Index ForumPendidikan MahalMemperbaiki PemerintahKBK FORUMFORUM UMUMKegiatan ProyekAnggota AktifLinks ProyekKegiatan Pendidikan

The Voice of Indonesian Educators and Learners
TOPIK
"Bagaimana Presiden Baru Dapat Memperbaiki Pemerintah
Terhadap Pendidikan"

[Halaman 1] [Halaman 2]

Dari http://Aspirasi.US/aspirasi21.html - 17 November 2004

Nama: Wiwit Wicaksono
Dari: Bandung / Jawa Barat
Saya: Mahasiswa Biologi UPI
Aspirasi / Informasi: Pak SBY selamat bekerja, seperti halaman awal (di Aspirasi.US) tolong jadikan tahun ini atau semasa pemerintahan Bpk menjadi thn pendidikan, berilah kami kenang-kenangan yang positif dan tidak terlupakan bagi PENDIDIKAN. Amin.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 17 November 2004


Saran Anda

Nama: Priadi Dodo Pracoyo
Dari: BAndung JAwa BArat
Saya: Staf Administrasi FRI - YPSDM
Saran: Saya mempunyai harapan yang besar pada pemerintahan SBY-Kalla dalam memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Saya harap Jargon Anda pada saat kampanye dulu yaitu alokasi dana pendidikan sebesar 20% dapat TERWUJUD dan TEPAT SASARAN. Walaupun uang bukan lah segala-galanya tetapi saya yakin bahwa dana yang cukup dapat memperbaiki pendidikan di indonesia. Selain dana pendidikan, kualitas dari pengajar pun harus ditingkatkan.

Berikanlah fasilitas kemudahan kepada para pengajar untuk dapat meng-upgrade kemampuan mengajarnya. FAsilitas tersebut dapat berupa kesempatan untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi ataupun berupa pelatihan pelatihan tentang metoda mengajar ataupun tentang materi pengajaran. Tentunya di sertai dengan beberapa konsekuensi bagi pengajar tersebut untuk menjamin bahwa mereka harus menurunkan ilmu yang didapat kepada siswanya.

Kemudian saya harap balitbang Depdiknas sebagai ujung tombak inovasi pendidikan dapat dipacu untuk menemukan inovasi inovasi dalam pendidikan. Sebenarnya masih banyak lagi yang harus diperbaiki, tapi untuk sementara ini hanya itu saja. Terima kasih.
E-mail Pengirim: dodo_028@yahoo.com
Tanggal: 2 des 04


Nama: Guru SMK
Dari: Gorontalo/Gorontalo
Saya: Guru SMK
Saran: Mohon Bapak Presiden, segera kembalikan Jajaran Pendidikan Ke Pusat/Vertikal, sebab otonomi hanya bencana bagi pendidikan kita. Kalau cuma PAD, apa PAD dari pendidikan? makanya mohon segera direstui Pak.
E-mail Pengirim: nyonyak@plasa.com
Tanggal: 2/2/2005


Nama: nisa faridz
Dari: jakarta
Saya: Pengamat Indonesia
Saran: SBY harus berbesar hati, jangan pernah ragu untuk melakukan 'perombakan besar-besaran' dalam mengurus pendidikan. Belajar dari Jepang yang tidak malu-malu berguru pada Singapura untuk urusan IT, saya harap SBY juga tidak malu jika pembangunan indonesia ternyata harus dimulai dengan begitu banyak renovasi sana-sini.Just show us your good deeds!
E-mail Pengirim: nisafaridz@yahoo.com
Tanggal: 3 maret 2005


Nama: Sutrisno
Dari: Bandung
Saya: Dosen Univ Swasta
Saran: Pemerintah dapat menginstruksikan kepada semua Pemda untuk mencontoh Kabupaten Jembrana - Prop. Bali yang dapat membebaskan SPP dari SD s/d SLTA dan memberi beasiswa kepada yang sekolah di swasta.
berikut program terobosan Kab. jembrana mengenai SPP gratis :

Program TrobosanGuna meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat di Kabupaten Jembrana, Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana mengambil beberapa langkah strategis, seperti :
· Program Pertama, yaitu membuka atau memberikan kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang seluas - luasnya bagi setiap warga masyarakat di Kabupaten Jembrana. Untuk mendukung program ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana, melakukan beberapa trobosan dan tawaran seperti :
o Program Subsidi berupa pembebasan SPP, mulai dari tingkat TK, SD, SLTP, dan SMA bagi seluruh sekolah negeri yang ada.
o Program Bea Siswa bagi masyarakat Jembrana yang menempuh pendidikan pada lembaga atau sekolah swasta, dengan nilai sebesar Rp.7.500,- untuk tingkat SD setiap anak/bulan, Rp.12.500 untuk tingkat SLTP setiap anak/bulan, dan Rp. 20.000. untuk tingkat SLTP setiap anak/bulan.

