 2007


Nama: John Manasye
Dari: Madiun/ Jatim
Saya: Mahasiswa STKIP Widya Yuwana Madiun
Saran: Perlu diingat bahwa pendidikan merupakan hak yang melekat pada setiap warga negara. Hak tersebut sebanding dengan kewajiban warga untuk membayar pajak, retribusi, dll. Perlu diingat pula bahwa salah satu tujuan adanya NKRI adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Adanya riak dan gelombang disintegrasi bangsa merupakan bukti ketidakpuasan warga akan penyelenggaraan negara yang tidak berorientasi pada pencapaian tujuan adanya NKRI.

Benar bahwa untuk menyelenggarakan pendidikan bermutu diperlukan high cost. Namun, apakah hanya dengan alasan tersebut, sebagian besar anak bangsa ini dibatasi haknya untuk menikmati pendidikan? Pendidikan bermutu dengan high cost tidak mesti mengorbankan sebagian besar anak bangsa yang tidak mampu. Kita berbicara soal ketidakmampuan negara untuk menyelenggarakan pendidikan gratis...siapa bilang, bung!!! Kenapa negara menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang tidak terlalu urgen? Kenapa untuk mencairkan 20% SAJA dari APBN dan APBD begitu sulit?

Ya, jangan buru-buru meng-UUD-kannya, nanti dianggap melanggar (atau kebal???) UUD. Uang negara hanya pas untuk tutup utang luar negeri? Ya, utang siapa? Utang rakyat yang tidak sekolah itukah? Ya..., bukan menyudutkan negara...memang utang yang dipakai untuk memperkaya pejabat negara koq...
E-mail Pengirim: jo_man_rebaelar@yahoo.co.id
Tanggal: 15 Oktober 2007


Nama: Andhika
Dari: Surabaya, Jawa Timur
Saya: Mahasiswa Surabaya
Saran: Shalom~, Menurut saya harga tidak selalu menunjukkan kualitas segala sesuatu, termasuk pendidikan, banyak kemungkinan bisa terjadi sebagai penyebab tingginya harga sebuah "pendidikan", sebagai gambaran, apabila susunan keuangan sebuah organisasi pendidikan kurang tertata tidak tertutup kemungkinan akan adanya biaya-biaya yang tidak seharusnya dikeluarkan tetapi justru dianggap "perlu", seringkali "biaya" ini menjadi "dasar penetapan harga", yang pada akhirnya menyebabkan melambungnya harga pokok. belum lagi adanya tindakan-tindakan semena-mena yang ada(KKN, inkonsistensi peraturan, distorsi kebijakan, dll.). Menurut saya, semua hal tersebut mungkin terjadi karena "1" penyebab, "Pola pikir 'Teleologis'" kebanyakan orang, dimana mereka tidak mengindahkan prinsip, hukum, dan aturan-aturan yang ada, melainkan sibuk mencari celah kelemahan aturan dan hukum yang ada, sehingga dapat mereka manfaatkan untuk kepentingan mereka sendiri.(>.<),(T__T), alangkah baiknya jika kita melakukan segala sesuatu dengan memandang prinsip yang "benar"(deontologis), apabila terwujud maka segala sesuatu yang telah benar tersebut akan menyebabkan keuntungan bersama yang mengikuti tindakan tersebut, Do the Best, GOD WILL DO THE REST, salam damai sejahtera, God Bless...
E-mail Pengirim: cruznik_87@hotmail.com
Tanggal: 08-12-2007


Nama: Imam Setiyanto
Dari: Semarang/Jawa Tengah
Saya: Masyarakat Semarang
Saran: Pendidikan itu penting bagi bangsa kita meskipun mahal jadi ndak apa setelah mendapat ilmu dapat diaplikasi secara baik dan benar? good luck??? (salam buat yulia anggraeni akbid ypib majalengka)
E-mail Pengirim: detective_cia@yahoo.com
Tanggal: 15/12/07


Nama: Rani B. Sutiarso
Dari: Surabaya / Jawa Timur
Saya: Pengamat Surabaya
Saran: Pendidikan memang salah satu kebutuhan pokok yang harus didahulukan dari sekian banyak kebutuhan dan UUD'45 mengamanatkan negaralah sebagai penanggungjawab akan terpenuhinya kebutuhan pendidikan rakyat Indonesia. Namun perlu dipikirkan oleh kita semua bahwa kalau semua kebutuhan pendidikan rakyat Indonesia dibebankan pada negara, maka pertanyaannya sampai kapan rakyat kita keluar dari ketertinggalan pendidikan karena keterbatasan negara dalam mengalokasikan anggaran yang ada.

