Teacher ResourcesOur ForumsOur WebsitesHome
Contoh Model Penbaharuan

English Here

SMU NEGERI 1 MOJOAGUNG

1. Persepsi Kepala Sekolah

Pada saat kedatangannya di sekolah, kepala sekolah menemukan lima masalah pengembangan yang dihadapi, yaitu :

  • Meningkatkan NEM.
  • Meningkatkan profesionalisme para guru.
  • Persaingan dengan sekolah yang baik di kota.
  • Mengembangkan penampilan fisik sekolah.
  • Kesejahteraan guru yang kurang memadai.

Untuk mengatasi masalah-masalah pengembangan tersebut, kepala sekolah mempersiapkan rencana strategis.

Pertama, para guru perlu didukung. Bila berbicara mengenai pengembangan sekolah, guru dapat diibaratkan seperti puncak gunung es. Melibatkan mereka ke dalam usaha pengembangan sekolah akan mempunyai dampak pada seluruh sekolah. Lagi pula dengan menganggap guru sebagai teman dalam usaha pengembangan dan bukan sebagai pekerja akan dapat memperkuat upaya-upaya yang inovatif.

Kedua, administrasi dan guru dapat mendukung upaya peningkatan sekolah apabila guru terlibat dalam diskusi dan turut bertanggung-jawab dalam pembuatan keputusan.

Ketiga, mengajak para siswa dengan cara berkomunikasi dengan mereka untuk memperoleh gambaran tentang status sekolah, termasuk: masalah-masalah bisnis, masalah-masalah guru, dan persoalan administrasi sekolah.

Keempat, aset sekolah lainnya adalah masyarakat sekolah. Masyarakat biasanya mengacu pada para orangtua, tetapi dalam konteks ini berarti yang mewakili orangtua dan bukan orangtua yang hidup dalam lingkungan sekolah. Dengan mengundang mereka maka akan dapat meningkatkan kepedulian mereka terhadap permasalahan sekolah yang sedang dihadapi. Dengan mendengar tanggapan ataupun masukan dari mereka dalam diskusi, sekolah dapat meningkatkan dukungan dari masyarakatnya.

Kepala sekolah mengemukakan keprihatinannya mengenai masalah-masalah pengembangan lainnya yang dihadapi. Salah satu masalah umum adalah bahwa kebanyakan lulusan dari sekolah ini kurang memiliki persiapan yang matang untuk terjun ke dunia kerja. Walaupun sangat diinginkan untuk meningkatkan jumlah lulusan yang dapat meneruskan ke perguruan tinggi, kepala sekolah sangat memperhatikan tentang penyelenggaraan latihan ketrampilan bagi mereka yang tidak ingin meneruskan ke pendidikan yang lebih tinggi.

Sebagaimana dicatat di atas bahwa guru dianggap sangat penting dalam memberi kontribusi terhadap pembaharuan tersebut. Dia percaya bahwa hubungan kemitraan (partner) lebih baik dari sekedar hubungan kerja, tetapi yang paling penting adalah sifat kekeluargaan yang perlu ditingkatkan. Untuk dapat mendukung pendekatan ini, maka kebutuhan para guru harus dapat dipenuhi dengan sebaik-baiknya. Kontribusi BP3 untuk kesejahteraan guru masih rendah. Untuk menunjukkan komitmennya terhadap dukungan bagi guru, maka kepala sekolah memberitahu kepada BP3 agar dapat meningkatkan kontribusinya terhadap para guru.

Sikap kepala sekolah telah dijelaskan sebagai bentuk cerminan dari budaya Jawa. Ada kepercayaan bahwa masalah dapat dipecahkan dengan pendekatan kemanusiaan. Yaitu melalui sikap kasih sayang dan sikap peduli terhadap para guru, siswa, orang-tua dan masyarakat. Mencoba memahami masalah-masalah dan persoalan yang dihadapi para pemegang peranan diajak bersama-sama memecahkan semua masalah tersebut. Selama pengalaman masa hidupnya, prinsip kemanusiaan merupakan landasan dalam pengembangan organisasi.