· Program Kedua adalah peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, sehingga meningkatkan kualitas belajar dan mengajar bagi anak didik dan guru. Peningkatan kualitas sarana pendidikan ini, untuk Kabupaten Jembrana dipilih melalui pola Block Grant. Atau pola yang mengedepankan partisipasi masyarakat, melalui Komite Sekolah yang ada. Sehingga penterjemahan dari ide dan pengembangannya memang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat pendidikan itu sendiri. Sementara pemerintah daerah sendiri, hanya memfasilitasi dan memberikan bantuan berupa dana atau material. Dipilihnya pola Block Grant dan bukan diproyekkan, selain untuk memberikan ruang partisipasi kepada masyarakat pendidikan itu sendiri, juga bertujuan untuk melakukan efesiensi dan pemanfaatan dana yang lebih optimal, dengan sasaran akhir yang lebih maksimal demi dunia pendidikan itu sendiri.

· Program Ketiga, meningkatkan Sumber Daya Manusia dibidang pendidikan. Peningkatan SDM bagi tenaga - tenaga pendidik ini dilakukan dengan memberikan kesempatan yang seluas - luasnya bagi para guru dan pendidik, untuk mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yakni melalui program D-3, S-1, dan S-2, dengan tanggungan pembiayaan yang dibantu oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana sebesar 50%.

· Programn Keempat, meningkatkan kualitas proses belajar dan mengajar disekolah, sehingga interaksi antara anak didik dan guru benar - benar harmonis dan berlkualitas. Langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jembrana guna mendukung peningkatan kualitas proses belajar dan mengajar adalah dengan lebih memberikan perhatian pada sisi kesejahtraan guru dan pendidik. Selain dengan memberikan insentif setiap bulannya kepada guru maupun pendidik, Pemerintah Kabupaten Jembrana juga memberikan tambahan Rp.5.000./jam mengajar, serta bonus sebesar Rp. 1 juta untuk setiap tahunnya.
E-mail Pengirim: sutrisno@len.co.id
Tanggal: 14 Maret 2005


Nama: erna
Dari: kendari
Saya: Siswa smu 4 kendari
Saran: sebaiknya pada pemerintahan SBY Kalla agar dalam mengambil kebijakan perlu dijelaskan tentang alokasi dana yang akan disalurkan kepada masyarakat secara transparan agar rakyat kecil dapat mengerti
E-mail Pengirim:
Tanggal: 20 Maret 2005


Nama: QHOTRUN NADIA
Dari: MAKASSAR/SULSEL
Saya: Mahasiswi UNHAS
Saran: ASS. ALAIKUM,
BPK. PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN YANG SAYA HORMATI, SEBAGAI MAHASISWI SAYA JUJUR SANGAT SEDIH MELIHAT KONDISI NEGARA YANG LAGI KACAU BALAU INI. TERLEBIH LAGI PADA SISTEM PENDIDIKANNYA YANG UJUNG-UJUNGNYA TIDAK MENGHASILKAN GENERASI BANGSA YANG BERKUALITAS, ADA APA DENGN BANGSA KITA PAK?

SETELAH BAPAK BERDUA TERPILIH TOLONG DENGAN SANGAT SAYA SEBAGAI WAKIL ASPIRASI DARI TEMAN MAHASISIWI MENGHARAPKAN SUBSIDI PENDIDIKAN BUKAN DIBERIKAN PADA ORANG-ORANG YANG MAU MENGHANCURKAN ANAK BANGSA SEHINGGA PERBAIKAN DI SELURUH KOMPONEN PENDIDIKAN DALAM ARTIAN FASILITAS BISA DIRASAKAN OLEH SEGENAP GENERASI BANGSA, KEMUDIAN SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN BUKANNYA DIRUBAH-RUBAH TANPA ADA PROGRESS DAN DIJADIKAN SEBAGAI LADANG BISNIS ORANG-ORANG ATAS. SAYA KIRA BEGITU SAJA SARAN SAYA.
WASSALAM.(ALLAHU AKBAR)
E-mail Pengirim: dika_agbis03@yahoo.com
Tanggal: 19 APRIL 2005


Nama: L.SUTIKNO
Dari: MAGELANG
Saya: Guru MAGELANG
Saran: Bapak Presiden dan Wakil Presiden yang saya hormati, membaca draf UU Guru sungguh memberikan harapan untuk perabaikan kesejahteraan guru di masa mendatang yang mempunyai tugas berat yakni mengantarkan anak bangsa untuk membawa bangsa Indonesia ke dalam kemajuan bangsa. Tentu saja pikirkan juga fasilitas termasuk kesejahteraan terhadap guru swasta yang ada di sekolah swasta. bagaimanapun sekolah dan guru swasta juga berperan besar terhadap pencerdasan bangsa. Berilah subsidi pendidikan bagi sekolag swasta yang memadai sehingga sekolah swasta dapat terus ambil bagian dalam turut serta mencerdaskan bangsa. Berikan pasal yang komit terhadap realisasi subsidi dan kesejahteraan guru tersebut. Sekian dan terima kasih.
E-mail Pengirim: sutiknodwijo@yahoo.com
Tanggal: 25 APRIL 2005