Untuk itu kalau mau segera keluar dari ketertinggalan pendidikan di negeri ini maka peran rakyat itu sendirilah yang harus didahulukan dalam menunjang kemajuan pendidikan di negeri ini. Artinya rakyat Indonesia harus mempunyai komitmen yang tinggi akan kemajuan pendidikan negeri ini baik berupa pendanaan serta fasilitas yang dibutuhkan dan negara berkomitmen memberikan support seluas-luasnya akan kemajuan pendidikan rakyatnya, agar supaya negara juga dapat mengemban amanat yang lain misal penyediaan lapangan kerja, kesehatan, dll agar rakyat yang telah memperoleh pendidikan yang cukup ini setelah menyelesaikan pendidikan terbukalah kesempatan memperoleh pekerjaan dalam mengembangkan karier yang dicita-citakan. Inilah jawaban akan pertanyaan MENGAPA PENDIDIKAN MAHAL karena kalau semua rakyat menginginkan pendidikan murah maka beban negara semakin berat, namun kalau untuk rakyat miskin pendidikan dibuat murah tapi bukan murahan itu suatu keharusan yang harus dilakukan negara tapi PENDIDIKAN MURAH bukanlah ditujukan untuk rakyat yang berkemampuan, artinya program BOS perlu dievaluasi kalau ditujukan kepada setiap siswa baik yang miskin maupun yang kaya sama-sama mendapatkan.

Saran saya untuk rakyat berkemampuan kalau ingin mendapatkan pendidikan yang berkualitas harus rela mengeluarkan biaya yang dibutuhkan meskipun yang berkemampuan tersebut mempunyai anak yang pandai, tetapi bagi rakyat miskin bila perlu bebaskan dari segala biaya yang dibutuhkan meskipun mempunyai anak yang tidak pandai. Akan tetapi berikan tambahan beasiswa berupa uang tunai kepada anak-anak yang pandai akan tetapi dari berasal dari keluarga miskin. Hal ini kalau dapat diimplementasikan maka benar-benar akan terjadi subsidi silang dari si kaya kepada si miskin
E-mail Pengirim: ranitiarso@yahoo.co.id
Tanggal: 19 Desember 2007


Nama: Sarimu
Dari: Hiroshima
Saya: Masyarakat Japan
Saran: sekarang pendidikan di jadikan lahan bisnis semata.banyak sekali oknum yang melakukan praktek ini,dengan dalih meningkatkan mutu pendidikan. sebagai contoh murid di wajibkan membeli buku lks yang sangat memberatkan wali murid.
E-mail Pengirim: milas_one@yahoo.co.id
Tanggal: 11 maret 2008


Nama: Drs. Ridwan Ibrahim, M. Pd.
Dari: Provinsi Aceh
Saya: Konsultan DBE 1-Aceh
Saran: Pendidikan bergantung pada kebutuhan. Jika kita ingin hasil pendidikan anak lebih baik didiklah secara baik, cukup fasilitas, dan berkualitas. Pendidikan semacam itu pasti mahal. Sebaliknya, jika orang hanya menginginkan anaknya sekadar bisa baca-tulis saja atau sekadar tidak buta huruf, saya pikir pendidikan itu tidak mahal karena setiap anak dapat memperolehnya di mana-mana.

Prinsip ekonomi pasar, "dengan modal sedikit harus mendapat keuntungan banyak" tidak berlaku dalam pendidikan. Prinsip ekonomi pendidikan, "semakin tinggi permintaan kualitas maka akan semakin tinggi modal yang harus disediakan."

Kualitas pendidikan kita sampai saat ini masih rendah karena modal kita, baik modal langsung maupun tidak langsung sedikit. Orang tua enggan mengeluarkan uang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya (modal langsung); kebanyakan orang tua kurang mengetahui bahwa mendidik anak-anak adalah tugas pribadinya, tugas sosialnya sebagai orang tua. Pemerintah pada hakikatnya hanya menjalankan hasil konvensi bangsa menanggung sebagian beban sosial para orang tua dalam hal pendidikan.

Tanggungannya tidak penuh. Oleh karena itu, saat ini pemerintah hanya menggratiskan kebutuhan minimal pendidikan (SPP, prasarana, buku, dan gaji guru, biaya kebersihan, biaya listrik, biaya pemeliharaan sekolah, dll. Hal minimal itu tidak dibebankan kepada orang tua dan itulah yang gratis. Akan tetapi, jika para orang tua menginginkan anaknya memiliki sejumlah buku penunjang, buku bacaan, kursi dan meja tempat belajar baik, ruangan tidak panas, guru membimbing siswa secara terus-menerus memerlukan tambahan biaya. Lihat sekolah-sekolah swasta yang maju, sampai-sampai tempat istirahat siang murid disediakan dan dibayar orang tua murid.