Selain melakukan pendekatan kemanusiaan, kepala sekolah merasa bahwa seorang pemimpin harus memberikan serangkaian contoh. Oleh karena itu, dia mengajak para guru untuk mengembangkan kemampuan profesionalnya, jika mereka memilih untuk melanjutkan pendidikan, misalnya dengan menetapkan gelar S2 dalam bidang administrasi pendidikan. Membuat contoh tidak harus melalui perubahan yang besar. Datang ke sekolah pada pagi hari untuk dapat menyampaikan salam kepada para guru dan siswa adalah cara lain untuk memberi contoh bahwa datang ke sekolah pagi adalah hal yang sangat penting.

 

  1. Perubahan yang Dirasakan

 

a. Fasilitas

Fasilitas telah ditingkatkan. Misalnya, telah dibangun sebuah jembatan dan mushola baru serta pendidikan agama telah diperbaharui pula.

 

b. Kepala Sekolah

Kepemimpinan kepala sekolah dianggap sebagai sumber dari pembaharuan sekolah. Ia datang ke sekolah pagi-pagi sekali dan mendorong para siswa dan guru untuk melakukan hal yang sama. Ia mengajak guru untuk melakukan inovasi pada proses pembelajaran. Ia mendukung dana untuk semua kegiatan belajar-mengajar. Lebih lanjut, dia memperhatikan semua stafnya. Ia memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi guru dan staf serta menggunakan potensi tersebut untuk mengembangkan sekolah. Sekolah kelihatannya lebih terbuka pada kepemimpinan kepala sekolah yang ada saat ini.

Ia melibatkan para guru agar lebih bertanggung-jawab kepada sekolah. Hal ini telah menciptakan situasi yang dapat meningkatkan kapasitas kepala sekolah untuk memajukan sekolah. Ia memberikan dukungannya kepada guru yang melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi dengan program gelar S2 pada hari Sabtu dan Minggu. Dengan berbagai usaha ini, dia terlihat sebagai orang yang sangat peduli dan manusiawi.

 

c. Guru

Guru kelihatannya lebih termotivasi untuk mengajar walaupun mereka lebih menitikberatkan pada mata pelajaran yang ada dalam EBTANAS, dan cenderung kurang terhadap mata pelajaran non-EBTANAS. Guru juga meningkatkan hubungannya dengan para orang tua untuk membicarakan secara langsung mengenai kemajuan belajar para siswa. Mereka, terutama guru wanita, tidak saja menerima gaji tambahan, tetapi mereka juga merasa terhormat dengan menerima tanggung-jawab yang diberikan kepada mereka. Komunikasi dengan para guru juga meningkat dari pertemuan rutin yang diadakan sekali pada setiap cawu. Bagaimanapun, pertemuan informal nampaknya lebih menguntungkan bagi para guru.

 

d. Siswa

Sikap murid kelihatannya lebih positif. Mereka lebih disiplin dan lebih bersemangat untuk belajar. Beberapa mata palajaran EBTANAS meningkat walaupun hasil nilai mata pelajaran Matematika masih kurang memuaskan. Hanya sedikit jumlah siswa yang absen dari sekolah dan ada peningkatan jumlah siswa yang melanjutkan ke universitas. Sekolah telah memperkenalkan ketrampilan praktis dengan cara bekerjasama dengan pengrajin setempat melalui hubungan informal dan ketrampilan komputer yang diajarkan di SMU untuk memperiapkan siswa memasuki dunia kerja. Dengan demikian, siswa diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan mereka agar dapat meneruskan ke perguruan tinggi dan/atau mengembangkan ketrampilannya untuk dapat bekerja.