Nama: yatmi sawito
Dari: tebing tinggi/sumatera utara
Saya: Guru yayasan dipanegara
Saran: kepada bapak SBY agar pemerintahan yang sekarang lebih memikirkan tentang perekonomian rakyat dengan cara mempermudah rakyat untuk mendapatkan modal pinjaman lunak supaya masyarakat ekonomimmenengah kebawah dapat mengembangkan usaha kecil atau industri rumah tangga.selain bidang ekonomi pendidikan juga perlu dibantu, khusus bagi kami guru swasta agar di buat peraturan yang baku dan di perhatikan masalah kesejateraannya, sebab gimana kami bisa profesional kalau gaji kami nggak cukup untuk makan dan bantuan dana konpensasi BBM kalau bisa juga di berikan untuk guru-guru swasta yang gajinya dibawah kecukupan.
E-mail Pengirim: yatmi_bechkam@plasa.com
Tanggal: 30 april 2005


Nama: com>eiissuryani
Dari: jakartapusat
Saya: Siswi smk n14
Saran: Sebaiknya bapak presiden pertama tama melihat dan mengunjungi sistem pendidikan yang ada di sekolah sekolah dan menanyakan langsung kepada para siswa/i tentang pendidikan yang ada di Indonesia agar mengetahui lebih rinci apa kekurangan yang ada pada pendidikan yang ada di Indonesia.
E-mail Pengirim: com>suryaniSweet@yahoo>com
Tanggal: 2-05-2005


Nama: JEPRI FERNANDO .S
Dari: Yogyakarta
Saya: Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Saran: Negara kita yang bisa dikatakan di pintu ambang kehancuran, memperbaiki suatu negara bukanlah persoalan yang sulit dan tidak mungkin dapat dipecahkan atau diselesaikan oleh seseorang(Pemerintah/pemimpin )saja untuk itu diperlukan peran serta dari warga atau masyarakat. sebenarnya yang menjadi pemasalahan utama di Indonesia ini menyangkut tiga hal:
1. Masalah Ekonomi
sebenarnya banyak yang menjadi permasalah dibidang ekonomi, misalnya saja pengangguran, kesejahteraan masyarakat (kesehatan, pendidikan, "biaya hidup bisa membuat seseorang melakukan kejahatan baik korupsi atau tindak kriminalitas).
2.Masalah Keamanan
pada masalah ini yang menjadi inti permasalahan yaitu; kejahatan (Teroris), penjagaan diwilayah perbatasan negara atau pulau-pulau yang menjadi milik negara(seperti kasus ambalat,sipadan dan legitan),dan juga permasalahan penyelundupan barang-barang dari luar negeri yang nanti dampaknya akan membobrokkan roda perekonomian kita.
3.Masalah Lingkungan
jika kita lihat sekarang banyak sekali penebangan liar atau penyelundupan kayu-kayu keluar negeri yang dilakukan orang indonesia sendiri. masih banyak lagi permasalahan dibidang lingkungan baik itu pencemaran serta bencana alam yang penyebabnya adalah kesalahan manusia itu sendiri seperti penebangan liar berdampak akan adanya bencana tanah longsor.
E-mail Pengirim: kingstonen_2005@yahoo.com
Tanggal: 03 Mei 2005


Nama: SUDIRMAN DM
Dari: MALANG/JATIM
Saya: Mahasiswa MALANG
Saran: Sebagai mahasiswa kedokteran saya mengamati pendidikan dari segi praktis saja,saya mengamati alangkah luarbiasa jika potensi seluruh siswa terutama tingkat smu di seluruh Indonesia di berdayakan seperti:
1. Kematian akibat kecelakaan akan berkurang jika pelajaran Basic Emergency Medis diberikan di sekolah (meliputi CPR,pertolongan keracunan awal) keterlambatan pertolongan dengan cpr sajakorban kecelakaan bisa meninggal dalam waktu kurang dari 6 menit, perlu diperhitungkan jika seseorang di jalan melihat korban kecelakaan dan ia menelepon ambulan,lalu ambulan datang ,lalu dibawa ke rs berapa menit? apa korban selamat? dokterpun tahu ttg ini!coba kalo dipikir! di jalan berapa jumlah lulusan smu?, banyangkan seandainya mereka tahu ttg penggunaan CPR, tentu angka kematian akan menurun drastis! saya amati di negara barat cpr sudah dipahami publik tapi tidak demikian di negara kita, puskesmas,sekolah2 kedokteran saya kira bisa membantu.
2. Pelajaran tentang penyakit endemis di Indonesia sudah saatnya di berikan(malaria,dhf,tbc,kolera,demam typhoid dll). dalam jangka panjang peranan instansi kesehatan akan lebih mudah dan penyuluhan2 secara bertahap tidak akan digunakan lagi seiring dengan meningkatanya tingkat pendidikan. (karena kesehatan adalah diri kita dan kita membawanya kemana2,bukankah ini lebih penting dari pelajaran geografi dan sosiologi?)
E-mail Pengirim: soedirman_dm@yahoo.com
Tanggal: 9 MEI 2005