Saran saya adalah Depdiknas atau pihak lain yang menaruh peduli kepada pendidikan mensosialisasikan kepada semua masyarakat tentang apa saja yang perlu dipenuhi untuk kelangsungan pendidikan mulai dari kebutuhan minimal sampai kepada kebutuhan maksimal sebuah sekolah sehingga kesalahan pemahaman tentang biaya pendidikan bisa dikurangi. Menurut saya tidak ada sekolah mahal atau murah, sangat tergantung kebutuhan orang tua murid. Dia mau bagaimana anak-anaknya pada masa depan, maka menurut itulah ia membantunya. Tugas utama mendidik anak menurut agama saya adalah tugas orang tua, sedangkan negara ikut meringankan para orang tua karena mereka kurang memiliki kesanggupan mendidik dalam berbagai aspek atau hal yang diperlukan dalam kehidupan anak-anaknya.
E-mail Pengirim: ridwan_luthantao@yahoo.co.id.
Tanggal: 14 April 2008


Nama: Luthfi Septian
Dari: Cirebon
Saya: Siswa SMA N 7
Saran: Sungguh ironis memang disaat semua biaya kebutuhan hidup melambung tinggi, seluruh warga tidak saja di Jakarta tapi juga di kota-kota lainnya di seluruh Indonesia harus menghadapi semakin mahalnya biaya masuk sekolah putra-putriŽnya. Mulai dari tingkat pendidikan yang paling rendah, seperti Kelompok Bermain (Play Group) sampai Sekolah Menengah semua mematok harga-harga yang fantastis. Tidak tanggung-tanggung mereka mematok harga hingga jutaan rupiah.
E-mail Pengirim: septianluthfi@rocketmail.com
Tanggal: 18-11-2008


Nama: Dino Sudana
Dari: Malang Kota - Jawa Timur
Saya: Masyarakat Malang Kota
Saran: Memang, Proses dalam pengelolaan pendidikan diperlukan dana yang besar/mahal. Tapi, bukan berarti preposisi bahwa pendidikan itu mahal tidak berarti harus ditanggung oleh para peserta didik. Akan tetapi merupakan tanggungjawab pihak pemerintah sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945. Memang pendidikan itu mahal. Karena proses pendidikan merupakan proses investasi untuk kurun waktu sedikitnya 15 tahun selama warga didik itu berada dalam sistim persekolahan yang dikelola oleh pemerintah. Walau demikian,proses investasi yang demikian lama itu, diyakini bahwa hasilnya akan mengecewakan. Yakinlah.
E-mail Pengirim: dutakencana2003@plasa.com
Tanggal: 1 Desember 2008


Nama: IRA
Dari: BATAM/KEPRI
Saya: Siswi SDN 008 BATAM
Saran: SARANA DAN PRASARANA TOLONG DIBANTU DONG
E-mail Pengirim: edaerda@yahoo.com
Tanggal: 4 DESEMBER 2008


Nama: lia hardiani
Dari: bandung
Saya: Mahasiswi universitas pendidikan indonesia
Saran: pendidikan itu memeng mahal, tapi tergantung kita-nya juga. jika kita mau berusaha supaya meminimalisir biaya pendidikan..sekarang sudah banyak organisasi2, LSM atau produk yang menawarkan beasiswa bagi yang tidak mampu atau siswa yang berprestasi.....kalau anda ada masalah dengan pembiayaan mengapa tidak mencari alternatif dngan beasiswa. karena bagaqimanapun mahalnya pendidikan itu harus kita jalani dan utamakan karena pendidikan merupakan modal dasar bagi kehidupan....OK Thank's n' good luck
E-mail Pengirim: liahardiani@yahoo.co.id
Tanggal: 11-12-2008


Nama: PRIHATIN
Dari: JAKARTA PUSAT
Saya: Masyarakat KEMAYORAN
Saran: MEGAPA..........!!!! SEKOLAH ISLAM SANGAT TIDAK "ISLAM" DALAM SOAL PENDIDIKAN, TERUTAMA DALAM SOAL BIAYA, DULU SAYA SERING MELIHAT ADA KELUARGA YANG MENJUAL AGAMANYA DEMI MENGHIDUPI KELUARGANYA, KINI SAYA BARU TAHU MENGAPA........
E-mail Pengirim:
Tanggal: 6 JANUARI 1009


Mengunjungi:
Aspirasi Pendidikan Kita
Kunjungi Korupsi Org

Korupsi dan Pendidikan
Klipping Saran dari SuaraKita.Com, Korupsi.Org, Aspirasi.US

Ke Halaman: 6

Kembali ke Halamam Utama

Mengirim Saran Mengenai Topik
"Mengapa Pendidikan Mahal"

Nama Anda:

Kota / Propinsi:

Saya di

Tanggal Hari Ini:

Saran Anda:

E-Mail Anda:

Mohon Klik Sekali Saja!