 

e. Hubungan dengan Masyarakat

Hubungan dengan masyarakat kelihatannya lebih baik sejak kehadiran kepala sekolah yang sekarang di sekolah ini. Sekolah mempekerjakan orang di sekitar sekolah dalam usaha pemeliharaan. Baik masyarakat maupun BP3 keduanya tertarik dalam upaya pengembangan sekolah. Masyarakat sekitar sekolah memperhatikan siswa yang pulang lebih awal. Dalam liburan keagamaan, baik para guru maupun siswa memberi kontribusi pada masyarakat. Kadang-kadang guru diundang untuk berperanserta dalam kegiatan pembangunan desa. Masyarakat meyakini bahwa mutu pendidikan akan meningkat.

Kepala desa kadang-kadang diundang untuk mengikuti pertemuan dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru dan siswa. Hal ini memberi kesempatan kepada kepala desa untuk mengungkapkan gagasan-gagasan dan keterlibatannya dalam rangka pengembangan sekolah. Mereka merasa sebagai bagian dari sekolah. Ketika sekolah mengajukan program kepada BP3, masyarakat berperan serta dalam berdiskusi dan dalam melaksanakannya. Contohnya, jembatan yang ada di depan sekolah serta pembangunan mushola adalah salah satu kontribusi kerja-sama yang dilakukan oleh pihak sekolah dan masyarakat.

 

f. Orang-tua

Kepala sekolah, para administrator, dan para guru membahas program-program pengembangan dan menyampaikan rekomendasi kepada BP3. Kepala BP3 memimpin rapat dan mempresentasikan program-programm yang diajukan sekolah. Program tersebut diprioritaskan sesuai dengan dana yang tersedia. Dua program telah dipilih untuk dilaksanakan.

 

Proses:

  1. Kepala sekolah dan staf bertemu untuk mengembangkan program.
  2. Kepala sekolah bertemu dengan Ketua BP3.
  3. Ketua BP3 menjelaskan program-program tersebut kepada semua anggota BP3. Pada beberapa kasus, tokoh masyarakat juga ikut terlibat dalam membuat keputusan. Dalam rapat BP3 guru tidak dilibatkan. Kepala sekolah dan staf lainnya mengunjungi tokoh masyarakat. Salah satu tokoh masyarakat adalah anggota BP3 sehingga dia sudah terlibat dalam proses. Dalam situasi yang berbeda, kepala sekolah berkonsultasi dengan para tokoh masyarakat. Hal ini sangat diperlukan terutama jika kegiatan pengembangan sekolah melibatkan masyarakat dalam kegiatan sekolah.

 

Para orangtua merasa lebih terlibat dalam membuat keputusan di sekolah melalui BP3. Di sini mereka memperoleh kesempatan untuk dapat mengetahui dan mempelajari program-program baru, biaya yang diperlukan dan kegiatan yang perlu dilakukan. Berdasarkan informasi ini, mereka dapat membuat keputusan yang lebih baik mengenai pengembangan sekolah. Dan hasilnya, para orang-tua secara aktif lebih terlibat dan lebih mendukung terhadap pembaharuan yang telah diperkenalkan.

Para orangtua diundang ke sekolah untuk membahas kemajuan belajar siswa setiap cawu. Dialog terbuka ini telah meningkatkan keinginan orang-tua untuk mendukung diadakannya pelajaran tambahan pada kelas 1 dan 2. Sebelumnya, hanya kelas 3 yang mendapatkan jam tambahan belajar untuk persiapan EBTANAS. Melalui dana BP3, semua jam tambahan belajar yang dilakukan di kelas 1, 2 dan 3 dibiayai.

 

3. Faktor-faktor utama untuk pembaharuan

Kepala sekolah menunjukkan adanya komunikasi yang baik serta hubungan dekat antar guru, orang-tua dan siswa, antara ketua BP3 dan anggotanya serta hubungan BP3 dengan pihak sekolah. Orang-tua tidak merasa dipaksa untuk memberikan sumbangan untuk memajukan sekolah. Sekarang ini, semua pemegang peranan telah meningkatkan keinginan dan peransertanya terhadap perkembangan sekolah.

Sekolah Lain
[ Wonosari ] [ Tiga Raksa ] [ Bandung ]

Ref: SSEP (1999)