Nama: rahmat dinur
Dari: dki jakarta
Saya: Siswa sman 27 jakarta
Saran: mungkin saran saya tidak begitu banyak untuk pemimpin kita yaitu yang terhormat bapak sby saya hanya menyarankan bahwa pendidikan adalah sarana yang di mana dengan pendidikan ini bangsa kita akan maju tapi mengapa kok pendidikan di negara indonesia berbeda padahal kita mempunyai syaraf otak yang sama coba kita lihat pendidikan yang ada di as, jepang dan negara maju lainnya kenapa kok mereka bisa maju dan sedangkan kita tidak bisa sebenarnya apa yang terjadi pada pendidikan kita padahal seiap manusia itu mempunyai syaraf otak yang sama dan yang lain adalah kebiasaanya ciba kita terapkan kebiasaan pendidikan di asw, jepang dan negara maju lainnya di negara kita pasti kita akan maju, dan juga dari sdm baik itu pendidik dan tang dididik banyak pendidik yang tidak ikhlas atas apa yang dia ajarkan ke siswanya ingatlah keihkhlasan dalam mengajarkan adalah kunsi sukses dalam pendidikan. semoga pendidikan di negara yang kita cintai ini lebih baik lagi ingatlah bangsa ku bahwa kesulitan adalah bagian dari hidup dan apabila kesulitan itu dapat kita atasi dgn tenang maka kesulitan itu adalah bumbu hidup, seperti pendidikan, teruslah kepada pemerintah memajukan pendidikan walapun anda cape dan sulit ingatlah kata - kata saya yang di atas.
E-mail Pengirim: rahmat_alfarugh@yahoo.com
Tanggal: 05 juni 2005


Nama: Dewi.H
Dari: bandung,jawa barat
Saya: Siswi smu negeri
Saran: pak sby, seharusnya lebih mementingkan kepada sektor pendidikan. karena bagaimanapun juga dengan persaingan yang sangat tinggi, sdm kita harus mampu bersaing dengan sdm yang ada di luar sana? so, biaya pendidikan seharusnya dapat dijangkau masyarakat luas..gt. trus lebih dibanyakin lagi beasiswanya jadi kita lebih terpacu untuk maju dan belajar dengan tekun thanks.
E-mail Pengirim: dhew_dhew@plasa.com
Tanggal: 8 juni 2005


Nama: H.M.Zainie Hassan.A.R. dr SpKJ
Dari: Bandung/Jawa Barat
Saya: Dosen Bagaian Ilmu Kedokteran Jiwa FK UNPAD
Saran: Pak Presiden yang saya hormati, sebaiknya Bapak memilih calon calon pegawai negeri/calon calon pimpinan yang cerdas dan mempunyai kepribadian yang sehat dalam arti mempunyai daya tahan stres yang baik, mampu bekerja sama untuk kebaikan masyarakat, jujur tidak manifulatif, bermoral, berani mengatakan hal hal yang tidak sesuai dengan etika/norma yang berlaku, tidak mementingkan diri sendiri dan keluarga, mampu bersaing dengan sehat, mampu mengendalikan diri, mudah bergaul, ramah, senang pada aktivitas sosial, tidak gampang mengeluh sakit sakitan bila menghadapi masalah, mampu menyelesaikan masalah dengan baik, energik, produktif, bangga akan produksi bangsa sendiri, dapat menerima saran dari orang lain, wawasan dan minat luas. Tentu tidak mudah mencarinya, dari 300 orang calon belum tentu dapat 10 orang, tetapi ini penting untuk perbaikan pendidikan bangsa Indonesia yang sekarang diliputi penyakit korupsi.
E-mail Pengirim: zainie@psychiatry.fk.unpad.ac.id
Tanggal: 13-6-2005


Nama: wahyu dimandang
Dari: Temanggung
Saya: Masyarakat sucen
Saran: kebanyakan masyarakat indonesia belum dapat menikmati pendidikan karena lemahnya kondisi ekonomi, eh tidak taunya diatas lagi pada bergelimpangan dengan uang korupsiannya, oleh karena itu pemerintah meskinya menjaga kepercayaan yang diberikan rakyat kepada anda. Kenapa kalian yang telah berhasil secara ekonomi malah semakin menindas rakyat bukannya bantu,apa sih kekurangan kalian. Pendidikan harus kami capai sebagai suatu kebutuhan mengingat dunia sudah semakin memanas dengan kemajuan teknologinya. Bagaimana nasib kami rakyat menanggung beban utang yang mencapai 150 milyar dolar U$, apakah kami harus menjual harga diri kami ,tidakkah lebih baik jika dana yang kalian makan yang tidak halal digunakan untuk melunasinya. Kasihanilah kami yang tidak tahu apa-apa soal politik,jangan buat kami bingung dengan kepandaian kalian dalam mengatur siasat hanya untuk kepentingan sendiri.
E-mail Pengirim: U_die@plasa.com
Tanggal: 22 juni 2005


Nama: Muhammad Hawas
Dari: Madura
Saya: Mahasiswa Universitas Islam Negeri Yogya
Saran: Saya hanya punya harapan yang sangat besar terhadap pemerintah Indonesia agar memperhatikan pendidikan dengan baik, terutama terhadap pendidikan kaum miskin. karna mereka sangat merasa sangatdibebani dengan tingginya biaya pendidikan saat ini. "pendidikan bukan hanya untuk orang kaya saja bukan...????. oleh sebab itu bantulah mereka...!!!! kasihanilah mereka....!!!! hargai mereka sebagai bagian dari penduduk Indonesia yang makmur dan kaya hasil alam.
E-mail Pengirim: hawas_hero@yahoo.com
Tanggal: 16 Agustus 2005


Nama: anhar
Dari: pekanbaru
Saya: Mahasiswa uin suska riau
Saran: bapak presiden yang terhomat
pendidikan merupsakan sarana untuk mewujutkan cita-cita suatu negara, oleh karna itu saya berharp kepada bapak presiden agar memperhatikan pendidikan diindonesia, yang mutunya jauh tertinggal dibanding negara lain.
E-mail Pengirim: anhar_pul@yahoo.com
Tanggal: 18 agustus 2005


Nama: vivi
Dari: jawa timur
Saya: Siswa australia
Saran: kepada, Bapak president yang saya hormati. Pendidikan merubakan sarana untuk mewujudkan cita cita suatu negara kita, karna itu saya berharap kepada bapak president and pemerintah pemerintah lainnya, agar sungguh sunggung memperhatikan pendidikan INDONESIA, yang jauh beda dengan negara negara lain, and terutama juga tolong kaum miskin dibebaskan biaya supaya meraka bisa belajar seperti lainnya. terima kasih.
E-mail Pengirim: sitinafiah@yhoo.com
Tanggal: 26-10-2005


Nama: Ridhuan Ahmad
Dari: Banjarmasin
Saya: Siswa SMUN 02 Bjm
Saran: Pak Presiden dan seluruh jajaranya/mentri, saya mau meyampaikan pertanyaan sebenarnya prioritas apa yang paling mendesak dalam hal pendidikan sekarang di indonesia? Dan langkah apa saja yang sudah di tempuh dalam upaya merealisasikan hal yang tsb di atas, pak sadarkah bapak kalau pendidikan sekarang di negara kita sudah terlampau jauh sekali tertinggal di banding negara-negara lain,lalu apa langkahnya pak?
E-mail Pengirim: ew3nk_cyo
Tanggal: 16-12-05


Nama: frans rajah yarlanda
Dari: palembang
Saya: Siswa SMA N 3 palembang
Saran: kiat-kiat yang di lakukan agar pendidikan di negara ini akan maju adlah biaya....G.....R....A....T....I....s
E-mail Pengirim: franda_frans@yahoo.com
Tanggal: 20-12-2005


Nama: Rozia.H
Dari: Jakarta/DKI Jakarta
Saya: Mahasiswa PPS UNJ Rawamangun
Saran: Pak SBY saya mohon untuk melihat kejalanan, betapa banyaknya anak-anak bangsa Indonesia yang masih belum dapat tertampung di Sekolah sementara usia mereka masih sangat muda bahkan BALITA berkeliaran dijalan meminta-minta. Perlu difikirkan cara terbaik untuk membuat mereka sekolah. Mungkin dengan tidak membebani biaya atau memberlakukan WAJIB BERADA DISEKOLAH PADA JAM SEKOLAH BAGI SEMUA ANAK TANPA KECUALI. Atau menyelenggarakan sekolah yang menyenangkan (menarik) bagi anak sehingga mereka tidak menjadikan sekolah sebagai momok yang menakutkan karena tidak bisa memahami pelajarannya. Artinya, beban materi pelajaran tidak melampaui kemampuan sianak sendiri. Atau dibuat kelas berdasarkan kriteria/penggolongan anak berdasarkan tingkat IQ nya sehingga tidak terjadi kesenjangan yang lambat laun akan menyisihkah anak-anak yang "lambat" dalam menyerap pelajaran.
E-mail Pengirim: zizix_rossiah@yahoo.com
Tanggal: 5 Februari 2006


>

Nama: John Bala
Dari: SIKKA / NTT
Saya: Konsultan Maumere - Kab. Sikka
Saran: Dalam perjalanan pendampingan kami di beberapa Kawasan Hutan Lindung yang statusnya masih bersengketa dengan rakyat telihat benar ada bentuk kongkrit diskriminasi pendidikan untuk komunitas disekitarnya. Sebagai contoh Masyarakat Adat Pigang Bekor di Kecamatan Waigete Kab. Sikka yang secara turun temurun menghuni wilayah adat mereka. Pada saat penetapan wilayah mereka menjadi kawasan hutan salah satu diskriminasi yang peling menojol yang kemudian muncul adalah, banyak anak-anak usia sekolah yang tidak mengecapi pendidikan dasar. Mereka terlantar tanpa upaya pemberdayaan sungguh dari pemerintah Kabupaten. Oleh karena itu, kalau presiden memang sungguh-sungguh ingin memperbaiki mutu/kualitas anak bangsa tolong perintahkan Bupati / DPRD untuk segera membentuk sekolah Kaki bagi anak-anak yang terlantar di Kawasan hutan di Kab. Sikka atau di tempat lainnya.
Wasalam :
John Bala
E-mail Pengirim: anjobal@yahoo.com
Tanggal: 26 Pebruari 2006


Nama: Rizky Oktavianto Ismail
Dari: Gorontalo
Saya: Siswa SMP Widyakrama
Saran: Memperbaiki Pemerintah terhadap Pendidikan bukanlah hal yang tergolong mudah. Karena pada kenyataannya Pemerintah yang menduduki jabatan-jabatan penting dalam dunia pendidikan sudah gelap mata. Jadi diperlukan peran dari berbagai pihak. Untuk memulainya tentunya kita harus melihat sikap dari Presiden itu sendiri terhadap dunia pendidikan. Jika Presiden saja acuh tak acuh terhadap dunia pendidikan, bukan hal yang mustahil jika bawahannya tidak terlalu memperdulikan dunia pendidikan. Kenyataan yang terjadi, Presiden sering kali berkunjung ke luar negeri dengan berbagai alasan, dan seringkali 'Sang' Presiden memakai alasan yang tidak tergolong wajar. Dalam hal ini kita tahu bahwa kunjungan ke luar negeri membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Seandainya saja 'Sang' Presiden bisa menahan keinginannya untuk selalu ke luar negeri, dan memberikan biayanya untuk meningkatkan pendidikan Indonesia, tentunya kita tidak harus menanggung malu melihat tingkat pendidikan kita yang berada di posisi yang boleh dibilang sangat rendah. Jika Presiden sudah sadar akan hal tersebut, barulah bisa dilakukan 'Perombakan' Pemerintah. Jika pada kenyataannya pendidikan kita tidak meningkat, buat apa kita mempertahankan Pemerintah yang duduk santai di badan-badan pendidikan tanpa sedikitpun menengok keadaan pendidikan negara kita. Sebagai Pemimpin Negara, mestinya Presiden pun tidak malu untuk mencontoh sistem pendidikan negara tetangga. Contohnya saja Malaysia. Dulu saat pendidikan Malaysia berada di tingkat bawah, mereka tidak malu mencontoh sistem pendidikan Indonesia, dan pada akhirnya sekarang Pendidikan Malaysia berada jauh di atas Indonesia. Jadi apakah alasan 'Sang' Presiden malu mencontoh pendidikan negara lain?
E-mail Pengirim: siswa_26_10@yahoo.com
Tanggal: 1 April 2006


Nama: ?????
Dari: Gorontalo
Saya: Siswa SMP
Saran: SELAMAT SAYA UCAPKAN PADA PAK SBY, SAYA CUMA MEMOHON AGAR MEMBUAT SUATU TEROBOSAN BARU DALAM BIDANG APAPUN JUGA. TURUNKAN HARGA, MENGAPA KOK HARGA NGGAK MAU TURUN SICH, KITA KAN TAU, SEMUA ORANG MASIH KURANG MAMPU. UNTUK MENCOBA MENANTISIPASI HARGA YANG BAPAK MAU. SAYA CUMA BERPESAN AGAR MEMBERI HUKUMAN MATI BAGI PARA KORUPTOR KITA.
E-mail Pengirim: www.teukushin.com
Tanggal: 24 APRIL 2006


Nama: Wahyu Dwiyanto
Dari: sEMARANG / Jawa Tengah
Saya: Mahasiswa Univesitas Semarang
Saran: Pak Presiden, Kalau ingin masayrakat kita tidak ketinggalan jaman katanye, maka pendidikan harus diutamakan terutama untuk pemberian beasiswa kan kasihan bila ada masyarakat miskin tetapi pandai, energik punya cita-cita seabgai dokter tetapi mau melanjutkan ke fakultas Kedokteran gak punya uang karena ke fakultas kedokteran kan mahal. Dengan adanya benturan dana maka simiskin tetap miskin dong. Mohon Pak Presiden perhatiannya sekali lagi mohon dengan sangat amat. Terima kasih pak semoga bangsa ini akan segera menjadi bangsa yang super dibawah kepemimpinan bapak saya juga berdoa untuk kesehatan bapak selalu. AMin
E-mail Pengirim: wahyu_dwiyanto@plasa.com
Tanggal: 13 Juni 2006


Nama: Yulian Enno Amungme-son
Dari: Timika Papua Tengah
Saya: Mahasiswa D.I.Yogyakarta
Saran: Sampi sejauh ini sya melihat Presiden sekarang, belum ad niat untuk memperbaiki pemerintahdemi membangun pendidikan di Indonesia.sehingga tidak heran kalau pemerintah sekarang banyak melakukan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). kibatnya generasi penerus bangsa Indonesi saat ini tidak ada yang sekolah, justru presiden sekarang dan Kabinetnya banyak melahirkan pengangguran dan tingkat putus sekolah/kuliah sangat tinggi. Lebih-lebih saya ambil contoh di Papua, kualitas pendidikan sampai pada detik ini tidak ada perubahan yang signifikan bagi rakyat papua.Secara jujur saya menyatakan bahwa,rendah kullitas pendidikan di Papua itulah, maka saya mencari ilmu diluar Papua (Pulau Jawa). Kalau kualitas pendidikan di Ppua sama seperti diPulau Jawa saya tidak mungkin cari ilmu atau mengenyam pendidikan diJawa.Jadi pada intinya kualitas pembangunan pendidikan di tanah tidk beda jauh seperti masa Orde Baru (ORBA),sehingga orang/rakyat masih tetap terbelakang atau dimarginlissi oleh pembangunan dan pekembangan dunia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Persoalan ini saya sendiri kadang tidak mengerti terhadap kebijakanyang diimplementasikan pemrintah/negara. Apakah memang karena pemrintah engan membangun orang/Rakyat Papua agar termiskin dan terbelakang terus-menerus, ataukah memang karena tidak mampu menjamin, mendidik,membangun,dan menghargai etrhadap Rakyat Papua.Kegagalan membangun Sumber Daya Manusia Papua (SDMP),itu tidak hanya dari Pemerintah Pusat (Jakarta), tetapi juga dilakukan oleh Pemerinth Propinsi Papua sendiri.

SARAN

Jika pemerintah tidak menanggapi persoalan ini secara cepat dan tepat,maka orang Indonesia berikutnya akan menjadi penonton khususnya orang/Rayat Papua.Untuk itu saya sarankan agar pemerintah memperhatikan kualitas pendidikan di Tanah Papua pada khususnya dan umumnya masyarakat/Rakyat Indonesia.Supaya orang-orang miskin (seperti saya)bisa pemerintah jangan privatisasi sekolah/kampus,tidak menaikan biaya pendidikan dan pemerintah juga melakukan kebijakan transparan terhadap Anggaran Dana pendidikn dari Pemerintah/Negara. So Much And Thank,s Full.
E-mail Pengirim: Enno@yahoocom
Tanggal: 14 Juni 2006


Nama: Yusman
Dari: Brebes
Saya: Guru SMP
Saran: kualitas guru sendiri yang mesti dibenahi, kurangnya kompetensi dalam mengacu perkembangan siswa sangat santai pada sekolah-sekolah yang mesti dengan status negeri lebih menonjolkan karakter disiplin keilmuan maupun prakteknya di masyarakat. pendidikan untuk guru mesti lebih dioptimalkan, tidak hanya sekedar lulus Sarjana Kependidikan.
E-mail Pengirim: yusman@smp.com
Tanggal: 22-08-2006


Nama: Muslimin Mabbate
Dari: Riau
Saya: Masyarakat Kuala Enok Inhil Riau
Saran: Bapak SBY dan JK yang kami hormati, kami masyarakat mendoakan bapak semoga selalu dalam keadaan sehat, tegar dan tetap selalu dalam lindungan ALLAH SWT. Kami barangkali juga berharap mulai dipemerintahan Bapak ini reformasi bidang pendidikan mulai menampakkan hasil, namun kwalitas pendidikan masih jauh dari harapan. Jadi kalau pendapat/saran kami selaku masyarakat awam, masih perlu pengkajian oleh fakar-fakar pendidikan kita mengenai resep apa yang perlu disajikan untuk meningkatkan kwalitas pendidikan kita. Wassalam
E-mail Pengirim: Muslimin147yahoo.co.id
Tanggal: 25


Nama: Muslimin Mabbate
Dari: Riau
Saya: Masyarakat Kuala Enok Inhil
Saran: Bapak SBY dan JK yang saya hormati, Pendidikan gratis belum tentu dapat memajukan pendidikan di indonesia oleh karena itu perlu pengkajian kembali, bagaimana formulasi yang paling tepay.
E-mail Pengirim: Muslimin147yahoo.co.id
Tanggal: 25


Nama: seorang manusia yang ga tahan liat negaranya kyk gene
Dari: BSD
Saya: Siswi salah satu sekolah di BSD
Saran: Biar pendidikan Indonesia tuh maju, pemerintah mesti naikin mutu pendidikannya. standart kelulusan ditinggiin. biarkan mereka - mereka yang ga lulus karena tidak bisa mencapai nilai 7. berarti dia ga layak buat terjun ke dunia luar. sekolah saya saja dapet 6,99 masih merah. untuk yang jurusan 7,249 masih merah. tinggi bgt kan. jadi prihatin ngeliat anak anak lain yang buat nyampe 4,- aja ga bisa. padahal soal ujian nasional udah kayak soal semua umur gitu. dikasih waktu 1 1/2 jam bisa tidur dulu 1jem. gimana mau maju klo standar mutunya aja rendah.
E-mail Pengirim: Ngg_ada_email@yahoo.com
Tanggal: 30/9/06


Nama: hanabonk
Dari: kab. semarang
Saya: Guru smp negeri 2 tengaran
Saran: Sebaiknya pemerintah sebelum melaksanakan program pendidikan yang baru mematangkan dulu.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 01 oktober 2006


Nama: Untoro
Dari: Salatiga Jawa Tengah
Saya: Guru SMK Negeri 1Salatiga
Saran: Yth. Bapak Presiden RI

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah pemerintah saat ini sudah agak memperhatikan dunia pendidikan, hal ini dapat dilihatdari tahun ke tahun APBN untuk pos pendidikan naik menuju 20 % dari total APBN. Hanya saja kami yang sebagai pelaksana di lapangan mohon kiranya Bapak lebih ektra mengawasi agar dana tersebut betul - betul sampai pada sasaran, pengawasan ini tentunya lewat Mendiknas (bagi lembaga pendidikan umum) dan Menag (bagi lembaga pendidikan madrasah). Karena bagaiamanapun tanggung jawab semua itu ada pada kekuasaan Bapak yang dipilih rakyat secara langsung, ada sebuah hadits Nabi SAW "Man roá minkum munkaron fal yughoyyir biyadihi, fail lam yastati' fabilisanihi, fail lam yastati'fabiqolbihi" (barang siapa melihat kemungkaran maka dia wajib merubah dengan kekuasaannya, jika tidak mampu bisa dengan nasehat, jika tidak mampu bisa dengan hati (diam tidak setuju). Inilah nasib kami yang berada di lapangan sebagai ujung tombak pendidikan, selalu pada taraf yang terakhir, karena kita yang di bawah ini tidak mampu dengan nasehat atau kekuasaan. Sekali lagi kami mohon kepada Bapak untuk lebih memperhatikan dunia pendidikan (terutama bagi guru).Bapak Ibu Guru dituntut untuk meningkatkan kualitas guru tapi gajinya maaf dibandingakan anggota dewan yang bisanya dolan-dolan dengan alasan study banding mana hasilnya, kita-kita ini untuk bisa memberi nafkah keluarga sudah pas-pasan, untuk beli komputer atau lap top atau bahkan bisa langganan internet saja masya Allah masih di awang-awang (masih diangan-angan) tapi alhamdulilllah kami bisa sedikit nambah ilmu lewat internet di sekolah.

Demikian unek-unek kami dari guru yang berada di daerah yang agak berada di kota meski kota kecil Salatiga.

Mohon maaf pak kalau tulisan ini tidak berkenan di hati.

Wassalamualaikum Wb. Wb.
E-mail Pengirim: unkembar@yahoo.co.id
Tanggal: 26 Desember 2006


Nama: Wong Radikal Wakatobi
Dari: jogja / DIY
Saya: Mahasiswa UNIV> PGRI JOGJA
Saran: Assalamu alaikum Pak Presiden Saya Mau bertanya Kapan Baru terealisasi anggaran Pendidikan yang 20% dan UUGD? KOk sekarang malah gaji anggota dewan yang di naikkan kasihan deh kami - kami yang nggak mampu.Pak Pres Kasihanilah wargamu Bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki petra - puteri yang mempunyai life skiil piye to kalau nggak berpendidikannah masalahnya makin hari makin mahal biaya Pendidikan ini Salah siapa ?Thengs,,
E-mail Pengirim: www.KKn. com
Tanggal: 5 Maret 2007


Nama: reyhand im03t
Dari: jkt
Saya: Siswi sltp
Saran: usaha usaha yang harusnya pertama kali dilakukan adalah semua biaya spp GRATIS di seluruh indonesia..........
E-mail Pengirim: vharah_rayhanah@yahoo.co.id
Tanggal: 20 mei 2007


Nama: MOHAMAD SHOLEH BASYIR
Dari: salatiga / Jawa Tengah
Saya: Masyarakat Salatiga
Saran: Sebenarnya Presiden lewat para menteri serta atas usul dari DPR dari Paratai Keadilan sejahtera sudah mengupayakan biaya pendidikan bagi rakyat, namun kenyataannya para pelaku seperti PNS di jajaran DIKNAS maupun para guru justru terfokus dengan kue anggaran pendidikan ini. jujur aja dengan adanya DAK berapa discount atau rabat yang akan diberikan oleh penerbit, kenyataan di lapangan bukan untuk memilih buku atau alat peraga pendidikan yang bermutu namun siapa yang paling besar memberikan bonus , discount, rabata atau apalah namanya ?
E-mail Pengirim: sooleh64@yahoo.com
Tanggal: 27 Juni 2007




Kembali ke Halamam Utama

Mengirim Saran Mengenai Topik
"Bagaimana Presiden Baru Dapat Memperbaiki Pemerintah
Terhadap Pendidikan"